STW Berulah ABG Gara-Gara Suami Memble
  • Senin, 20 Agustus 2018
  • LOGIN
STW Berulah ABG Gara-Gara Suami Memble

STW Berulah ABG Gara-Gara Suami Memble

Infogunungkidul, Ono-Ono Wae (OOW) adalah rubrik khas, disajikan dengan gaya berbeda, unik, nyleneh dan kocak. Dikutip dari berbagai sumber. Tokoh dalam cerita bukan nama sebenarnya.

 

Sarminah 40, termasuk wanita lihay juga. Dia pilih punya PIL tukang ojek, karena lebih aman. Biar pengojek tapi Daliso, 35, memang perkasa di ranjang. Sedang suaminya, Maryadi, 43, kini memble dan suka KO duluan. Bosan punya suami bikin gairah ngegantung, akhirnya Sarminah menggugat cerai ke Pengadilan Agama.

 

Profesi pengojek sering dipandang sebelah mata oleh calon mertua. Padahal bagi kalangan wanita kesepian, justru profesi ini memiliki prospek sangat menjanjikan. Pacaran dengan dia takkan dicurigai, karena pasti dianggap boncengkan pelanggan. Padahal karena namanya juga PIL, pastilah penumpang bukan diantar ke rumah, melainkan dibawa ke hotel untuk berkencan ria.

 

Sarminah warga Kecamatan Patuk adalah salah satu perempuan yang bisa menarik asas manfaat seorang pengojek dari sisi lain, yang selama ini tak pernah terpikirkan orang. Dia suka jalan bareng dengan pengojek bernama Daliso. Para tetangga dan handai taulan tak pernah mencurigai, karena selalu menganggap bahwa Sarminah sedang mencarter pengojek untuk mengantar ke suatu tempat. Padahal………….

 

Dalam usia kepala 4 sekarang ini, hasrat Sarminah justru meninggi. Maka orang sekarang menyebutnya ABG. Bukan anak baru gede, melainkan Atas Bawah Gatel. Entah apanya yang gatel, yang pasti tak bisa disembuhkan oleh Kalpanax, Pandas ataupun bobokan bata (batu bata yang dilembutkan).

 

Mungkin sedang puber kedua, Sarminah selalu menuntut pasokan lebih dari suami. Sayangnya Maryadi sudah tak bisa memenuhi, karena sudah capek seharian bekerja di kantor. Mungkin kalah awu, Maryadi selalu KO duluan saat bertanding dengan Sarminah. Padahal ibaratnya orang main bulutangkis, maunya Sarminah itu maunya selalu dapat smash-smash tajam menukik. Yang diperoleh dari Maryadi, hanya back hand melulu.

“Ah payah sampeyan, kayak ayam kampung.” Ledek Sarminah.

“Kodok kalung kupat, Dik. Awak boyok sing gak kuwat,” jawab Maryadi sedingin air dalam gentong.

Mungkin terpaku oleh motto Wapres JK dulu bahwa “lebih cepat kebih baik”, Maryadi selalu gagal menjalankan missi kepala rumahtangga. Istri menyarankan suami berobat ke dokter Boyke atau Naek L. Tobing dulu. Tapi Maryadi tak pernah mau, karena malu. Masak urusan begituan saja harus diketahui pihak lain. Bisa-bisa nanti bentuk tim untuk mengatasi “edi tansil” (ejakulasi dini tanpa hasil).

Sadar bahwa suami tak bisa lagi diharapkan, Sarminah lalu mencari kepuasan di jalur independen, yang tak perlu lampirkan 1 juta KTP seperti persyaratan KPU. Gacoan barunya adalah Daliso, seorang pengojek sepeda motor jenis opang (ojek pangkalan). Awalnya anak muda ini memang pelanggan beneran. Tapi dari obrolan ngalor ngidul, rupanya Daliso bisa “ngojek” di bidang lain. Bila ojek biasa hanya mengantarkan ke suatu tempat, ojek lain Daliso justru bisa mengantarkan Ny. Sarminah ke langit sap tujuh.

Disisi lain Daliso setiap melihat penampilan Sarminah, ukuran celananya langsung berubah dari L ke XL, ukuran jumbo. Dia membayangkan bagaimana asyiknya makan buah asmara bersama istri Maryadi ini. Nasinya pakai beras anyar nan pulen raja lele apa mentik, wooo……mertua sendiri juga takkan ditawari.

Sesuai petunjuk bapak setan, atau bapak setan memberi petunjuk, Daliso mulai mencoba mendekati Sarminah setiap nyarter ojeknya. Sekali dua kali Sarminah tak merespon, tapi lama-lama nyangkut juga. Mulailah keduanya suka WA-nan dan ujung-ujungnya ajakan kencan.

Awalnya Sarminah hanya ingin mencoba, ternyata Daliso ternyata memang jauuuh lebih perkasa dibanding Maryadi suaminya, mirip-mirip mbah Marijan, sama rosa-rosa-nya. Sejak itu, asal ABG Sarminah kambuh, keduanya lalu kencan di sebuah hotel di Jogja. Di tempat ini tak ada lagi mana pengojek mana pelanggan, yang penting pelepasan syahwat tertunaikan dengan baik.

Profesi Daliso memang sangat menguntungkan bagi Sarminah. Meski suka ketemu tetangga boncengan motor bareng, mereka selalu menganggap itu pengojek dengan konsumennya. Suaminya juga menganggap demikian, sehingga aksi mesumnya selama ini selalu aman mantap terkendali.

Tapi sepintar-pintarnya menyimpan pergendakan, lama-lama ada yang memergoki pasangan selingkuh ini kencan di hotel. Akhirnya memberi tahu Maryadi sehingga ributlah suami istri ini. Tapi rupanya Sarminah memilih bercerai saja, ketimbang mempertahankan suami yang sudah turun derajat jadi ayam sayur. Karenanya dia langsung mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Wonosari.

“Masih banyak lelaki yang perkasa laksana Gatutkaca,” kata Sarminah.

Pantes, Gatutkaca kan otot kawat balung wesi, jadi ya keras sekali. 

Gaib Wisnu Prasetya


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE