• Jumat, 20 Juli 2018
  • LOGIN
Kembali ke Permainan Tradisional, Upaya Mengurangi Permainan Anak Zaman Now

Kembali ke Permainan Tradisional, Upaya Mengurangi Permainan Anak Zaman Now

Infogunungkidul

GEDANGSARI, Minggu Pon-Pemerintah Desa Ngalang bekerjasama dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Universitas Sanata Dharma mengadakan lomba permainan tradisional. bertujuanya untuk mengurangi anak bermain HP.

 
Dengan maraknya anak jaman sekarang keracunan permainan dari HP, menjadi keprihatinan semua pihak, termasuk Pemdes Ngalang dan 14 kelompok mahasiswa yang saat ini menyebar di 14 padukuhan di Desa Ngalang. Permainan tradisional dipusatkan di Rest Area Gubuk Gede, Minggu, (28/01).
 
Dari laporan hasil pengamatan para mahasiswa selama KKN, mendapati anak usia sekolah bermain HP paling sedikit 4 jam setiap hari, baik dilakukan secara pribadi maupun bergerombol.
 
Koordinator lomba Guruh Nugroho Aji mengatakan, meskipun di Desa Ngalang sendiri sudah tersedia rumah pintar, namun dari mereka paling banyak bermain internet, apalagi di tempat yang menyediakan fasilitas WIFI.
"Banyak anak bergerombol bermain internet, padahal tidak semua yang didapatkan bagus," ujarnya.
Dengan semakin autisme terhadap permainan HP, mahasiswa semester VI ini mengkhawatirkan efeknya, bahwa anak jadi malas belajar, selain itu sosialnya terhadap temanpun berkurang.
"Kalau kegiatan seperti ini pasti ada interaksi sosial antar teman, karena saling ketemu," jelasnya.
Dikatakannya, dalam perlombaan permainan tradisional menampilkan 3 kelompok, permainan egrang, congklak, dan lompat tali yang melibatkan 9 padukuhan dari 14 padukuhan yang ada.
 
Setiap kelompok ada 3 sampai 4 peserta yang masing-masing mewakili dari padukuhannya.
 
Sementara itu ditempat yang sama, Kepala Desa Ngalang Kadri mengatakan, bahwa permainan ini cukup bagus untuk menjaga dan melestarikan permainan tradisional pada jaman dulu.
"Karena permainan ini sudah hampir punah, digantikan dengan permainan modern yang hasilnya belum tentu bagus," ucapnya.
Permainan tradisional ini justru menggambarkan kekompokan, kegotongroyongan, dan kerjasama, serta menghilangkan sifat individualisme.
"Oleh karena itu Pemdes Ngalang mendorong dihidupkannya lagi permainan tradisional ini," pungkasnya.
 
W. Joko Narendro_ig


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE