• Senin, 16 Juli 2018
  • LOGIN
Goa Pindul, Itik Bertelur Emas Disembelih

Goa Pindul, Itik Bertelur Emas Disembelih

Infogunungkidul, KARANGMOJO, Minggu Pahing–Polemik pengelolaan obyek wisata Goa Pindul, di Padukuhan Gelaran, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo tak kunjung usai. Berkah Illahi berupa keindahan obyek wisata bukan menjadi anugerah tetapi justru memicu konflik kepentingan tak berujung antar operator wisata. Goa Pindul bak itik bertelur emas yang justru di sembelih oleh para pelaku wisata.

Nota kesepakatan yang mensyaratkan operator wisata yang hendak memasukkan wisatawan ke Goa Pindul mesti melewati Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Dewa Bejo dengan membayar kontribusi Rp 10.000,-/pengunjung dianggap cacat hukum oleh Sugito, Ketua Pokdarwis Gelaran Indah.

“Sejak adanya nota kesepakatan itu sebenarnya kami menurut saja, artinya bayar Rp 10.000,-/pengunjung yang lewat kami juga sudah kita turuti. Namun ada perlakuan tidak adil. Pengunjung yang lewat kami seolah di anak tirikan dan pengunjung yang lewat operator yang tidak jelas malah diprioritaskan. Pengunjung, inginnya pelayanan yang baik, bagaimana mau baik kalau ada perlakuan tidak adil ?” keluh Sugito belum lama ini.

Disisi lain Sugito juga mempertanyakan transparansi hasil pungutan Rp 10.000,-/pengunjung tersebut.

“Kenapa juga Wira, Panca, Tunas Wisata tidak di pungut sedangkan kami mesti di pungut ? Kan ada ketidak adilan disitu, apa bedanya kami di Gelaran Indah dengan mereka ? Maka akhirnya setelah BUMDes  terbentuk, meskipun belum jalan kami memutuskan memasukkan wisatawan sendiri ke Goa Pindul,” lanjutnya.

Sementara itu Bagya, Ketua Pokdarwis Dewa Bejo menyatakan kalau nota kesepakatan antar pokdarwis nomor : 8/01/IX/2017 memang sudah tidak berlaku sejak terbentuknya kepengurusan BUMDes Maju Mandiri tanggal 1 Mei 2017. Meski begitu pihaknya berharap agar aturan dikembalikan pada Perda Nomor 5 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan.

“Dalam Perda nomor 5 tahun 2013 itukan sudah jelas mengatur 1 pokdarwis untuk 1 destinasi wisata. Nah destinasi kami Goa Pindul, Gelaran Indah punya Goa Tanding, Mriwis Putih punya telaga, Karya Wisata mengelola Goa Sriti. Ada lagi Goa Glatik, maka yang paling baik ya kembalikan ke perda itu saja,” jelas Bagya.

Untuk merealisasikan hal tersebut, Bagya bersama dengan beberapa operator sedianya besok menghadap Kapolres Gunungkidul, AKBP M Arif Sugiarto, S.IK, MPP untuk memohon petunjuk.

Terkait polemik pengelolaan Goa Pindul yang tak pernah berujung dikomentari Drh Krisna Berlian, Staf Ahli Bupati Gunungkidul.

“Ini bukan kapasitas saya untuk memberi komentar. Meski begitu dalam kacamata saya Goa Pindul itukan anugerah Allah SWT. Artinya dari dahulunya tidak ada yang mengenal, sekarang menjadi obyek wisata andalan. Itu ibarat seekor itik yang bertelur emas, anugerah Tuhan yang luar biasa. Maka seharusnya itik tersebut diberi makan dengan gizi yang baik agar senantiasa bertelur emas. Jangan malah karena keserakahan akhirnya itik di sembelih karena mengira ada telur lebih banyak dalam badannya. Jika disembelih ya jelas mati kan itiknya ? Tidak akan bertelur emas lagi kan ? Itu pendapat saya lho, tidak menyalahkan pihak satu atau lainnya,” kata Krisna. Redaksi


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE