• Kamis, 20 September 2018
  • LOGIN
Joxzin Ultah, Tanpa Tumpeng Tetap Meriah

Joxzin Ultah, Tanpa Tumpeng Tetap Meriah

Infogunungkidul,  PLAYEN, Sabtu Kliwon,  - Acara ulang tahun (ultah) lazim diiringi tiup lilin dan potong tumpeng/ kue. Kelompok kawula muda yang tergabung di dalam Joxzin (Joxo Zinthing) tidak. Mereka, pada ultah ke tiga (Joxzin Gunungkidul), mengundang sejumlah tokoh masyarakat tingkat kecamatan untuk makan bersama di Rumah Makan Omah Jowo (RMOJ) Playen. Kelompok ini lebih mengutamakan silaturahmi, ketimbang hura-hura.

“Joxzin memandang potong kue adalah sebatas serimoni. Kami tidak mau itu. Kami ingin lebih substantif, mempererat tali persaudaraan” ujar Komadann Joxzin,  Yanto, P. (15/12) malam.

Sepintas dia memaparkan, nama Joxzin berawal dari kata Pojox Benzin, yaitu tempat anak-anak Kauman nongkrong di pojok alun-alun utara. Joxzin, menurut Yanto, juga sering disingkat JXZ.

Untuk kawasan DIY, menyebut kelahiran, Joxzin berdiri 21 Desember 1982. Oleh publik, Joxzin disebut seagai ‘geng’, tetapi seiring perkembangan zaman, julukan itu hilang.

“Joxzin mengubah kegiatan dari konkow-konkow ke arah positif seperti menanggulangi penyalahgunaan narkoba,” tandas Yanto didampingi Iwan Geombok selaku Wakil Komandan.

Tampak hadir dalam acara silaturahmi dan makan bersama, di samping Muspika setempat, Kades, dan tokoh agama, juga Mayor Sunaryanta.

Di depan tamu undangan, Jhoni Gunawan selaku tuan rumah, mewakili kerabat besar Joxzin mengutip data, jumlah anggota Joxzin se Gunungkidul kurang lebih 780 orang.

Dikonfirmasi, Iwan Gembok membenarkan, anggota sebesar itu kepengurusannya tersebar di 15 kecamatan. Patuk, Ngawen dan Purwasari belum terbentuk.

Reporter:  Agung Sedayu_ig


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE