• Rabu, 18 Juli 2018
  • LOGIN
Putus Cinta, Pisau Dapur Jalan Keluarnya

Putus Cinta, Pisau Dapur Jalan Keluarnya

Infogunungkidul, Ono-Ono Wae (OOW) adalah rubrik khas, disajikan dengan gaya berbeda, unik, nyleneh dan kocak. Dikutip dari berbagai sumber. Tokoh dalam cerita bukan nama sebenarnya.

Picik banget pikiran Giyono, 18 (bukan nama sebenarnya), dari Karangmojo ini. Jika tak punya pacar dikiranya hidup sudah tiada guna, sehingga tanpa pikir panjang pisau dapur pun nekad ditusukkan ke perutnya, juss. Gegerlah keluarga dan tetangga karena ulah nekad pemuda ini.

Cinta itu kadang semanis madu, tapi bisa juga sepahit empedu. Terasa manis, ketika gelora hati dan aspirasi urusan bawahnya kesampaian. Tapi menjadi pahit bagaikan empedu saat cintanya kandas atau dikhianati.

Bagi orang yang terlalu mengagung-agungkan cinta, ditinggal kekasih atau putus cinta benar-benar merasa kehilangan segalanya. Tak ada lagi pegangan hidup, di samping tak ada lagi yang dipegang-pegang. Padahal diluar sana, wuiiih berbagai type gadis bertebaran dan bebas dipilih. Apalagi statusnya masih bujangan sehingga bisa mendapatkan pujaan hati yang jauh lebih baik.

Agaknya Giyono warga  Ngawis, Kecamatan Karangmojo ini termasuk lelaki pengagung cinta yang berkaca mata kuda. Baginya, cinta adalah energi kehidupan. Karena cinta semangatnya menjadi menyala-nyala untuk rajin bekerja. Dan karena cinta pula, dunia menjadi nampak begitu indah ketika dekat dengan si dia, duduk di sampingnya, apa lagi di atasnya. Kaca mata kudanya hanya menatap satu sosok wanita idaman hati, tanpa melirik di kanan kiri si cewek bertebaran gadis cantik lainnya.

Ceritanya Giyono mencintai seorang gadis sebut saja namanya Sundari tinggal tak jauh dari tempat kerjanaya di Kota Gudek, Yogyakarta. Sudah lama Giyono naksir Sundari dan berharap dapat menikah resmi dengan gadis itu. Alangkah indahnya jika bisa membentuk keluarga sakinah, mawadah warrahmah dan kelak punya pembantu bernama Sukinah dengan Sundari sang pujaan hati.

Namun tak ada hujan apalagi amukan siklon Cempaka, tiba-tiba beberapa hari lalu Giyono kembali pulang dari bekerja di Yogyakarta. Sejak itulah dirinya tampak sering murung dan terlihat seperti orang yang bingung. Setelah diselidiki keluarga, ternyata habis putus cinta dengan pacarnya. Pemuda itu tampak linglung dan seolah hilang semangat hidupnya.

Kemarin, Selasa (27/12) sekira pukul 16.30 WIB Giyono diminta neneknya membantu menjerang air di dapur. Maksud si nenek agar sang cucu sedikit terhibur dari duka akibat cinta.

 

"Saya sempat mengajaknya untuk masak air, namun tidak mau, dan tanpa saya ketahui tiba-tiba sudah memegang sebilah pisau dan mencoba menusukkan ke tubuhnya," tutur neneknya.

 

Lebih lanjut sang nenek menceritakan, ia sempat merebut pisau tersebut namun tidak berhasil, hingga tahu-tahu cucunya sudah dalam kondisi bersimbah darah dengan pisau menancap di perut. Sang nenek pun panik dan berteriak minta tolong kepada warga. Para tetangga pun bergegas membawanya ke RS Panti Rahayu, Kelor, Karangmojo. Berhubung lukanya lumayan parah, maka dirujuk ke RS Panti Rapih Yogyakarta.

Giyono belum bisa ditanyai mengingat kondisinya lumayan parah. Pikir pemuda cengeng itu mungkin, tanpa Sundari sebagai pendamping hidup, percuma saja hidup di dunia segala. Maka dari pada menyiksa pikiran, mending bunuh diri saja. Dikiranya dunia hanya selebar godong kelor apa ? Sehingga di dunia tidak ada wanita lain hingga harus mengakhiri hidupnya.

Perutnya sudah berhasil dijahit, tapi warga sangat menyesalkan sikap anak muda yang terlalu gegabah itu. Padahal jika sampai tewas, maka Giyono sama saja aji godong jati aking (lebih berharga daun jati kering). Jasadnya hanya bakal jadi santapan cacing tanah dan belatung tanpa ada yang dapat membantu lagi.

Woalah Le, cupet men nalarmu ? Kowe wani mati nanging wedi ngadepi kahanan urip.

Gaip Wisnu Prasetya
 


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE