• Minggu, 22 Juli 2018
  • LOGIN
Stimulan Desa Pulutan Diduga Menyalahi Aturan, Jadi Perbincangan

Stimulan Desa Pulutan Diduga Menyalahi Aturan, Jadi Perbincangan

Infogunungkidul, WONOSARI, Rabu Kliwon, -Stimulan Pemerintah Desa (Pemdes), Pulutan, Kecamatan Wonosari, utamanya di Padukuhan Walikan, diduga menyalahi aturan, menjadi perbincangan masyarakat. Dalam pelaksanaannya dana Stimulan bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2017, namun awal tahun 2018 baru realisasi pengerjaannya.  

 
 
Hal tersebut menjadi tanda tanya besar, sejauh mana peran Pemdes Pulutan dalam perencanaan, pengawasan, dan pengelolaan anggaran DD yang selama ini dijalankannya. 
 
 
Sebagaimana diketahui tahun 2017, Pemdes Pulutan menggelontorkan 100 zak semen untuk masing-masing Padukuhan, dari 9 Padukuhan yang ada di wilayah Desa Pulutan.
 
 
8 Padukuhan telah selesai pengerjaannya, namun untuk Padukuhan Walikan saat ini masih dikebut proses pengerjaanya. 
 
 
Sesuai rencana yang ada, stimulan semen tersebut dipergunakan untuk pembangunan talud jalan padukuhan dengan panjang sekitar 200 meter. 
 
 
Salah seorang warga Desa Pulutan yang engan disebut namanya, menuding Pemdes Pulutan dinilai tidak cakap, dan terlalu banyak masalah. Menurutnya, adanya salah satu Padukuhan yang molor dalam merealisasikan program pembangunan desa, tidak lepas dari lemah, dan amburadulnya perencanaan pembangunan Desa. 
"Peran desa sebagai pengawas mana, ini jelas pembiaran yang tidak benar," ungkapnya kesal. 
Lebih lanjut dia menyampaikan, adanya temuan persoalan seperti ini agar jangan dibiarkan, dia mengajak seluruh warga masyarakat Pulutan untuk aktif turut serta mengawasi, dan menjadi kontrol kinerja Pemdes dalam melaksanakan anggaran DD yang ada. 
"Ini baru contoh kecil, masih banyak persoalan besar lainnya," ungkapnya. 
Sementara itu Dukuh Walikan Suroto, saat rapat/pertemuan dengan warga menyampaikan, adanya stimulan semen sebenarnya sangat memberatkan warganya, karena masyarakat dituntut swadaya yang tidak sedikit terlebih warga Padukuhan Walikan sangat kecil jumlah Kepala Keluarganya.
 
 
Keterlambatan proses pelaksanaan pembagunan talud, menurut Suroto, dikarenakan saat semen datang berbarengan dengan musim tanam, disamping itu menunggu kesiapan swadaya masyarakatnya. 
"Desa tahu bila semen di Walikan belum dikerjakan," jelasnya. 
Sementara itu Kepala Seksi (Kasie), Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Desa Pulutan Tri Suryanto, ketika dikonfirmasi melalui telepon menyampaikan, adanya keterlambatan pelaksanaan pembangunan dianggap tidak apa-apa asal nanti segera dilaksanakan. 
 
 
Namun ketika yang bersangkutan dikejar pertanyaan ada tidaknya unsur menyalahi aturan terkait laporan kegiatan yang dilaksanakan, Suryanto binggung memberikan tanggapan, dan menyerahkan komunikasi telepon kepada Bendahara Desa Y. Ineka Lintang. 
 
 
Dalam penjelasannya dia menyampaikan, dalam APBDes hanya menyebutkan pengadaan semen, namun tidak menyebut untuk jenis pekerjaannya, sehingga adanya keterlambatan pengerjaan semen itu bukan kesalahan dari pihak Desa. 
"Itu kesalahan Pak Dukuh dan warganya yang belum bisa mengerjakan, nanti gek monggo," ujarnya. 
Berdasarkan Peraturan Bupati Gunungkidul, Nomor 3 tahun 2013, tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Pemberian Stimulan Pembangunan Desa, pada Bab V Pelaporan, Pasal 13 ayat 3 dan 4 dijelaskan secara tegas, Pemerintah Desa wajib menyusun laporan pelaksanaan kegiatan dengan diketahui Camat setempat.
 
 
Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) disampaikan ke Pemerintah Daerah paling lambat bulan Desember tahun anggaran yang bersangkutan.
 
 
Sementara itu realisasi stimulan semen untuk pelaksanaan pembangunan talud Padukuhan Walikan, Desa Pulutan, baru dimulai tanggal 7, Januari, 2018, dan hingga berita ini dilansir pekerjaanya belum selesai 100%.
 
 
Reporter: Agus SW_ig


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE