• Senin, 16 Juli 2018
  • LOGIN
Festival Usir Maling

Festival Usir Maling

Infogunungkidul.com WONOSARI, Minggu Legi Kehidupan malam memang gelap. Maling, memanfaatkan situasi seperti itu untuk memperoleh rizki. Tempo dulu, warga desa menyusun strategi, agar pencuri tidak gentayangan dengan cara menabuh kentongan mubeng desa. Saat ini ronda malam diberi nama baru –toklik, mulai dibudayakan, bahkan difestivalkan.

Sebanyak 62 kelompok toklik dari 62 rukun tetangga (RT) se Desa Kepek, Kecamatan Wonosari meramaikan festival toklik yang digelar Sabtu malam 20/5/17.

Ketua Panitia Penyelenggara Festival Toklik St Nugroho mengungkapkan, festival tersebut diselenggarakan untuk menumbuhkan kembali rasa cinta masyarakat, terhadap kesenian toklik.

“Kami melihat semangat warga sangat besar dalam mengikuti festival ini. Semua RT ikut berpartisipasi. Minimal satu kelompok 20 orang, tapi banyak kelompok dengan anggota lebih dari 20,” ujar St Nugroho ketika ditemui di sela-sela festival semalam.

St Nugroho menambahkan, belakangan ini pemanfaatan kentongan sedikit menurun bahkan cenderung menghilang. Menurutnya, melalui festival ini budaya memukul kentongan ketika ronda malam kembali muncul. Dia berharap, warisan budaya tersebut tetap bisa bertahan meskipun berada di tengah alam modernisasi.

“Kami akan mencari 5 tim terbaik untuk mendapatkan piala, piagam, dan uang pembinaan, yang totalnya  Rp 6 juta. Tim yang tidak juara tetap kami berikan penghargaan berupa piagam,” jelasnya

Tim terbaik yang  juara berhak membawa pulang Piala Bergilir Kapolres Gunungkidul.

Untuk mendapat skor tinggi, setiap tim harus memperhatikan tiga aspek: wirama (irama), wirasa (keselarasan), dan wiraga (kreatvitas dan kostum). Setiap tim hanya diperbolehkan menggunakan kentongan tampa tambah instrumen lain. St Nugroho menambahkan, tim dinilai juri yang berasal dari  ISI Yogyakarta.

Kapolres Gunungkidul Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Muhammmad Arif Sugiharto mendukung adanya festival tersebut. Pasalnya, ia menilai toklik merupakan kegiatan yang positif untuk mendukung sistem keamanan keliling dengan mengangkat kearifan lokal. Huri Ananda


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE