• Minggu, 19 November 2017
  • LOGIN
  • Berlangganan Berita Terbaru invite BBM D919C28D/ DAEC06F2/ WA. 081904213283. Infogunungkidul, menerima tulisan/ berita opini dari pembaca sesuai dengan kaidah dan kode etik jurnalistik, tidak mengandung unsur sentimen SARA dan Provokatif terhadap kelompok tertentu. Kirimkan opini ke email: redaksi@infogunungkidul.com - "HYPNO THERAPY" Mengobati berbagai macam penyakit. Buka praktek hari: Rabu & Sabtu Jam: 08.00-16.00 Alamat praktek: Jl. Kyai Legi Kepek Wonosari Gunungkidul. Konsultasi & Pendaftaran hub. Lucy 08997722517.

Berita Terbaru
Belum Ramadhan, Harga Kebutuhan Pokok Sudah Mulai Naik

Belum Ramadhan, Harga Kebutuhan Pokok Sudah Mulai Naik

Infogunungkidul, WONOSARI, Rabu Pon–Berbagai harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik jelang bulan suci Ramadhan akhir bulan Mei mendatang. Kenaikan paling signifikan di Kabupaten Gunungkidul terjadi pada harga bawang merah dan putih, minyak goreng serta garam dan telur ayam.

Pantauan infogunungkidul.com di Pasar Argosari, Wonosari, harga telur ayam naik dari Rp 17 ribu menjadi Rp 18 ribu per kilogram (kg). Padahal, sepekan sebelumnya, harga telur berada pada angka Rp 16.500 per kg. Harga bawang merah juga naik dari Rp 29 ribu menjadi Rp 34 ribu.

Harga bawang putih pun membumbung dari Rp 38 ribu menjadi Rp 50 ribu per kg di grosiran. Kenaikan harga terjadi juga pada minyak goreng kiloan dari Rp 12 ribu menjadi Rp 14 ribu per kg.

Menurut keterangan beberapa pedagang, persediaan bahan pokok masih melimpah, namun harga terus bergerak naik dari biasanya menjelang bulan puasa tiba. Kenaikan juga dipicu adanya masyarakat yang mulai menyimpan bahan pokok yang tahan lama untuk persediaan bulan Ramadhan.

Kenaikan bahan pokok juga terjadi pada beras sekitar 10 %. Untuk beras kualitas biasa naik dari Rp 8.000 per kg menjadi Rp 9.200 per kg. Sedangkan beras kualitas medium kemasan 10 kg, naik dari Rp 104 ribu menjadi Rp 107 ribu, beras kualitas super telah mencapai Rp 205.000 per 10 kg.

Darto, pedagang bawang merah atau putih dan minyak sayur di Pasar Argosari  mengatakan, kenaikan harga dipicu banyaknya masyarakat yang membeli kebutuhan pokok untuk menyetok kebutuhan bulan Ramadhan.

“Banyak yang memborong beli minyak sayur, bawang, dan beras, takut naik kalau Ramadhan katanya,” jelas Darto.

Sementara itu Mawarti 42, pedagang bahan pokok di Pasar Argosari Wonosari, menyatakan, stock bahan pokok masih lancar dan aman meski menjelang bulan puasa.

“Kalau stock aman, tapi harga dari sananya sudah naik, terpaksa kita juga pengecer juga naikkan harga,” ujarnya.

Sedangkan harga sayur mayur seperti timun melonjak naik dari Rp 3.000 menjadi Rp 6.000 per kg. Untuk komoditas cabai merah dan cabai rawit harganya masih normal, karena stock melimpah.

Kenaikan harga juga terjadi di kios penjual daging sapi,  Menurut Sandi, salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Argosari, kenaikan harga terjadi di daging sapi lokal. Harga di pasar yaitu Rp 95 ribu per kg, naik Rp 5.000 dari sebulan sebelumnya.

“Kalau di luar Gunungkidul, malah sekarang sudah Rp 105.000 per kg,” ujarnya.

Sandi mengatakan, harga daging sapi akan terus naik jelang bulan Ramadhan. Huri Ananda

INFO BISNIS

1. AHASS 693 WONOSARI HONDA SERVICE 

Jln. KH Agus Salim 113 Ledoksari Wonosari

Telp. (0274) 392266, HP. 087838272255

Melayani : Servis Gratis, Servis Ringan, Servis Berat, Press Porok, Press Body, Penjualan Spare Part Lengkap, Pemesanan Sparepart, Booking Servis dan Layanan Servis Antar Jemput. Dapatkan Kalender Cantik......segera & terbatas!!! Ayo ke Ahass 693....Program guru servis lengkap discount 50% dengan membawa copy kartu guru berlaku mulai tgl 21 November s.d 5 Desember. Bengkel Ahass tunggal tidak buka cabang di Wonosari!!!

2. ESTETHIC SALON & BODY SPA

Jln. KH Agus Salim 113 Ledoksari Wonosari HP.081802711531, WA.081227706969

Melayani : Perawatan Rambut, Perawatan Badan (Free Totok Wajah) Khusus Wanita, Perawatan Wajah (Standar Skincare Tarif Pelajar),Konsultasi Kulit dan Healthy.

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE