• Jumat, 20 Juli 2018
  • LOGIN
Antisipasi Laka Maut: Posisi Duduk Paling Aman, Saat Menumpang Mobil atau Bus

Antisipasi Laka Maut: Posisi Duduk Paling Aman, Saat Menumpang Mobil atau Bus

Infogunungkidul, WONOSARI, Kamis WageKisah kecelakaan yang melibatkan kendaraan umum, memang sangat tragis. Laka terbaru dan menakutkan adalah tragedi kecelakaan di Cilotok, Cianjur. Untuk Kabupaten Gunungkidul, tragedi laka maut Isuzu Elf terjadi di Pok Cucak, Bedoyo, Ponjong beberapa waktu lalu.

Kecelakaan lalu lintas bisa terjadi pada kendaraan apapun seperti: mobil, bus, kereta api, kapal laut maupun pesawat. Para penumpang  umumnya menaruh keselamatan di tangan supir/masinis/nakoda/pilot.

Umur dan ajal itu memang berada di tangan Tuhan, tetapi karena teknologi makin maju, posisi  duduk saat menumpang kendaraan umum bisa pula menentukan tingkat keselamatan seseorang.

Sebagaimana dilansir Grid.ID dihimpun dari berbagai sumber seperti Transportation Safety Board Kanada, Amerika, Australia, dan Jepang, berikut ini adalah posisi duduk yang paling aman ketika orang menumpang kendaraan umum.

Menumpang Mobil

Jika semua penumpang mengenakan sabuk pengaman, maka posisi duduk yang paling aman itu ada di belakang supir dan kursi  tengah baris kedua.

Berdasarkan penelitian, kursi belakang supir itu aman karena mobil kecil, proteksi terbanyak ada di bangku kemudi. Umumnya supir  memiliki gerak refleks ketika tejadi benturan. Otomatis, penumpang belakang supir akan terlindungi dari benturan langsung.

Sedangkan  posisi kursi tengah, karena  bagian depan tidak ada benda yang menghalangi, maka saat hentakan terjadi, tubuh penumpang tidak akan membentur bagian depan. Begitu pula dengan bagian kanan dan kiri. Jika Anda  duduk di tengah, berarti di kanan kiri penumpang tengah ada orang yang bisa menjadi peredam benturan.

Awas, hindari duduk di samping supir. Soalnya, posisi tersebut adalah paling berbahaya. Umumnya, benturan kecelakaan itu terjadi di bagian depan, sehingga tubuh orang yang duduk di depan akan mengalami hentakan paling besar.  Refleks supir pasti menghindari benturan, sehingga posisi orang yang berada di sampingnya akan paling besar terkena hantaman langsung.

Untuk mobil yang bisa menampung 7 penumpang seperti Toyota Avanza, Daihatsu Xenia maupun Suzuki APV, kursi belakang juga memiliki posisi berbahaya. Pasalnya jika mobil kehilangan kendali dan terbalik, maka posisi belakang akan mendapat hantaman proyektil paling banyak dari barang-barang yang berserakan.

Catatan khusus, yang penting Anda mengenakan sabuk pengaman di manapun Anda ambil posisi. Jika tidak mengenakannya maka persentase kemungkinan hidup akan turun sampai 70%.

Menumpang Bus

Bus merupakan kendaraan paling umum dinaiki para penumpang. Angkutan ini memiliki skema tempat duduk yang berbeda-beda sehingga kemungkinan keselamatannya juga akan berbeda-beda tergantung dari model busnya.  

Satu hal yang penting diingat, posisi duduk di belakang supir atau searah dengan jalur lalu lintas berlawan, adalah posisi yang paling rawan.

Posisi paling aman ada di sebelah kiri pada bagian tengah bus, persis di depan pintu belakang hingga satu dua baris di depannya. Alasannya,  jika terjadi kecelakaan, penumpang bisa segera keluar melalui pintu. Alasan lain,  jika terjadi tabrakan hebat, bus bagian tengah  hanya menerima getaran paling lemah di banding bagian lain.

Sedangkan yang paling bahaya justru ada di bagian depan atau tepatnya belakang supir. Berbeda dengan mobil  kecil, momentum hentakan dan hantaman akan terasa lebih besar di bagian paling dekat dari titik hantaman. Itu artinya jika bus menabrak dari depan, maka bagian depan akan merasakan hentakan berlipat dibanding bagian belakang.

<

p style=”text-align: justify;”>Tak hanya depan, posisi duduk paling belakang juga tergolong  berbahaya. Karena dengan asas prinsip fisika yang sama, jika hantaman berasal dari bagian belakang,  sisi lain juga. Mesin bus umumnya berada di bagian belakang. Jika terjadi tabrakan, bagian yang paling rentan terbakar adalah bagian mesin yang persis berada di bawah kursi paling belakang. SUMBER: Grid.ID/redaksi


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE