• Jumat, 14 Desember 2018
  • LOGIN
Pernah Dihujat Astana Giribangun Kini Meneteskan Manfaat

Pernah Dihujat Astana Giribangun Kini Meneteskan Manfaat

Infogunungkidul, KARANGANYAR, Senin Kliwon, -  Astana Giribangun, makam keluarga Presiden RI kedua,  awal reformasi 1998 menyimpan kisah mengerikan. Di tengah kekacauan, Astana Giribangun dikabarkan bakal dirusak. Sejarah bergulir, pengrusakan tidak terjadi. Setelah 19 tahun (2017), Astana Giribangun berubah menjadi wisata ziarah, meneteskan nilai manfaat.

Kader serta simpatisan Partai Golkar (170 orang), Minggu (10/12), didampingi Rumah Aspirasi Titiek Soeharto dan Slamet, S.Pd. MM, berziarah ke Astana Giribangun, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karangayar, Jawa Tengah.

Ki Herman, warga desa Pengkol, kecamatan Nglipar, Gunungkidul, selaku ketua rombongan mengatakan, ke makam HM Soeharto tidak untuk minta sesuatu.  

“Di depan pusara, kami berdoa ke Allah Taalla, agar kesalahan Pak Harto diampuni,” ujar Ki Herman usai memimpin tahil.

Harjo Sugito (67), pemandu sekaligus rohaniwan Astana Giribangun menjelaskan, tidak semua peziarah tahlil, tahmid dan takbir seperti yang dilakukan tamu dari Gunungkidul.

“Ada yang sekedar ingin melihat-lihat. Ada pula yang ingin membuktikan kabar aneh-aneh tentang Astana Giribangun,” timpalnya.

Peziarah yang berkunjung dan memamnjatkan doa, menurut Sugito menggambarkan alam pikiran Jawa, dudu sanak dudu kadang yen mati melu kelangan.

Setiap hari minggu juga hari libur, ini  menurut penjelasan Daryono (40) dari bagian keamanan, Astana Giribangun banyak dikunjungi peziarah.

“Ada sedikit rizki menetes dari wisata ziarah Astana Giribangun,” aku Daryono.

Paling tidak menurutnya, masyarakat setempat bisa mencari nafkah dengan berdagang. Termasuk dia dan tujuh rekannya selaku petugas pengaman.

Reporter: Agung Sedayu_ig  


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE