• Rabu, 17 Januari 2018
  • LOGIN
  • Berlangganan Berita Terbaru invite BBM DCA2ADE9/ DD30B86C/ WA. 081904213283. Infogunungkidul, menerima tulisan/ berita opini dari pembaca sesuai dengan kaidah dan kode etik jurnalistik, tidak mengandung unsur sentimen SARA dan Provokatif terhadap kelompok tertentu. Kirimkan opini ke email: redaksi@infogunungkidul.com - "HYPNO THERAPY" Mengobati berbagai macam penyakit. Buka praktek hari: Rabu & Sabtu Jam: 08.00-16.00 Alamat praktek: Jl. Kyai Legi Kepek Wonosari Gunungkidul. Konsultasi & Pendaftaran hub. Lucy 08997722517.

Subani SH MH: Konsep Penataan Pariwisata dan Budaya Gunungkidul Harus Dibenahi

Subani SH MH: Konsep Penataan Pariwisata dan Budaya Gunungkidul Harus Dibenahi


Infogunungkidul, SEMANU, Sabtu Wage,-Banyak faktor ekstern yang lebih dominan dalam mewarnai dinamika obyek wisata di Pegunungan Seribu yang awalnya terkenal tandus. Hal ini diungkapkan Subani SH MH, dari Dewan Pembina Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG).

 

Pengacara kondang di Jakarta yang tergabung dalam Amir Syamsudin & Partners ini tidak mengatakan bahwa Bupati Gunungkidul dan jajarannya tidak berprestasi dan kurang maksimal dalam bekerja.

 

“Orang banyak tidak tahu jika majunya dunia pariwisata itu bukan semata-mata karena kinerja Pemkab Gunungkidul. Banyak faktor diluar pemerintahan yang justru membuat pariwisata booming,” katanya baru-baru ini.

 

Faktor eksternal tersebut, sambung Subani, adalah peningkatan pendidikan dimana banyak orang yang saat ini beranggapan bahwa wisata/piknik adalah kebutuhan pokok. Refreshing ke tempat wisata akan membuat hidup lebih bergairah lagi. Berbeda dengan orang dahulu yang beranggapan berwisata hanyalah kebutuhan sekunder.

 

Majunya dunia teknologi informasi (IT) juga memicu booming-nya dunia pariwisata. Foto-foto ciamik hasil jepretan wisatawan yang kemudian di upload ke medsos menjadi sarana promosi gratis yang memikat orang lain untuk berkunjung.

 

“Obyek wisatanya malah lebih alami yang dahulu ketimbang sekarang, dan Pemkab Gunungkidul saya nilai belum memaksimalkan hal itu. Mestinya jalannya dibenahi agar semakin lebar, sarpras pendukung lainnya disiapkan secara maksimal dan banyak PR lainnya,” kritik Subani.

 

Subani mencontohkan jika Gunungkidul ingin maju mestinya belajar dari Bali, dimana Provinsi Bali mampu mensinkronkan wisata budaya, religi dan wisata menjadi kesatuan hingga membuat orang betah piknik disana.

 

“Baru turun pesawat saja nuansa Bali akan langsung terasa dengan irama musik gamelan yang khas, wisatawan langsung terkesan dengan hal itu. Lha ini belum dilakukan Pemkab Gunungkidul,” lanjutnya.       

 

Besarnya Dana Keistimewaan DIY, dimata Subani juga akan mubadzir dan sia-sia manakala Dinas Kebudayaan salah konsep dalam pengelolaan anggaran. Adanya festival seni, festival kethoprak, parade reog jathilan hingga pemberian bantuan berwujud gamelan dan wayang kulit bukan jaminan jika budaya lokal lestari dengan baik.

 

“Diberi gamelan, diberi wayang, diberikan seragam tetap tidak akan mengena jika konsep dasarnya tidak dibenahi terlebih dahulu,” tambah mantan calon bupati Gunungkidul tahun 2000 ini.

 

Mestinya pemerintah mewajibkan muatan pendidikan budaya lokal di sekolah-sekolah sejak SD hingga minimal SMA/SMK. Dan hal tersebut wajib diujikan jika siswa ingin lulus sekolah. Subani mencontohkan, di Gunungkidul sejak SD siswa dididik budaya Jawa. Mulai dari aksara Jawa, tembang gending Jawa, diajarkan wayang kulit, reog, jathilan dan lainnya. Jika diajarkan sejak SD hingga SMA, maka siswa akan sangat faham dan dipastikan mencintai serta mau melestarikan budaya.

 

“Kalau dari kecil sudah mencintai wayang misalnya, maka besok saat dewasa tinggal di luar Jawa sekalipun, saat ada pementasan wayang dia akan datang karena sudah senang. Lha sekarang ? Dibantu gamelan tapi tidak faham gending Jawa, diberi wayang, tapi Pandawa saja tidak hafal. Bagaimana mau memainkan, wong kenal saja tidak ? Inikan mubadzir namanya,” pungkas Subani.

 

Walaupun diadakan seminar, parade, festival berbau seni budaya seperti diatas, namun jika konsep dasarnya tidak dibenahi sejak sekarang maka hanya oknum-oknum tertentu yang menikmati. Untuk itu Subani berharap Pemkab Gunungkidul dapat menerapkan anggaran Dana Keistimewaan secara benar, tepat sasaran dan tidak berorientasi proyek semata.

Gaib Wisnu Prasetya_ig

 

INFO BISNIS

1. AHASS 693 WONOSARI HONDA SERVICE

Jln. KH Agus Salim 113 Ledoksari Wonosari Telp. (0274) 392266, HP. 087838272255

Melayani : Servis Gratis, Servis Ringan, Servis Berat, Press Porok, Press Body, Penjualan Spare Part Lengkap, Pemesanan Sparepart, Booking Servis dan Layanan Servis Antar Jemput. PROMO JANUARI !!! Service lengkap berhadiah Plas Chamois/Discount 15% Syarat ketentuan berlaku (Selama persediaan masih ada)

2. ESTETHIC SALON & BODY SPA

Jln. KH Agus Salim 113 Ledoksari Wonosari HP.081802711531, WA.081227706969

Melayani : Perawatan Rambut, Perawatan Badan (Free Totok Wajah) Khusus Wanita, Perawatan Wajah (Standar Skincare Tarif Pelajar),Konsultasi Kulit dan Healthy, Pengencangan Wajah, Tiruskan dan Rampingkan Pipi, Wajah, Leher, Menghilangkan Kantung Mata Tanpa Operasi

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE