• Jumat, 19 Oktober 2018
  • LOGIN
Pilkada, Pileg, dan Pilpres Tidak Berpengaruh Buruk Pada Investasi

Pilkada, Pileg, dan Pilpres Tidak Berpengaruh Buruk Pada Investasi

Infogunungkidul, WONOSARI, Kamis Pon, - Presiden Joko Widodo menyayangkan sikap dunia usaha yang memilih menunda investasi, menunggu lepas tahun 2018-2019. Pengusaha menilai, tahun politik identik dengan ketidakstabilan, disanggah Jokowi. Pengusaha menunda investasi, dipandang bukan pilihan tepat.

Dalam Sarasehan kedua 100 Ekonom Indonesia, di Puri Agung Convention Hall, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (12/12) pagi, Presiden mengingatkan, perlunya memilah antara persepsi politik dan ekonomi. Ekonomi  berjalan seiring dengan politik. Menurut Presiden proses politik tidak berpengaruh pada bidang penanaman modal.

Tahun 2014, papar presiden, berlangsung  Pilpres,  tahun 2015, 150-an Pilkada,  2016, 101 Pilkada. Sebentar lgi, 2018 ada 171 Pilkada, dan 2019 ada Pileg dan Pilpres.

“Apa pengusaha akan selalu menunggu dan melihat. Apa mau menunda investasi,” tanya Presiden.

Mengutip pernyataan Menko Perekonomian Darmin Nasution, salah satu ekonom senior, Presiden Jokowi menyampaikan, dengan adanya kontestasi politik itu paling tidak ada penambahan belanja.

“Belanja iklan, belanja spanduk, belanja kaos, juga ada belanja sembako,” ungkap Presiden Jokowi.

Banyaknya kegiatan politik seperti Pilkada serentak, Presiden Jokowi menegaskan, di Indonesia itu bukan pertama kali, begitu pula  dengan pemilu.

“Kemarin baik-baik saja, aman-aman saja. Dan ekonomi kita  tidak terpengaruh dengan pilkada,” tegas Presiden Jokowi.

Cara pandang Presiden serta cara berfikir pengusaha adalah sama-sama sah. Presiden berkepentingan menjaga pertumbuhan ekonomi, pengusaha berkepentingan menyelamatan modal.

Presiden melihat proses politik tidak berpengaruh buruk terhadap perkembangan ekonomi, sementara pengusaha khawatir, ketidakstabilan kemungkinan bisa saja terjadi.

Redaksi_ig


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE