• Senin, 10 Desember 2018
  • LOGIN
Balsem Untuk Obat Kuat, Ranjang Rumah Tangga Justru Ternoda

Balsem Untuk Obat Kuat, Ranjang Rumah Tangga Justru Ternoda

Infogunungkidul, Ono-Ono Wae (OOW) adalah rubrik khas, disajikan dengan gaya berbeda, unik, nyleneh dan kocak. Dikutip dari berbagai sumber. Tokoh dalam cerita bukan nama sebenarnya.

Aneh-aneh saja ide Venty, 40, dari Wonosari ini. Ketika kesal karena suami tak lagi perkasa di ranjang, Mardi, 45, disarankan pakai balsem. Celakanya, suami bego itu percaya dan manut saja. Padahal begitu dioleskan balsem pada itu tit…..eh burung, Mardi malah kelojotan dan gagal total dalam pertempuran hingga jadi susungan tetangga.

Pernahkah Anda mendengar anekdot tentang pacuan kuda? Dalam sebuah arena balap si Jaran Dawuk selalu memenangkan pertandingan. Apa rahasianya? Kata si joki, sebelum berlaga di lapangan hijau, alat vital kuda tersebut diam-diam diolesi balsem atau reumason. Bagitu rasa panas itu sudah ngefek, si Dawuk menjadi kesetanan dan kencang sekali larinya. Bukan karena ingin memuliakan majikan dengan piala dan hadiah, tapi karena tak tahan rasa panas di selangkangan!

Agaknya Mardi belum pernah dengar kisah si joki konyol tersebut. Maka ketika istri menyarankan pakai olesan balem, langsung saja percaya. Padahal hasilnya? Urusan tempur di ranjang gagal total, malunya nggak ketulungan lantaran tetangga jadi tahu penyakit yang dideritanya.

Awalnya rumahtangga Mardi – Venty ini sangat bahagia. Kebutuhan materil dan onderdil terpenuhi secara baik. 2 anak sudah nongol dari hasil koalisi nirlaba yang mereka lakukan. Tapi namanya usaha pasti mengalami pasang surut. Kadang untung gede, tapi juga bisa rugi, paling tidak sekedar bertahan. Demikian juga Mardi, pada masa jayanya dahulu dagang bakso larisnya nggak ketulungan. Ekonomi mapan sehingga apa-apa punya.

Awalnya usaha bakso Mardi memang laris manis. Jika yang lain pakai bakso yang didominasi tepung, dia pakai bakso yang benar-benar full daging sapi, sehingga saat digigit, bakso itu warnanya merah, kenyal nan gurih. Resikonya, harga bakso Mardi jadi lebih mahal ketimbang pedagang bakso yang lain. Lama-lama pelanggan berkurang, bahkan ketika tak jauh dari kiosnya muncul pesaing sejenis, bakso enak Mardi itu malah ditinggal pelanggan karena kemahalan.

Dia putar otak, bagaimana cara menambah omset. Apa meniru kiat Presiden Jokowi? Misalnya, beli bakso berhadiah sepeda. Tapi ya mana ketemu, untung 100 mangkok bakso belum juga dapat sepeda. Apa minta suntikan modal OK OCE-nya Wagub Sandiaga Uno di Jakarta? Ya mana bisa. Di samping dirinya bukan warga Jakarta, OK OCE memang tak menjanjikan bantuan modal, kecuali bahasa kampanye.

Urusan dagangan belum kelar, muncul masalah lain. Pasalnya menjelang usia kepala lima, onderdil intim Mardi mulai sering rewel. Ketika menjalankan tugas suami istri dalam urusan batiniah yang penuh gairah, permainan Mardi tak lagi prima kaya 20 tahun lalu. Itu tit.....eeh burung maunya tiduuur terus disaat lawan sudah jowal jawil mengajak pemanasan. Kalau dipaksa juga hasilnya muntah sebelum lima menit. Kan akhirnya hanya ngreget-ngregeti sprei ? Eeeh jangan-jangan onderdil suami Venty ini bikinan Taiwan.

Awalnya istri menghibur, mungkin kelelahan karena kerja yang terlalu diforsir di warung. Maka di rumah menu untuk Mardi oleh istrinya ditambah. Bukan saja asupan kacang ijo kaya gizi, juga banyak nguntal kuningan telur ayam Jawa. Dengan cara itu diharapkan Mardi kembali menjadi rosa-rosa macam Mbah Marijan dulu.

Namun ternyata kiat itu tak menolong keadaan. Burung Mardi justu semakin loyo, macam burung kakak tua yang giginya tinggal dua. Diam-diam Mardi lalu konsultasi ke dokter ahli semacam Naek L Tobing atau Boyke Dian Nugroho di Jakarta. Tapi mereka justru memvonis, Mardi memang terkena penyakit plek. Plek paru-paru kah ? Bukaaan..... Plek cur maksudnya.

Tapi vonis mengerikan ini tak pernah disampaikan Mardi kepada istrinya. Yang dilakukan justru terus berusaha dan berusaha, agar bisa memuaskan istri di dunia peranjangan. Namun tetap saja dia TKO sebelum bertanding, sehingga setengah nglulu Venty menyarankan,

“Sebaiknya diolesi balsem apa remason saja Mas. Barangkali jadi garang macam Jaran Dawuk,”

Bego juga Mardi ini rupanya. Seperti kehilangan daya kritisnya, dia langsung ambil balsem dikotak PPPK. Jin Iprit saja sampai kaget akan ulah nekad suami Venty.

“Ngapain kamu Boleh? Memangnya ente mumi, kok mau dibalsem?” ledek jin Iprit sambil lalu.

Tapi Mardi tak peduli, langsung saja mempraktekken resep bininya. Padahal begitu dioleskan ke itu burung, beberapa detik kemudian sudah kepanasan, bahkan kemudian kelojotan. Akhirnya dia gagal melaksanakan tugas mulia itu, bahkan kemudian dibego-begokan oleh istri sendiri. Belum lagi tetangga kanan kiri kemudian berdatangan nusung werto begitu mendengar Mardi nggero-nggero kepanasan macam harimau terluka.

Biar cepat dingin, sekarang direndem pakai es batu campur sirup, Bleh !

Gaib Wisnu Prasetya


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE