• Selasa, 11 Desember 2018
  • LOGIN
Tinggal Dirumah Tak Layak Huni, Bayi Umur 17 Hari Terserang Penyakit Kaki Gajah

Tinggal Dirumah Tak Layak Huni, Bayi Umur 17 Hari Terserang Penyakit Kaki Gajah

Infogunungkidul, SEMANU, Senin Wage, - Ditengah himpitan ekonomi keluarga yang serba kekurangan pasangan suami istri Hadi Supono (48), dan Marsih (39), warga Padukuhan Bendorejo, RT/RW 06/15, Desa Semanu, Kecamatan Semanu, mendapatkan anugrah sekaligus musibah, dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Anugrah lantaran diberi karunia lahirnya Difsa Saputri pada 8 Desember 2017, musibah lantaran si jabang bayi mengidap penyakit kaki gajah.

Kaki sebelah kiri bayi perempuan umur 17 hari ini membengkak dan berwarna coklat kemerahan. Seharusnya, Difsa Saputri masih harus menjalani rawat inap di RSUP dr Sardjito, Yogyakarta. Namun lantaran ketiadaan biaya, Hadi Supono menyerah dan membawa anaknya pulang.

“Memang sudah dibiayai BPJS, tetapi untuk biaya wira-wiri dan menunggu di RS Sardjito kami tidak sanggup. Kami keluarga tidak mampu dan untuk biaya Genduk ini sudah banyak hutang kesana kemari,” keluh Hadi Supono, Senin (25/12).

Lebih lanjut bapak 5 orang anak ini menjelaskan sejak lahir di RSUD Wonosari, anak bungsunya sudah memiliki kelainan di bagian kaki kiri. Maka oleh dokter langsung dirujuk ke RSUP dr Sardjito Yogyakarta. Perawatan Difsa Saputri menggunakan kartu BPJS sehingga gratis dalam hal biaya pengobatan.

“Kesimpulan dokter katanya anak saya mengidap kaki gajah. Dan ini sudah terdeteksi sejak masih 8 bulan dalam kandungan oleh dokter Anita,” tambahnya.

Faktor tempat tinggal yang tidak layak huni hingga kurangnya asupan gizi saat ibu hamil diduga menjadi penyebab bayi Difsa Saputri mengidap penyakit kaki gajah. Diketahui Hadi Supono sekeluarga tinggal di rumah berdinding papan kayu dan bambu yang sebagian sudah lapuk. Disisi lain rumahnya beralaskan tanah dan sebagian berlantai tegel batu putih.

Dalam rumah sederhana itu tinggallah Hadi Supono berdesak-desakan dengan 6 anggota keluarga lainnya. Pekerjaan Pono hanyalah dukun pijat panggilan dengan penghasilan tidak pasti sekaligus buruh tani jika ada tetangga membutuhkan uluran tenaganya. Untuk biaya pengobatan Difsa Saputri, Pono berharap mendapat uluran bantuan dari dermawan yang sudi membantu meringankan bebannya.

Sementara itu, alumni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Wonosari yang habis menggelar reuni langsung patungan untuk membantu keluarga malang ini. Dibawah komando Sugiyo, Arif Rahman Saleh dan Luqman Sahid, para alumnus MAN Wonosari tahun 95/96 berdatangan untuk menyerahkan bantuan hasil patungan.

“Kami memberi bukan karena kita kaya, namun karena kami pernah merasakan rasanya tidak punya apa-apa. Maka kami serahkan bantuan tak seberapa ini agar bisa membantu biaya pengobatan Difsa Saputri,” jelas Sugiyo mewakili rekan-rekannya.

Disisi lain Luqman Sahid berharap, dengan sedikit bantuan dari alumnus MAN Wonosari 95/96 dapat mengetuk hati dermawan lain untuk mengulurkan dana kepada pasutri ini. Bantuan diterima langsung oleh Pono-Marsih dan hendak digunakan untuk biaya berobat Difsa Saputri ke RSUD Wonosari.

Gaib Wisnu Prasetya_ig


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE