• Sabtu, 22 September 2018
  • LOGIN
Bancakan Babu Berujung Bingung Siapa Bapaknya ?

Bancakan Babu Berujung Bingung Siapa Bapaknya ?

Infogunungkidul, Ono-Ono Wae (OOW) adalah rubrik khas, disajikan dengan gaya berbeda, unik, nyleneh dan kocak. Dikutip dari berbagai sumber. Tokoh dalam cerita bukan nama sebenarnya.

Dalam urusan seks, lima kuli bangunan ini benar-benar mengacu motto RM Padang. Gara-gara pelayanan seorang pembantu bernama Jumini 20, sangat mengasyikkan, Tarno 22, memberi tahu ke empat temannya seprofesi dan senasib sepenanggungan. Akhirnya Jumini pun babak belur dibuat keroyokan mereka berlima, sampai kemudian hamil. Nah, siapa yang tanggungjawab ?

Jika kita memasuki RM Padang, sering menemukan motto: Jika tidak enak, beritahu kami, jika enak beritahu teman sanak saudara. Kata-kata itu memang menjadi alat promosi sangat manjur. Lewat getok tular dari mulut ke mulut, lama-lama RM Padang itu menjadi terkenal dan banyak pelanggan. Tapi awas, motto itu jangan dibalik, bisa bangkrut karenanya.

Tarno yang masih muda sudah malang melintang menjadi kuli bangunan, belum lama ini mendapat job kerja di rumah warga Condong Catur, Sleman. Dia bagian laden tukang alias ngaduk pasir. Di kala mengaduk-aduk pasir dengan semen itu, dia suka bercanda dengan pembantu pemilik rumah yang terletak di depan rumah yang sedang direnovasi. Jumini yang sedang menjemur di lantai atas, suka digodain Tarno sembari memasang genting.

Biarpun hanya babu dan berasal dari pelosok Gunungkidul, namun Jumini ternyata berbodi sexy nan semlohai. Sebagai perawan Jumini memang menawan dan layak untuk uji coba peranjangan bagi Tarno yang juga masih bujangan. Dan signal-signal godaan Tarno itu disambut Jumini sang gadis berkulit hitam manis.

Ketika rumah majikan Jumini sepi, Tarno lantas diizinkan masuk rumah lewat pintu belakang. Keduanya pun ngobrol di kala jam istirahat antara pukul 12.00 hingga 13.00. Lama-lama Tarno tak sekedar ngobrol, justru merayu Jumini untuk diajak hubungan intim bak suami istri. Ternyata si gadis tak menolak. Meski masih bau semen Gresik atau Holcim, Jumini tak sungkan juga melayani kekasih barunya.

Dalam kamar pembantu dekat dapur, Jumini disikat Tarno hingga termehek-mehek basah kuyup keringat. Gusrak gusruk gusrak hingga selesai tuntas tas dan nikmatnya hingga tetes terakhir kaya kopi Nescafe.

Ternyata pelayanan Jumini sangat memuaskan, ibarat ban radial yang masih baru, daya cengkeramnya luar biasa kuat. Nah, mengacu pada motto RM Padang itu tadi, dia lalu cerita pada Bandi, 19, sesama tukang batu. Bandi pun kepengin mencoba, dengan ancaman: jika tak diberi jatah akan mengadu ke majikan Jumini. Akhirnya Jumini pun melayani Bandi pula.

Benar kata Tarno, pelayanan Jumini memang nendang banget. Bandi pun lalu mulut ngember dan bercerita pada Mardi, 25, Ngadiyo 23 dan Goting 24 yang juga sesama tukang batu, bagian pasang keramik, kepala tukang dan tukang pasang batu bata. Melihat penampilan Jumini yang tergolong KW-1 dan nat-natnya bagus, mereka jadi kepengin pula. Dengan dijembatani Tarno, ketiganya ikutan pula nimbrung pula meski statusnya hanya sekedar generasi penerus.

Sejak itu Jumini secara periodik melayani mereka berlima. Tiap mereka gajian di hari Sabtu, Jumini dapat tip tambahan sampai Rp 100.000,- . Total jendral setiap Minggu Jumini dapat tambahan duit setengah juta rupiah hasil patungan lima pemuda berbau cat, semen dan tiner itu.

Tahu-tahu Jumini hamil. Yang jadi korban tuduhan pertama tentu saja majikan lelakinya. Untung pembantu ini dengan cepat mengklarifikasi bahwa pelakunya bukan siapa-siapa melainkan kelima tukang batu di belakang rumah. Kelimanya pun dilaporkan ke orang tua Jumini di Gunungkidul. Jumini pun diberhentikan dari jabatan PRT alias babu di rumah sang majikan lantaran dinilai mencoreng arang di kening sang majikan.

Dihadapan Pak Aman, Pak Dukuh dan bapaknya Jumini, kelimanya disidang dan tidak membantah telah menggilir gadis jebolan SMP itu. Lha emang mau membantah gimana, wong faktanya seperti itu ? Kalau tak mengaku ancamannya berat, kasus bakal dilaporkan polisi. Masalahnya, siapa yang barus bertanggungjawab sebagai ayah si bayi itu?

Penyelesaiannya paling-paling lewat test DNA. Tapi siapa yang membiayai? Yang pasti kelimanya mengaku siap bertanggung jawab wong sama-sama masih single alias belum pernah kawin. Mardi ngaku pernah kencan 2 kali, Tarno terbanyak dengan 7 kali, dan Bandi baru 4 kali, sedang Ngadiyo dan Goting masing-masing 3 kali.

Ketimbang jadi urusan polisi, maka kemudian atas kesepakatan masing-masing pihak dilakukan undian siapa yang harus bertanggung jawab. Pemenang undian berkewajiban menikahi Jumini, sedang keempat temannya harus bathon (red-iuran) alias kena denda uang masing-masing lima juta rupiah untuk biaya nikah dan ubo rampenya.

Kocok-kocok kaya arisan, ujung-ujungnya Tarno yang pertama kali buka segel alias pelaku perdana yang ketiban sampur menikahi Jumini. Sedangkan keempat temannya menarik nafas lega meskipun harus kena denda jutaan rupiah.

 “Habisnya Jumini suka mancing-mancing sih,” gerutu Tarno sembari garuk-garuk kepala yang tak gatal.

Yaaak,... mancing kok di kamar. Jorannya pakai apa, hayo?

Gaib Wisnu Prasetya_ig


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE