• Jumat, 19 Oktober 2018
  • LOGIN
Data Statistik BPS Belum Sesuai Kenyataan di Lapangan

Data Statistik BPS Belum Sesuai Kenyataan di Lapangan

Infogunungkidul, NGLIPAR, Minggu Pahing, 7/1/18 -Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi, berkesimpulan, kemakmuran petani di Gunungkidul harus ada penilaian ulang, oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Selama ini penilaian data statistik, menurutnya tidaklah konkrit dengan kenyataan dilapangan.

 

 

Immawan Wahyudi, mengungkapkan hal itu, saat panen raya kedelai, dan jagung di Kecamatan Nglipar, (05/01), bersama Kepala BPTP DIY, Dr. Joko Pramono, dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gunungkidul, Ir. Bambang Wisnu Broto.

 

 

Menurut Immawan, kalau BPS tidak mendata ulang, dianggap petani Gunungkidul selama ini tidak memberikan kontribusi. Padahal kenyataannya, Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB), 25% nya sumbangan dari bidang pertanian. 

 

 

"Kalau pertanian dilihat secara komprehensif, dan menyeluruh maka bisa dimungkinkan kontribusi pertanian bisa mencapai 30%," ungkapnya.

 

 

Pertanian, menurut teorinya, dihitung berdasarkan kepemilikan lahan, Namun Seperti kita ketahui bahwa selain lahan tanah milik petani, juga ada lahan milik pemerintah yang dimanfaatkan sepenuhnya untuk digarap oleh petani.

 

 

"Dan ternyata hasilnya luar biasa, hal semacam ini oleh BPS, tidak terdata," ujarnya.

 

 

Diakuinya, data BPJS mengandalkan ramdom sampling yang memang banyak kelemahanya, jika tidak dilakukan pendataan dengan lebih konfrehensif, dan menyeluruh.

 

 

"Supaya hasil ramdonya itu tidak terlalu jauh penggambaranya dengan fakta dan realita yang sebenarnya dilapangan," saran Immawan.

 

 

Pada kesempatan itu Immawan Wahyudi juga menyampaikan, apresiasi kepada para petani kedelai di dusun Nglorok, Desa Kedungpoh, dan petani jagung di dusun Prebutan, desa Katongan, Kecamatan Nglipar.

 

 

Tercatat lahan milik Dinas kehutanan, yang saat ini dimanfaatkan oleh petani di seluruh Kecamatan Nglipar ada 1800 hektar.

 

 

"Bapak dan ibu sudah menjadi pejuang petani yang tangguh, ini suatu gambaran kemakmuran petani," tegasnya

 

 

Petani Gunungkidul, masih menurut Immawan, sudah memberikan kontribusi ketahanan pangan nomer 2 setelah Kabupaten Sleman.

 

 

Reporter: W. Joko Narendro_ig


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE