• Senin, 20 November 2017
  • LOGIN
  • Berlangganan Berita Terbaru invite BBM D919C28D/ DAEC06F2/ WA. 081904213283. Infogunungkidul, menerima tulisan/ berita opini dari pembaca sesuai dengan kaidah dan kode etik jurnalistik, tidak mengandung unsur sentimen SARA dan Provokatif terhadap kelompok tertentu. Kirimkan opini ke email: redaksi@infogunungkidul.com - "HYPNO THERAPY" Mengobati berbagai macam penyakit. Buka praktek hari: Rabu & Sabtu Jam: 08.00-16.00 Alamat praktek: Jl. Kyai Legi Kepek Wonosari Gunungkidul. Konsultasi & Pendaftaran hub. Lucy 08997722517.

Berita Terbaru
Pemkab Gunungkidul Tidak Menghargai Ki Demang Wono Pawiro

Pemkab Gunungkidul Tidak Menghargai Ki Demang Wono Pawiro

Infogunungkidul, WONOSARI, Jumat Pahing Sosok Demang Wono Pawiro tak bisa dipisahkan dari Kabupaten Gunungkidul. Upaya dalam Babad Alas Nongko Doyong awal mula berdirinya Kota Wonosari, ibukota Gunungkidul tak boleh dilupakan begitu saja. Tanpa Wono Pawiro, mungkin tidak akan ada Kota Wonosari yang asri.

Sayangnya, kerja keras Ki Demang Wono Pawiro  dipandang sebelah mata oleh Pemerintah. Ki Demang Wono Pawiro dianaktririkan. Bukti cukup jelas, setiap jelang peringatan Hari Jadi Gunungkidul  27 Mei, tidak pernah ada agenda ziarah ke Makam Ki Demang Wono Pawiro yang ada di Piyaman.

Padahal, semua makam mantan Bupati Gunungkidul yang telah tiada menjadi menu wajib yang diagendakan panitia peringatan hari jadi untuk diziarahi. Hal ini membuat Suharno SE, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul berang.

“Mantan bupati, bahkan makamnya, disubyo-subyo  itu sisi serimonial. Tapi ruh  Gunungkidul, dalam hal ini Ki Demang Wono Pawiro tidak diutamakan. Bagaimanapun, tak bisa diingkari, beliaulah yang babad Alas Nongko Doyong hingga akhirnya sekarang bisa seperti ini,” kata Suharno, kamis, 11/5/17.

Sebagai orang nomor satu di lingkungan DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Gunungkidul, Suharno geram dengan Panitia Peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul. Mereka, seperti kacang lupa kulitnya.

 “Sudah pernah saya minta diagendakan agar menjelang Peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul, makam Ki Demang Wono Pawiro diziarahi seperti makam mantan para bupati. Tetapi hingga saat ini permintaan saya  tidak diindahkan,” lanjutnya.

Usulan agar makam Ki Demang Wono Pawiro  di bangun lebih indah dan menarik pun konon baru akan direalisasikan tahun 2018 besok

“Usulan saya, mestinya makam diperbaiki, dimuliakan, dilengkpi  area parkir luas bagi pengunjung yang hendak berziarah. Rencana mau realisasi 2018. Kalau sampai gagal, itu sudah kelewatan,” tandasnya.

Menurut Suharno, para pejabat saat ini tinggal nglenggahi kloso gumelar (duduk diatas tikar terbentang). Harapan dia jangan sampai kepaten obor gara-gara melupakan sejarah pepunden yang sudah tiada.

Senada dengan Ketua Dewan, Harjono 67, sesepuh sekaligus keturunan Ki Demang Wono Pawiro menyayangkan sikap Pemkab Gunungkidul yang melupakan  Ki Demang Wono Pawiro.

“Hanya teman-teman budayawan yang peduli dengan keberadaan Ki Demang Wono Pawiro. Tahun kemarin, saat para pembesar Pemkab Gunungkidul berbondong-bondong ziarah ke makam mantan bupati, di sini, di makam Ki Demang Wono Pawiro  dipenuhi teman seniman,  budayawan. Mereka berziarah,” katanya.

Harjono menganggap, perlakuan Panitia Peringatan Hari Jadi Pemkab Gunungkidul menyagkut pusaka-pusaka peninggalan Ki Demang Wono Pawiro  tidak adil.

“Tombak Kyai Mantup itu pusaka kebesaran Ki Demang Wono Pawiro. Boleh saja dikirabkan, tetapi perlakuannya yang bagus. Tidak seperti itu, pinjam pusaka untuk dikirab kok seperti orang hendak pinjam gathul sama sabit yang tak perlu pakai subasita (sopan santun). Yang benar saja,” ucap Harjono gerah.

Itu sebabnya, sejak kirab budaya dalam rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke 185,  Harjono tidak mengijinkan Tombak Kyai Mantup dikirabkan.

“Tahun kemarin, Tombak Kyai Mantup yang dibawa kirab bukan yang asli, melainkan duplikat. Itu sebagai bentuk protes atas sikap Pemkab Gunungkidul yang  melupakan sejarah adeging kutho Wonosari,” tegasnya. Gaib Wisnu Prasetya

INFO BISNIS

1. AHASS 693 WONOSARI HONDA SERVICE 

Jln. KH Agus Salim 113 Ledoksari Wonosari

Telp. (0274) 392266, HP. 087838272255

Melayani : Servis Gratis, Servis Ringan, Servis Berat, Press Porok, Press Body, Penjualan Spare Part Lengkap, Pemesanan Sparepart, Booking Servis dan Layanan Servis Antar Jemput. Dapatkan Kalender Cantik......segera & terbatas!!! Ayo ke Ahass 693....Program guru servis lengkap discount 50% dengan membawa copy kartu guru berlaku mulai tgl 21 November s.d 5 Desember. Bengkel Ahass tunggal tidak buka cabang di Wonosari!!!

2. ESTETHIC SALON & BODY SPA

Jln. KH Agus Salim 113 Ledoksari Wonosari HP.081802711531, WA.081227706969

Melayani : Perawatan Rambut, Perawatan Badan (Free Totok Wajah) Khusus Wanita, Perawatan Wajah (Standar Skincare Tarif Pelajar),Konsultasi Kulit dan Healthy.

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE