• Senin, 20 November 2017
  • LOGIN
  • Berlangganan Berita Terbaru invite BBM D919C28D/ DAEC06F2/ WA. 081904213283. Infogunungkidul, menerima tulisan/ berita opini dari pembaca sesuai dengan kaidah dan kode etik jurnalistik, tidak mengandung unsur sentimen SARA dan Provokatif terhadap kelompok tertentu. Kirimkan opini ke email: redaksi@infogunungkidul.com - "HYPNO THERAPY" Mengobati berbagai macam penyakit. Buka praktek hari: Rabu & Sabtu Jam: 08.00-16.00 Alamat praktek: Jl. Kyai Legi Kepek Wonosari Gunungkidul. Konsultasi & Pendaftaran hub. Lucy 08997722517.

Berita Terbaru
Nenek 95 Tahun dari Gunung Kidul Masuk Nominasi Aktris Terbaik ASEAN

Nenek 95 Tahun dari Gunung Kidul Masuk Nominasi Aktris Terbaik ASEAN

Infogunungkidul, JAKARTA, Sabtu Legi–Film yang menampilkan wanita 95 tahun sebagai aktris pemeran utamanya segera diputar di bioskop yang tersebar di seantero nusantara. Film itu berjudul Ziarah karya sutradara muda BW Purba Negara, asal Yogyakarta. Dan Sutradara BW Purba mungkin menjadi orang yang paling berjasa dalam karier nenek Ponco Sutiyem 95, di glamournya jagad perfilman Indonesia bahkan Asia.

Nenek uzur dari Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta itu berhasil masuk nominasi Best Actress di ajang ASEAN International Film Festival and Awards (AIFFA) 2017.

Nenek Ponco Sutiyem sebelumnya bahkan sama sekali tak pernah punya pengalaman akting, apalagi belajar menjadi pelakon di depan kamera. Tapi keluguannya justru menjadi nilai lebih dalam memainkan karakter utama Mbah Sri di film ‘Ziarah’.

Dalam mencari pemeran karakter Mbah Sri, BW Purba menelusuri desa-desa di Yogyakarta. Ponco Sutiyem terpilih bukan karena pengalaman aktingnya, namun pengalaman hidup.

“Kami mengunjungi rumah ke rumah, kami berbincang dengan mereka satu demi satu. Akhirnya kami dipertemukan dengan mbah Ponco Sutiyem, seorang nenek berusia 95 tahun, yang di usia senjanya, beliau masih begitu bersemangat bertanam jagung di dekat rumahnya, di kecamatan Ngawen, kabupaten Gunung Kidul,” tutur Bagus Suitrawan selaku co-produser, dalam siaran pers yang dilansir Antara, Jumat, 05/05/2017.

Sebelumnya BW Purba Negara dikenal sebagai pembuat film-film pendek, dan beberapa diantaranya mendapat penghargaan.

“Saya nekad mencari pemain yang mungkin belum pernah dilakukan sineas lain. Saya percayakan peran utamanya pada Mbah Ponco Sutiyem yang berusia 95 tahun, seorang warga kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunung Kidul,” terangnya.

Tak ada keraguan sedikitpun dalam diri BW Purba Negara saat mengajak Mbah Sutiyem main di filmnya.

“Mbah termasuk mudah diarahkan, cerdas dan punya keinginan, sehingga film Ziarah ini bisa finis sesuai yang kami harapkan. Usia senja bukanlah sebuah hambatan dalam berakting. Usia senja pun tetap dapat berkarya secara luar biasa. Barangkali mbah Ponco Sutiyem ini adalah pemain film tertua yang bermain sebagai tokoh utama dalam film Indonesia,” paparnya lagi.

Mbah Sri dalam film Ziarah diceritakan mencari makam suaminya yang hilang pada zaman agresi militer Belanda ke-2 di tahun 1949 silam. Pencariannya bermuara pada satu tujuan: Dia ingin dimakamkan di samping makam suaminya yang telah tiada.

Ponco Sutiyem juga punya pengalaman tak terlupakan pada masa perang. Pada saat itu, ia sedang hamil tua. Rumahnya dihujani mortir dan peluru. Dia harus lari, berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Beberapa potongan hidup Ponco juga dimasukkan ke dalam cerita “Ziarah” yang akan tayang di bioskop mulai 18 Mei 2017.

Cerita film Ziarah berawal ketika tanpa sengaja Mbah Sri bertemu dengan seorang tentara veteran yang mengenal Prawiro, suaminya. Tentara Veteran itu mengetahui di mana Prawiro tertembak oleh Belanda di tahun 1949.

Berbekal informasi yang tidak utuh ini, Mbah Sri nekad menempuh perjalanan panjang, berusaha mencari makam sang suami. Lewat perjalanan mbah Sri itulah BW Purba Negara memulai kritik sosialnya.

Mbah Sri bertemu dengan orang-orang yang yang tengah berdialog tentang tanahnya, orang-orang yang memperjuangkan tanahnya, dan orang-orang yang tersingkir dari tanahnya.

Bagi mbah Sri, perjalanannya mencari makam sang suami ini tidak sekadar menjadi perjalanan menyusuri sejarah cintanya, tapi juga menyusuri luka-luka sejarah bangsa. Perjalanan ini berujung pada sebuah temuan fakta yang menyakitkan. Baginya rasa sakit itu berkah, karena dari situ ia bisa belajar tentang hakikat pasrah.

Dengan sikap pasrah itulah, ia berhasil mengais satu bentuk kemenangan, bahkan ketika ia terpuruk dalam kekalahan. Suatu sikap yang membuatnya berhasil menemukan makna cinta dengan cara yang tak pernah ia duga.

“Film Ziarah saya tulis dengan sesuka hati dan merdeka, bebas dari logika industri mainstream, bebas dari kepentingan modal. Maka hasilnya, film Ziarah sangat berbeda dengan kebanyakan film bioskop Indonesia,” tegasnya.

Saat ini, Film Ziarah sudah meraih beberapa penghargaan, di antaranya Film Terbaik di Salamindanaw Film Festival 2016 di Filipina, Skenario Terbaik versi Majalah Tempo 2016, Nominasi Penulis Skenario di Festival Film Indonesia 2016, Nominasi Film Terbaik di Apresiasi Film Indonesia 2016 dan Kompetisi Film di Jogja Netpac Asian Film Festival 2016. Daru Punjul Santoso

INFO BISNIS

1. AHASS 693 WONOSARI HONDA SERVICE 

Jln. KH Agus Salim 113 Ledoksari Wonosari

Telp. (0274) 392266, HP. 087838272255

Melayani : Servis Gratis, Servis Ringan, Servis Berat, Press Porok, Press Body, Penjualan Spare Part Lengkap, Pemesanan Sparepart, Booking Servis dan Layanan Servis Antar Jemput. Dapatkan Kalender Cantik......segera & terbatas!!! Ayo ke Ahass 693....Program guru servis lengkap discount 50% dengan membawa copy kartu guru berlaku mulai tgl 21 November s.d 5 Desember. Bengkel Ahass tunggal tidak buka cabang di Wonosari!!!

2. ESTETHIC SALON & BODY SPA

Jln. KH Agus Salim 113 Ledoksari Wonosari HP.081802711531, WA.081227706969

Melayani : Perawatan Rambut, Perawatan Badan (Free Totok Wajah) Khusus Wanita, Perawatan Wajah (Standar Skincare Tarif Pelajar),Konsultasi Kulit dan Healthy.

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE