• Selasa, 16 Januari 2018
  • LOGIN
  • Berlangganan Berita Terbaru invite BBM DCA2ADE9/ DD30B86C/ WA. 081904213283. Infogunungkidul, menerima tulisan/ berita opini dari pembaca sesuai dengan kaidah dan kode etik jurnalistik, tidak mengandung unsur sentimen SARA dan Provokatif terhadap kelompok tertentu. Kirimkan opini ke email: redaksi@infogunungkidul.com - "HYPNO THERAPY" Mengobati berbagai macam penyakit. Buka praktek hari: Rabu & Sabtu Jam: 08.00-16.00 Alamat praktek: Jl. Kyai Legi Kepek Wonosari Gunungkidul. Konsultasi & Pendaftaran hub. Lucy 08997722517.

MENGAPA BUMI MENDIDIH DI BULAN SEPTEMBER, OKTOBER, DAN NOVEMBER

MENGAPA BUMI MENDIDIH DI BULAN SEPTEMBER, OKTOBER, DAN NOVEMBER

Infogunungkidul, WONOSARI, Jumat Pahing, - Akhir November 2017 bumi diguyur hujan berhari-hari, menyusul air dari langit, awal Desember tiba-tiba menghilang. Tanah serasa digodok, panasnya alang kepalang. Bumi memanas, bisa dipahami dari teori moderen, bisa juga dari sisi kebudayaan/peradaban.

Gambaran sederhana yang tidak pernah disadari, bahwa bumi pada bulan September, Oktober dan November super aktif dalam hal aktifitas menyimpan panas.

Hal itu tidak berbeda jauh dengan batu gamping. Sekilas batu gamping tidak ada energi panas, bahkan ketika dipegang terasa dingin. Begitu batu gamping disiram air, yang terjadi?

Bumi, berdasarkan teori fisika tanah, antara September, Oktober dan November mencapai titik layu tetap. Artinya, lengas tanah menyebabkan tumbuh-tumbuhan layu.

Sebelum terjadi layu tetap, didahului gejala air tanah menghilang karena pengaruh gravitasi. Gejala yang terlihat mata, sumber air berkurang atau bahkan mengering.

Tahun 2017, tidak ada gejala tetumbuhan layu. Meski demikian, proses fisika tanah tidak berhenti, tetap terjadi, gravitasi tetap berpengaruh terhadap air.

Bumi memanas bisa digambarkan dengan cara lain. Air mendidih dituang ke dalam gelas kemudian ditutup. Yang terjadi, uap menempel ke tutup gelas. Ini paralel dengan situasi saat ini.

Manusia tidak bekerja, tetapi peluh/keringat mengalir deras, seperti yang dirasakan hari-hari belakangan.

Dikupas dari teori kebudayaan, terutama teori peradaban petani Jawa, Sunda dan Bali, panas yang luar biasa belakangan ini termuat di dalam daur pranata mangsa, peninggalan leluhur abad 18.

Sebagian generasi yang merasa dirinya moderen mengatakan, bahwa pranata mangsa adalah ilmu titen. Pendapat demikian merupakan tuduhan tak berdasar. Karya intelektual yang dikembangkan pada Sunan Pakubuwana VII (raja Surakartaberbentuk penanggalan pranata mangsa dianggap tidak bermanfaat.

Pranata mangsa bukan ilmu titen, melainkan ilmu perputaran musim yang ditulis secara sistematik dan skematik. Perputaran musim versi petani tidak diajarkan di sekolah. Kalau disinggung dalam pelajaran geografi sosial pasti tidak rinci, karena ilmu pranata mangsa dianggap ortodok, dan dipandang tidak ilmiah. Saya  berpendapat sebaliknya, penanggalan pranata mangsa sangat ilmiah.

Menurut kalender pranata mangsa, siklus alam saat ini (dengan indikasi bumi terasa panas) berada di mangsa Labuh, umurnya 95 hari terbagi dalam periode Kapat, Kalima dan Kanem (periksa ilustrasi). Mangsa Labuh diberi tanda agni alias api. Ini sebuah isyarat bahwa tanah dalam kondisi panas.

Tidak aneh meski banyak air, suasana seperti terbakar. Bumi seperti digodok, dan itu selalu berulang setiap periode Kapat, Kalima dan Kanem, paralel dengan September, Oktober, November. Ketika hujan turun di antara 3 bulan tersebut, dipastikan bumi seperti mendidih.

Panas bumi tak terkira, secara teori berkaitan dengan lengas tanah. Artinya, air yang berada di dalam tanah terikat oleh berbagai gaya  seperti metrik, osmosis, dan kapiler dan gravitasi.

Panas bumi mereda, setelah datang mangsa Rendheng mulainya Kepitu, Kawolu dan Kasongo, berawal 23 Desember 2017 hingga 25 Maret 2018.

Pada mangsa Rendheng, karakter bumi berubah menjadi tirta (air). Masuk akal, ketika hujan turun pada mangsa rendheng, bumi telah berubah menjadi dingin.

Pranata mangsa diperkenalkan pada masa pemerintahan Sunan Pakubuwana VII (raja Surakarta) dan mulai digunakan sejak 22 Juni 1856.

Cukup jelas, pranata mangsa bukan ilmu titen. Dia justru membantu pemahaman sederhana, mengapa bumi pada  bulan September, Oktober, dan November selalu terasa panas.  

Penulis: Bambang Wahyu Widayadi_ig

INFO BISNIS

1. AHASS 693 WONOSARI HONDA SERVICE

Jln. KH Agus Salim 113 Ledoksari Wonosari Telp. (0274) 392266, HP. 087838272255

Melayani : Servis Gratis, Servis Ringan, Servis Berat, Press Porok, Press Body, Penjualan Spare Part Lengkap, Pemesanan Sparepart, Booking Servis dan Layanan Servis Antar Jemput. PROMO JANUARI !!! Service lengkap berhadiah Plas Chamois/Discount 15% Syarat ketentuan berlaku (Selama persediaan masih ada)

2. ESTETHIC SALON & BODY SPA

Jln. KH Agus Salim 113 Ledoksari Wonosari HP.081802711531, WA.081227706969

Melayani : Perawatan Rambut, Perawatan Badan (Free Totok Wajah) Khusus Wanita, Perawatan Wajah (Standar Skincare Tarif Pelajar),Konsultasi Kulit dan Healthy, Pengencangan Wajah, Tiruskan dan Rampingkan Pipi, Wajah, Leher, Menghilangkan Kantung Mata Tanpa Operasi

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE