• Kamis, 19 Juli 2018
  • LOGIN
Dalam Ruang Isolasi, Kondisi Leo Kian Membaik

Dalam Ruang Isolasi, Kondisi Leo Kian Membaik

Infogunungkidul, 

WONOSARI, Sabtu Pahing—Dalam kamar Isolasi Airbone nomor 3 Bangsal Mawar RSUD Wonosari, kondisi kesehatan Johan Marbandi Leo Suhono 41, warga Kerjo II, Genjahan, Ponjong berangsur membaik. MC campursari terkenal ini bisa sedikit bernafas lega dari himpitan bakteri tuberkulosis (TBC) yang menggerogoti paru-parunya.

Semenjak diberitakan media massa terkait kondisinya yang terlunta-lunta membuat banyak pihak menaruh empati terhadap Leo. Mulai dari kalangan seniman hingga Benyamin Sudarmadi, boss Bakmi Jawa yang mengulurkan bantuan untuk meringankan beban Leo Marbandi. Ketika dijenguk Jumat sore (26/01), roman muka ceria nampak dari raut wajahnya.

“Terimakasih semuanya, sekarang kondisi saya sudah semakin baik dan berangsur sehat,” kata Leo.

Dalam kamar perawatan tersebut Leo ditemani satu orang wanita yang memang ditugaskan khusus oleh keluarganya untuk berjaga di RSUD Wonosari. Tidak semua orang berani melakukan tugas tersebut walaupun dengan imbalan uang sekalipun. Pasalnya kebanyakan orang takut terinfeksi bakteri TBC yang bersarang di tubuh Leo Marbandi.

Menurut Sarju, Dukuh Kerjo II, penyakit yang menyerang MC campursari ini lumayan parah. Bahkan saat dibawa masuk ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Wonosari kondisinya dalam keadaan drop.

“Sekarang sudah mendingan dibandingkan hari Selasa kemarin saat dilarikan kesini,” terangnya.

Untuk biaya pengobatan Leo selama di RSUD, sambung Sarju, sebagian besar ditanggung BPJS dan juga kiriman kakak-kakaknya yang tinggal diluar kota.

“Kakak-kakaknya banyak yang sukses dan menjadi pejabat di luar kota, sehingga sampai sekarang belum bisa datang menjenguk adiknya,” jelasnya.

Selama didera sakit di Ponjong, Leo hanya dirawat Tina Aswanti 45, kakaknya yang mengalami tuna rungu dan tuna wicara. Praktis hal ini membuat Leo Marbandi sangat tersiksa hingga kemudian mengungkapkan keluhannya lewat laman facebook Johanleo Babemu pada 22 Januari 2017 pukul 12.50 WIB.

Dalam tulisannya Leo mengungkapkan dirinya sudah tidak sanggup menahan rasa sakit. Dalam keadaan sakit dia seakan terlantar lantaran hanya dirawat kakaknya yang bisu tuli.  

Sementara itu Bening, kakak kandung Leo yang tinggal di Semarang, Jawa Tengah melalui sambungan ponsel membantah jika adiknya terlantar dan tidak ada yang mengurus.

“Walaupun kakak-kakaknya tinggal diluar kota, namun Leo tetap kita urus. Jadi salah kalau dikatakan terlantar,” bantahnya.

Lebih lanjut Bening menjelaskan, kakak-kakak Leo sebagian besar berprofesi PNS dan menempati area tugas diluar kota. Hal ini tidak memungkinkan untuk merawat adiknya yang sakit secara lebih intensif. Biaya pengobatan ditanggung keluarga dan ditransfer via bank bagi penyembuhan Leo. Untuk itu pihaknya berharap pemberitaan diluruskan agar tidak menimbulkan image negatif seolah Leo terlantar dan tidak terurus.

Gaib Wisnu Prasetya-ig


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE