• Senin, 16 Juli 2018
  • LOGIN
Totalitas Pengabdian TNI, Danramil Gendong Janda Jompo Menuju Rumah Baru

Totalitas Pengabdian TNI, Danramil Gendong Janda Jompo Menuju Rumah Baru

Infogunungkidul, NGLIPAR, Rabu Legi, - Berbuat terbaik, berani, tulus, dan ikhlas dalam pengabdian menjadi doktrin yang tertanam kuat di dalam jiwa setiap anggota TNI. Hal ini pula yang diterapkan Kapten Inf Marsimin, Komandan Rayon Militer 03/Nglipar bersama jajarannya kala menghadapi berbagai persoalan. Pasca amukan siklon tropis Cempaka yang berdampak banjir di wilayah Nglipar dan Gedangsari membuat seluruh anggota TNI menyingsingkan lengan.

Tak hanya evakuasi korban bencana, anggota TNI bahkan membangun rumah janda jompo yang tinggal sebatang kara dan hidup dalam kemiskinan. Danramil pula yang menggendong Mbok Kasiyem 80, ke dalam rumah barunya.

“Bersama rakyat, TNI kuat. Itu slogan yang senantiasa didengungkan Panglima TNI. Maka bersama dengan Dandim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf M Taufik Hanif Yassin, S.Sos kami bahu membahu menangani dampak bencana,” terang Kapten Marsimin.

Sejak banjir bandang menerjang, sambung Marsimin, dia bersama anggotanya langsung terjun ke masyarakat dan berjibaku mengevakuasi rakyat dari kepungan banjir. Padahal pada saat kejadian wilayah Nglipar dan Gedangsari terdampak paling parah dari bencana tersebut.

“Beberapa jembatan putus akibat dapuran bambu dan pohon tumbang menyumbat aliran sungai. Air meluap ke rumah penduduk hingga ketinggian beberapa meter. Disinilah peran dan kekompakan TNI/Polri menyelamatkan jiwa warga sangat nampak,” kenangnya.

Pasca bencana Nglipar-Gedangsari porak poranda, kerusakan akibat tanah longsor, jalan rusak, jembatan putus, rumah roboh hingga dusun yang terisolir menjadi santapan sehari-hari anggota TNI/Polri. Droping logistic agar tepat sasaran juga dilakukan jajaran Koramil Nglipar bersama Polsek Nglipar dan Gedangsari.

“Kita bahu membahu bersama rakyat membuka akses jalan yang tertutup longsoran material. TNI/Polri juga gotong royong bersama rakyat membangun kembali rumah-rumah yang rusak berat,” lanjutnya.

Rumah janda Kasiyem warga Padukuhan Kepuhsari RT/RW 01/02, Desa Katongan yang hanya berjarak 10 meter dari Jembatan Teleng yang putus diterjang banjir menjadi salah satu titik perhatian Kapten Marsimin.

“Dia tinggal sebatang kara tanpa anak dan suami. Padahal usianya sudah udzur dan harus mencari nafkah sendiri dan rumahnya jauh dari kata layak huni. Maka saya laporkan kepada Dandim agar ditindak lanjuti,” sambungnya.

Hasilnya hanya dalam 3 hari sejak 20-22 Desember 2017 aparat TNI bergotong royong dengan masyarakat membangun kembali rumah Kasiyem. Rumah ukuran 4 x 8 meter dibangun kembali di atas lahan yang ternyata juga bukan milik Kasiyem. Bahkan Marsimin bernadzar jika rumah sudah layak huni akan menggendong Mbok Kasiyem ke rumahnya yang sudah jadi.

“Dan nadzar tersebut saya penuhi kemarin saat penyerahan kunci rumah. Dana untuk membangun dari Kodim 0730/Gunungkidul, kita subsidi pasir semen dan tenaga, serta ada bantuan genteng 1000 dari drh Retno,” jelas mantan Danramil Semin ini.

Apa yang dilakukan Kapten Inf Marsimin ini mendapatkan apresiasi khusus dari Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf M Taufik Hanif Yassin, S.Sos yang juga turun langsung memimpin kerja bakti pembangunan rumah Mbok Kasiyem.

“Begitu mendapatkan laporan langsung kita tindak lanjuti, bahkan saya sendiri juga terjun kesana. Kasihan dia nenek sebatangkara yang tinggal sendiri bahkan lahan untuk membangun rumah itu milik orang lain,” katanya.

Dandim berharap apa yang dilakukan anggotanya dapat menjadi teladan bagi jajaran TNI lain di Indonesia. Kuncinya tetap berbuat yang terbaik, berani, tulus dan ikhlas tanpa mempedulikan apapun kata orang. Biarkan rakyat yang menilai tindakan TNI di lapangan.

Reporter: W Joko Narendro.


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE