Suami Kerja Jadi TKI, Istri Dirumah Kerjain Brondong
  • Senin, 20 Agustus 2018
  • LOGIN
Suami Kerja Jadi TKI, Istri Dirumah Kerjain Brondong

Suami Kerja Jadi TKI, Istri Dirumah Kerjain Brondong

Infogunungkidul, Ono-Ono Wae (OOW) adalah rubrik khas, disajikan dengan gaya berbeda, unik, nyleneh dan kocak. Dikutip dari berbagai sumber. Tokoh dalam cerita bukan nama sebenarnya.

 

Demi mensejahterakan keluarga, Jarwo, 40, kerja banting tulang di negeri Jiran sebagai TKI. Tapi sayang, di tanah air istrinya, Westi, 34, malah “banting-bantingan” dengan lelaki berondong. Duit kiriman dari Malaysia habis buat manjakan sang PIL. Tak ada sikap Jarwo yang lain, kecuali cerai, cerai dan cerai…..

 

Punya istri cantik, kerja masih dalam satu kota; alangkah idealnya sebuah keluarga. Bisa berkasih-kasihan kapan saja, ibarat minum obat 3 kali seminggu sesendok makan juga bisa. Tapi tak semua orang bisa menikmati kebahagiaan itu. Terutama pelaut dan TKI, punya istri cantik ditinggal di rumah ibarat kata: wastro lungsed ing sampiran (barang bagus dibiarkan lecek karena nganggur).

 

Nasib Jarwo warga Paliyan ini juga seperti itu. Punya bini cantik tapi rejekinya jelek. Di kota Gaplek Gunungkidul rejekinya nyungsep, sehingga terpaksa mendaftar jadi TKI di Malaysia. Dan Alhamdulillah wasyukurillah, sejak menjadi TKI di negeri jiran ekonominya mulai membaik. Tiap bulan dia bisa kirim ringgit Malaysia yang lumayan. Dan karena postur anggaran sangat memadai, utang-utang luar rumah juga bisa dibayar lunas.

 

Istrinya, Westi, juga bisa berdandan lagi, merawat kecantikannya. Secara materil terjamin sudah. Tapi secara onderdil? Lha ini yang kacau balau. Sebab sejak suami menjadi tenaga kerja luar negeri, sudah setahun lebih dia tak menikmati kiprah “tenaga kuda” suami di atas ranjang. Sebagai wanita yang masih muda dan enerjik, itu siksaan berat bagi Westi.

 

Wanita jadi istri TKI ini mengalami kesepian di malam hari. Soalnya ketika dingin semakin menggigit di tengah malam, suami justru sedang diseberang lautan. Pulangnya menunggu kontraknya habis tahun depan. Praktis asset dan aspirasi bawah perut menganggur dalam tempo lama.

 

Untuk mengisi kesepian dia lalu main medsos. Ee, di sini dia nyangkut ke seorang lelaki bernama Dedy, 27, kenalan baru lewat FB yang tinggal di Saptosari. Lama-lama hubungan itu makin intensif, sehingga pertemuan khusus di darat pun dilangsungkan di salah satu warung bakso. Ternyata Dedy memang tampan bak Raden Arjuna.

 

“Tongkrongannya saja begitu, apa lagi “tangkringan”-nya ya…..” batin Westi kemudian.

 

Sekali waktu dia undang Dedy main kerumahnya di Paliyan. Westi menerima tamu hanya dengan menggunakan daster kuning kembang-kembang. Tentu saja mendapatkan pemandangan Vitamin A yang menggamit rasa merangsang pandang membuat Dedy langsung blingsatan. Maklum, masih bujangan dan belum pernah kambon wedokan. Secara iseng dia berkomentar nakal,

 

“Mbak pakai daster begitu, saya jadi nggak bisa tidur.” Ternyata digoda demikian Westi tidak marah, bahkan menantang. “Memangnya berani, ayo silakan coba?”

 

Ditantang begituan, tentu saja Dedy senang sekali. Kebetulan rumah istri TKI itu sedang sepi, wong anak-anaknya masih di sekolah, maka langsung saja bini Jarwo diserbu. Dasar memang sedang menunggu serangan, maka serbuan Dedy dilayani saja, sehingga kedudukan menjadi 1-0.

 

Ternyata prediksi Westi betul, anak muda ini memang luar biasa. Kaya stamina dan tenaga kuda meski baru pertama belajar bercinta. Tendangannya sangat akurat. Ketika bola dipelintir dan masuk gawang, goool…Westi merem melek dapat tendangan duabelas pas. Sejak itu dia jadi semakin lengket pada berondongnya tersebut.

 

Kini uang kiriman uang dari suami justru dihambur-hamburkan untuk berfoya-foya bersama berondongnya. Jarwo baru tahu akan hal itu ketika diberi tahu oleh adik kandungnya melalui telpon. Maka buru-buru dia pulang ke Gunungkidul, untuk menjebak istrinya yang telah melenceng jauh dari jalannya rel rumah tangga.

 

Bekerja sama dengan adiknya tersebut, Westi-Dedy berhasil dijebak dan digerebek saat bergumul dalam hotel melati di Bantul. Tak ayal keduanya kena hajar, merasakan lezatnya bogem mentah Jarwo. Tapi dia tak mau memperkarakan lebih jauh, kecuali membawa persoalan ini ke Pengadilan Agama Wonosari.

 

“Kalau begitu terus-terusan, bisa bangkrut saya.” Ujar Jarwo di kantor Pengadilan Agama.

 

Rupanya Jarwo benar-benar sudah patah arang. Westi diceraikan tanpa menggubris rengekan istri yang bersujud minta ampun. Jika perceraian sudah diteken, dia berharap hak asuh anak tetap padanya. Dia tak mau dua anaknya rusak gara-gara kelakuan ibunya. Semoga dapat istri pengganti yang setia, tak doyan lelaki brondong.

Enakan berondong jagung popcorn, manis dan gurih. 

 

Gaib Wisnu Prasetya

 


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE