• Minggu, 21 Oktober 2018
  • LOGIN
Keterbatasan Dokter, Layanan Kesehatan Kurang Maksimal

Keterbatasan Dokter, Layanan Kesehatan Kurang Maksimal

Infogunungkidul

WONOSARI, Kamis Kliwon–Anggota DPRD DIY, Slamet, S.Pd. MM menilai, Dinas Kesehatan Gunungkidul kurang tanggap terhadap layanan kesehatan. Menyangkut tenaga dokter, menurutnya teramat kurang. Dinkes seperti menanggapi sepele.

Pembangunan fisik Puskesmas dan RSUD di Gunungkidul luar biasa, megah dan bagus. Sertifikasi ISO pun telah berada di tangan. Namun keluhan masyarakat terkait layanan kesehatan masih terus terjadi.

“Saya mohon Dinas Kesehatan jujur. Berapa jumlah tenaga kesehatan yang dimiliki. Salah satu problem ada di sini,” ujar Slamet (24/1).

Gunungkidul masih kekurangan dokter dan perawat, menurutnya penting disimak. Menyebut contoh kasus, Slamet mengatakan, Puskesmas Nglipar II, hanya punya 1 dokter.

"Itu saja dari Klaten, sementara diharapkan jadi Puskesmas rawat inap,"tandasnya

Menurut catatan dia, Keterbatasan dokter masih dikurangi dokter yang menduduki jabatan struktural. Ini semakin mengurangi tenaga pelayanan.

 

Jumlah penduduk Gunungkidul saat ini mencapai hampir 800.000 jiwa, dengan angka kemiskinan 21.7 %. Sangat jelas, bahwa jumlah dokter belum seimbang. 


“Saya mengapresiasi layanan RSUD dan Puskesmas yang semakin membaik, walau tak menutup ada kekurangan,” pungkasnya

 

Agung sedayu


BACA JUGA