• Sabtu, 22 September 2018
  • LOGIN
Terbongkarnya Perselingkuhan Istri Juragan

Terbongkarnya Perselingkuhan Istri Juragan

Infogunungkidul

Ono-Ono Wae (OOW) adalah rubrik khas, disajikan dengan gaya berbeda, unik, nyleneh dan kocak. Dikutip dari berbagai sumber. Tokoh dalam cerita bukan nama sebenarnya.

Sebagai juragan palawija, kisah hidup Rohali, 58, ternyata tidak selalu sukses seperti usahanya. Soalnya, bini tercinta Ny. Saminah, 35, yang selama ini dimanjakan, justru ada main dengan tukang bakso. Begitu marahnya sang suami, Saminah dan gendakanya langsung digerebek, meski sampai ngumpet-ngumpet ke dalam lemari pakaian segala.

Tak bisa dipungkiri, di zaman now ini lelaki sejelek apapun bila banyak duit bisa saja menikah dengan perempuan cantik. Apa lagi dewasa ini semakin banyak wanita bersemboyan: witing tresna merga atusan lima (baca: mata duitan). Maka banyak ditemukan di tengah masyarakat, suami sudah jompo loyo kempong peot tapi bininya masih kinclong macam Via Vallen atau Nella Kharisma.

Bagaimana dengan kehidupan ranjangnya? Ah itu urusan kesekianlah. Yang penting sekian tahun jadi bini si gaek, akan menjadi kaya raya tajir melintir setelah ditinggal mati suami. Ya jelas wong warisan dia akan dapat jatah sih......

Mungkin karena pertimbangan itu Saminah yang kembang desa, 15 tahun silam mau menikah dengan Rohali yang usianya sebaya bapaknya. Waktu menikah Rohali memang perjaka tua dan jelek, tapi kaya banget, karena jadi juragan palawija yang sukses. Kacang, kedelai hingga gaplek Rohali adalah penguasanya, beli dari petani tak terlalu mahal namun setelah dikirim ke Jakarta harganya bisa berlipat.

Bukti kekayaannya, baru beberapa tahun jadi suami istri sudah diajak ke Tanah Suci Mekah al Mukaromah. Cepat berangkat pula, karena waktu itu masih pakai ONH Plus yang belum kena waiting list. Maka sekarang Saminah sudah bergelar Hajah, meski kalau menyebut “Ya Allah” masih sangat njawani banget jadi “Ya Awoh”, lantaran huruf lam-nya ketlingsut di lidah.

Soal materil menjadi Bu Rohali memang serba tak kekurangan. Kemana mana pakai mobil sedan mewah yang semlinthir halus. Mau manicure pedicure hingga aerobic untuk perawatan kecantikan dengan bayaran mahal semua bisa terwujud. Kartu ATM dari berbagai bank berjejal jejal dalam dompetnya. Dan ternyata, jadi istri Rohali yang kaya raya Saminah memang happy sekali, karena tugasnya hanya mamah dan mlumah namun memiliki segudang fasilitas.

Limabelas tahun lalu, Rohali ini memang masih trengginas, karena baru berusia 40 tahun lebih sedikit, sementara istri 20 tahun. Jadi dalam urusan nafkah batin tidak mengecewakan. Ibarat main bulutangkis, smesan Rohali masih tajam menukik, “bola” tak pernah nyangkut di net.

Tapi dalam usia 58 tahun sekarang, Rohali mulai kedodoran. Dia tak bisa lagi membahagiakan istri sebahagia mungkin. Jika istri minta “jatah” Rohali sudah tidak memberi pelayanan maksimal. Ibarat mobil tua bangka, disuruh nanjak sudah tak sanggup lagi. Istri minta oper ke gigi dua, eh malah dimasukkan gigi empat, ya mblep…mblep….mundur lagi! Maklum, Rohali sudah lemas kecapekan. Sudah ngurusin palawija seharian, kok di rumah dipaksa narik istri lagi.

Seperti lazimnya orangtua, juragan palawija ini punya prinsip: dalam menjalani sisa-sisa umurnya mending cari pahala dari pada sibuk ngurusin seputar paha. Dus karena itulah, meski paha yang halalan tayiban milik sang istripun sudah jarang dijamah.

Gara-gara pelayanan suami yang sangat mengecewakan, Saminah merasa sangat kesepian walaupun di tempat ramai. Sehari-hari bengong saja, nyaris mirip tersangka KPK nunggu kapan dapat panggilan masuk Rutan.

“Apa kabur ke luar negri saja, ya?Alah iya, paspor sudah disita negara,,,,,!”

Sebagai istri yang masih muda nan enerjik, hal ini jelas menjadi problem serius.  Ny Saminah sudah mencoba tampil beda untuk menaikkan daya pikat pada suami. Mulai dari senam aerobik, fitness dan perawatan kecantikan semua dijalani. Tapi Rohali sudah tidak merespon. Ketika Saminah pakai daster sutera tipis malam-malam, malah diberinya selimut.

“Nanti kalau mangsuk angin, saya yang repot….”, kata Rohali. Coba, bagaimana Saminah tak mangkel, punya suami kok bloon banget, tidak tanggap ing sasmita (tak tahu isyarat).

Sebulan dua bulan masih betah, jika sudah tahunan? Maka sebagai solusinya, ya cari PIL-lah. Lalu bagaimana pula dengan sang suami ? Itu kan salah Rohali sendiri, orang sudah tua tapi tidak peka lagi pada kebutuhan istri yang hakiki.

Kebetulan Saminah kenal baik dengan pedagang bakso langganannya selama ini. Sumono, 40, orangnya masih muda. Baik tongkrongan maupun “tangkringan”-nya sepertinya berbanding lurus. Demikian kesepiannya Saminah, sehingga ketika akrab dengan Sumono hatinya menjadi terkiwir-kiwir.

Sumono tubuhnya demikian atletis, tidak gendut, meski tak juga punya rekening gendut. Kebetulan bakul bakso ini juga ada minat terhadapnya. Maka dia mencoba memancing-mancing lelaki ini. Karena Saminah memang cantik di kelasnya, tentu saja tawaran istri Rohali ini segera ditandangi (dilayani).

Maka saat diajak selingkuh, reaksinya adalah: ya ayoooo! Dan itu dilaksanakan secara konsekuen. Asal situasinya demikian kondusif, dua makhluk berlainan jenis itu masuk kontrakan dan berpacu dalaaaaaam birahi!

Di rumah kontrakan Sumono yang berjarak 5 kilometer dari rumahnya kemudian Saminah dipersilakan menikmati “bakso” istimewa milik Sumono yang ada pentol glinding-glindingnya.

Serapat-rapatnya Saminah – Sumono mengemas aksi mesumnya, lama-lama Rohali tahu juga. Maka di kala Samminah diam-diam masuk ke rumah kontrakan tukang bakso itu; Rohali justru melapor Pak RT dan mengajak warga setempat untuk menggerebeknya. Mereka sempat sembunyi di dalam lemari pakaian, namun karena pintu tidak tertutup rapat segera ketahuan.

Saat di dedes Rohali, keduanya mengaku tak berbuat apa-apa. Tapi bukti sperma yang belum kering di sprei, bukti otentik yang tak bisa dibantahkan bahwa mereka sebelumnya sedang bersetubuh. Mereka buru-buru masuk dalam lemari ketika digerebek penduduk.

“Saya kesepian Pak, suamiku sudah tua.” Kelit Saminah di depan Pak RT saat ditunjukkan sprei basah itu.

Ngaku saja, atau milih direkonstruksi ulang?

Gaib Wisnu Prasetya


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE