• Minggu, 15 Juli 2018
  • LOGIN
GOR Siyono Mencekam Karena Amuk Massa

GOR Siyono Mencekam Karena Amuk Massa

Infogunungkidul, PLAYEN, Minggu Pahing–Mengerikan, itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan perilaku anarkhis suporter sepakbola di Indonesia. Bukan mengejar prestasi dan sportifitas, tetapi mempertontonkan perilaku brutal. Suporter setia PERSIBA Bantul mengamuk dan mengejar Pasopati, pendukung kesebelasan PERSIS Solo hingga ke Bundaran Siyonoharjo, Desa Logandeng, Kecamatan Playen seusai pertandingan di Yogyakarta.

Pasukan Anti Huru Hara atau Dalmas (pengendali massa) dari Polres Gunungkidul yang memblokade jalan agar tidak terjadi bentrok antar suporter pun dilawan. Hujan batu hingga benda keras terjadi di kawasan Bundaran Siyonoharjo. Polisi dilempari oleh suporter PERSIBA dengan brutal, akibatnya 2 orang anggota polisi terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat menderita luka-luka. Akibatnya, seputar GOR Siyonoharjo yang biasanya ramai berubah sepi.

Pertokoan di seputaran Siyonoharjo sontak tutup. Indomaret , bahkan SPBU Siyonoharjo  pun mendadak sepi pembeli.

“Hampir seluruh personel di Mapolres Gunungkidul utamanya Sat Sabhara hingga Sat Lantas kita terjunkan untuk mengendalikan suasana. Kalau tidak diblokir disini, kemungkinan besar tawuran antar suporter pasti terjadi,” kata Kapolres Gunungkidul, AKBP M Arif Sugiarto, S.IK, MPP dari tempat kejadian perkara, Minggu malam, 07/05/2017.

Nanik Tri Rahayu, pemilik warung makan lesehan di sekitar Bundaran Siyonoharjo, meneriterakan suasana mencekam sudah terjadi sejak sore menjelang Maghrib.

“Dari sore aparat kepolisian  berjaga-jaga disini. Dan benar saja,   petang hari ada rombongan  dari arah Jogja tiba-tiba mengamuk. Batu, botol dan benda-benda keras beterbangan. Ngeri pokoknya,” jelas Nanik.

Terpisah, Edo 20, warga Padukuhan Kedung II, Desa Karang Tengah, Kecamatan Wonosari harus membatalkan perjalanan ke Jogjakarta.

“Terpaksa minggir, takut saya. Sangat berbahaya kalau saya nekad turun ke Jogja. Itu suporter apa berandal sih ? Sangat tidak simpatik.  Ibarat kata menang mabuk, kalah ngamuk,” gerutunya.

Aparat kepolisian dan TNI masih tetap berusaha mengendalikan situasi dengan memaksa mundur suporter PERSIBA agar balik kandang ke Yogyakarta. Sekitar pukul 22.00 WIB situasi kembali aman terkendali. redaksi


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE