• Minggu, 21 Oktober 2018
  • LOGIN
Latiyem, Wanita Tua Renta Hidup Sebatang Kara

Latiyem, Wanita Tua Renta Hidup Sebatang Kara

Infogunungkidul, PALIYAN, Sabtu Wage,- Banyak ditemukan warga yang selayaknya mendapat bantuan, justru terabaikan. Latiyem, warga Padukuhan Trowono B RT/RW 01/03, Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan ini contohnya.

 

 

Perempuan 77 tahun ini tinggal di dalam gubuk bambu reot yang sudah berlubang disana sini. Jauh dari kata layak huni. Dinding gedek bambu bolong di sejumlah titik, alasnya tanah, disitulah biasanya Latiyem tidur beralaskan terpal tipis.

 

Tidak ada kasur atau selimut hangat pelindung nenek ini dari dinginnya cuaca. Sejumlah genting sebagai atap gubuknya banyak yang sudah bolong. Praktis setiap hujan turun air akan menggenang dalam gubuk.

 

Di dalam rumah, kondisinya gelap tanpa ada listrik sama sekali dalam gubuknya. Satu-satunya penerang rumah adalah lampu teplok. Gubuk milik Latiyem itu benar-benar sangat jauh dari kata layak. Bahkan, sangat tidak layak huni.

 

Latiyem hidup sendirian tanpa anak dan suami sama sekali. Dia tidak memiliki keturunan. Satu-satunya saudara, yakni pasutri Rukiman, dan Wagiyem yang tinggal persis di depan gubuknya.

 

Latiyem sudah tidak bisa bekerja. Berjalan pun harus tertatih-tatih lantaran usia udzur. Kebutuhan makan mengandalkan pemberian saudara, dan tetangga. Pendengarannya sudah sangat mundur, sulit untuk diajak komunikasi. Perempuan tua ini menerima bantuan dari pemerintah terakhir saat masih ada program BLT (Bantuan Langsung Tunai) beberapa tahun lalu.

 

Sunirah 39, keponakan Latiyem mengatakan, kondisi ekonomi lah yang membuat nenek sebatang kara itu hidup seperti itu.

 

“Dulu tinggal bersama saya lantaran habis kecelakaan lalu lintas. Namun setelah sembuh tidak mau lagi saya openi, alasannya enggan merepotkan sanak saudara,” terang terangnya, Sabtu (30/12).

 

Sunirah mengatakan, sehari-hari Latiyem mengandalkan pemberian sanak saudara. Wagiyem 69, saudara kandungnya juga bernasib sama. Yakni, kekurangan dari sisi ekonomi. Akibatnya, tidak bisa membantu banyak kepada kakaknya yang hidup sebatang kara itu.

 

Selama ini Latiyem hidup sangat kekurangan. Tidak ada sepeser pun uang untuk makan. Jika tak memiliki kayu bakar untuk memasak, maka gedek dinding rumahnya dipereteli untuk dibakar. Praktis dinding rumahnya bolong disana sini.

 

“Dulu ranjang kayunya bagus, namun jika tak punya kayu terus dibakar. Akibatnya sekarang tidak memiliki ranjang sama sekali,” kata Sunirah.

 

Belum lama ini, sambung Sunirah, Mbah Latiyem bahkan ditemukan dalam kondisi pingsan di Pasar Trowono. Usut punya usut ternyata Latiyem pingsan lantaran kelaparan, sebab sehabis diberi makan bisa kembali sehat.

 

“Dia itu berak, tidur dan aktivitas lainnya yaa dalam gubuk itu. Saya yang biasanya membersihkan segala kotoran didalamnya,” pungkas Sunirah.

 

Terpisah, Supoyo Dukuh Trowono B, mengaku tidak bisa berbuat banyak menolong kondisi warganya seperti itu. Latiyem tidak mendapatkan bantuan PKH (Paket Keluarga Harapan) dari pemerintah lantaran tak memiliki Kartu Keluarga. Lantaran hidup sebatang kara, maka KK atas nama Latiyem diikutkan milik Rukiman.

 

“Untuk bedah rumah pun kesulitan, sebab jatahnya satu padukuhan hanya 2 KK. Sudah saya usulkan namun belum mendapatkan respon,” jelasnya.

 

Supoyo mengaku, bilamana ada pihak yang berkenan membantu bedah rumah milik Latiyem, pihaknya siap mengerahkan warga untuk gotong royong.

 

Sementara itu Endang Sri Sumiartini, Anggota DPRD Gunungkidul begitu mendengar nasib Latiyem segera mengirimkan paket sembako.

 

“Ini bersama IKKJ (Info Kedaruratan dan Kepedulian Jogjakarta) siap bedah rumah Mbok Latiyem. Segera kita tindak lanjuti,” kata politikus PDI Perjuangan ini.

 

Apa yang disampaikan Endang dibenarkan oleh Septi Wahyuningsih dari IKKJ, pada prinsipnya harus ada kepedulian sesama untuk mengentaskan nasib nenek sebatang kara ini.

 

“Ini rencana anggaran belanjanya segera kita bikin. Secepatnya bedah rumah untuk Latiyem segera dilaksanakan,” terang Septi.

 

Lebih lanjut Septi menjelaskan, IKKJ adalah komunitas sosial di facebook yang intens melakukan gerakan untuk membantu sesama seperti Latiyem ini. Sebelumnya IKKJ juga terlibat dalam bedah rumah milik Darno Suwito 82, warga Padukuhan Garotan, Desa Bendung, Kecamatan Semin.

 

Gaib Wisnu Prasetya_ig


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE