• Jumat, 16 November 2018
  • LOGIN
Biaya Mahal dan Tak Tersedianya Safety Pantai Timang Keluhkan Wisatawan

Biaya Mahal dan Tak Tersedianya Safety Pantai Timang Keluhkan Wisatawan

Infogunungkidul, TEPUS, Sabtu Wage,-Pantai Timang, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus sudah mulai viral di dunia pariwisata Kabupaten Gunungkidul. Pantai yang menyuguhkan keunikan dengan naik gondola menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Namun banyak wisatawan mengeluh karena mahalnya biaya yang harus dikeluarkan, dan tidak ada safety yang memadahi.

 

Cristofani (25) warga asli Sorong Papua, yang tinggal di Padukuhan Seturan, Desa Babarsari, Kecamatan Depok, salah satu wisatawan yang meneluhkan mahalnya biaya yang harus dikeluarkan untuk berwisata di pantai Timang.

 

Melalui Info Cegatan Jogja yang diunggah hari Selasa, (26/12) ia mempertanyakan biaya dan keamanan terhadap wisatawan yang tidak masuk akal.

 

Ketika dikonfirmasi, Sabtu, (30/12), Cristofani membenarkan apa yang telah dia alami ditulis dan diunggah melaui ICJ.

 

Diceritakannya, Ia bersama keluarga berwisata ke Pantai Timang, tanggal (26/12), dengan alasan pantai Timang sudah mulai viral karena selain pemandangan alamnya juga jembatan gantung, dan gondolanya. Tetapi hal yang kurang mengenakan dia alaminya ketika sampai di pos masuk.

 

 

"Saya disuruh parkir disekitar pos masuk, dengan alasan jalanya jelek, dan dipaksa serta menakut-nakuti harus naik ojek atau naik mobil jeeb," ujar mahasiswa Universitas Atma Jaya yang sedang tugas belajar mengambil S2 jurusan Ilmu Komunikasi.

 

Sedangkan biaya jasa ojek untuk satu orang harus membayar Rp. 50 rb, untuk jasa naik mobil jeeb, maksimal 5 orang bayar Rp. 350 rb.

 

 

"Karena saya bawa 8 orang kalau mau naik ojek berarti saya harus bayar Rp. 400 rb, apalagi sewa jeeb, akan lebih mahal," keluhnya.

 

 

Akhirnya ia bmemutuskan untuk jalan terus, walaupun memang agak jauh sekitar 2 Km lebih, dengan bebatuan kapur yang keras, tanah licin, dan ada beberapa tanjakan yang agak sulit.

 

 

Ia merasa prihatin karena mobil Fortuner dibelakangnya dipaksa harus parkir di sekitar pos masuk dan harus naik ojek atau sewa mobil jeeb.

 

 

"Saya mendengar sendiri, warga itu bilang, Pak, parkir saja disini, kami tidak bertanggungjawab kalau tidak bisa kembali pulang, kami juga tidak ada derek, sudah banyak yang terjebak," tuturnya, menirukan warga yang menakuti dan setelah memaksa.

 

Akhirnya karena ditakut-takuti, lanjut Cristofani, bapak beserta istri, dan dua anaknya tersebut naik ojek.

 

 

Menurut Cristofani, ternyata jalan yang dibilang jelek itu hanya penipu belaka, buktinya saya bisa tembus dan kembali lagi dengan selamat.

 

 

Tidak hanya sampai disitu saja, lanjut Cristofani, sesampainya di pantai Timang, saya dan keluarga bermaksud hati untuk menaiki gondola, dan mencoba jembatan gantung manual. Tetapi karena harganya tidak masuk akal, dan tidak ada safetynya, maka memutuskan untuk foto-foto dipinggirnya saja.

 

 

Diungkapkannya, untuk naik gondola dipatok harga Rp. 150 rb, sedangkan kalau mau mencoba jembatan gantungnya harus bayar Rp.100 rb.

 

 

"Bukan hanya masalah harga, tetapi juga tidak ada peralatan keamanan yang menjamin keselamatan wisatawan, seperti tali pengikat atau pelampung," gerutunya.

 

 

Critofani, berharap Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul akan lebih memperhatikan segala aspek untuk kenyamanan para wisatawan yang datang ke Gunungkidul.

 

 

"Jangan sampai karena uang, lemah dalam pengawasan yang akhirnya wisatawan menjadi korban," pungkasnya.

 

 

Sementara itu Harry Sukmono, Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul ketika dikonfirmasi, Jumat, (29/12), mengatakan, pihaknya sudah mengetahui masalah keluhan wisatawan tersebut.

 

 

Terkait mahalnya tarif yang diberlakukan di pantai Timang, menurut Harry, dimungkinkan ada pertimbangan yang ditentukan oleh penyelenggara.

Hanya ia menyayangkan dengan adanya unsur paksaan.

 

 

"Kami sesalkan kalau ada model paksaan, besok akan kita chek ke lokasi," ucapnya.

 

 

Reporter: W. Joko Narendro_ig

 


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE