Sejak Kapan Natal Diperingati, Ini Sejarahnya
  • Senin, 20 Agustus 2018
  • LOGIN
Sejak Kapan Natal Diperingati, Ini Sejarahnya

Sejak Kapan Natal Diperingati, Ini Sejarahnya

Infogunungkidul, PLAYEN, Senin Wage--Hari Raya Natal untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus ternyata tidak dilaksanakan sejak kelahiran Sang Juru Selamat itu. Hal ini diungkapkan Romo Gregorius Awan Widyaka Pr kala memimpin Ekaristi peringatan Misa Natal di Gereja Santo Yusup, Bandung, Playen, Minggu malam (24/12).

“Dalam kitab suci tidak pernah disebutkan bahwa Yesus Kristus itu lahir pada tanggal 25 Desember. Sebab bunyinya seperti ini Hari ini telah lahir bagimu Juru Selamat, yaitu Kristus Tuhan, di Kota Daud,” jelas Romo Awan.

Dengan kata lain, sambung Awan, jika ayat tersebut dibaca pada 17 Agustus maka pada hari itulah sang Juru Selamat lahir. Demikian juga jika dibaca pada hari-hari lainnya, sebab konteks dasar katanya adalah hari ini.

Lantas sejak kapan Natal diperingati sebagai hari lahirnya Yesus Kristus ?

“Sebelum tahun 300 Masehi belum ada itu peringatan Natal. Nah pada abad 3 itu pada 25 Desember ada penyembahan berhala yaitu Dewa Matahari. Lalu gereja berpikir untuk mengalihkan bagaimana caranya agar umat tidak menyembah berhala, tetapi menyembah Tuhan,” lanjutnya.

Lalu oleh pihak gereja maknanya diubah, dari awalnya 25 Desember pesta menyembah berhala menjadi menyembah Tuhan. Dan hingga saat ini diperingatilah 25 Desember sebagai Hari Natal untuk mengingat kelahiran Yesus Kristus Sang Juru Selamat.

Dalam peringatan Misa Natal di Gereja Santo Yusup, jemaat meluap hingga ke gerbang gereja. 1200 kursi yang disediakan panitia penuh sesak dengan jemaat. Akibatnya banyak jemaat yang tak kebagian kursi terpaksa mengikuti misa dengan berdiri ataupun duduk dengan menggelar tikar. Diperkirakan jemaat yang hadir lebih dari 2000 orang.

Gaib Wisnu Prasetya


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE