• Jumat, 20 Juli 2018
  • LOGIN
Cintanya Dirongrong Mahasiswi, PNS Usir Suami

Cintanya Dirongrong Mahasiswi, PNS Usir Suami

Infogunungkidul

Ono-Ono Wae (OOW) adalah rubrik khas, disajikan dengan gaya berbeda, unik, nyleneh dan kocak. Dikutip dari berbagai sumber. Tokoh dalam cerita bukan nama sebenarnya.

Salah sendiri, mau cari enak kok menikah dengan anak-anak. Akibatnya, setelah Ny. Aminah, 42, tidak enak suaminya cari gadis muda yang lebih enak. Terakhir, suami malah jarang pulang gara-gara terpikat mahasiswi bahenol. Dan inilah yang terjadi, di kala Imron, 29, kelonan dengan WIL-nya, digerebek wanita yang lebih cocok jadi ibunya itu.

“Kita cerai saja,” kata Ny. Aminah penuh emosi.

Rumah tangga yang ideal, istri seyogyanya 5 tahun lebih muda dari suami.Tetapi tak semuanya bisa mendapatkan seperti itu. Banyak yang kawin dalam usia sama, banyak pula lelaki yang menikahi perempuan yang lebih cocok jadi anaknya. Paling malang bin celaka, bila wanita menikah dengan lelaki yang jauuuuuh lebih muda darinya. Awalnya sih enak, tapi lama-lama dicampakkan dengan alasan: buat apa ngurusin benda purbakala yang sudah karatan ?

Agaknya, Ny. Aminah yang tinggal di Kota Yogyakarta ini kurang beruntung dalam rumah tangganya. Sekitar 7 tahun lalu rumahtangganya bubar, karena suami mengajak pecah kongsi dan menempuh jalan hidupnya masing-masing. Untung saja dia PNS di Pemda DIY, sehingga meski tanpa suami dia masih bisa menghidupi diri sendiri.

Sebagai wanita normal, Ny. Aminah juga masih punya keinginan untuk menikah lagi. Dalam usia 35 tahun kala itu, dia masih sangat merindukan sentuhan dan rabaan seorang suami. Sayangnya, dari sekian lelaki yang mencoba mendekati dirinya, tak satupun yang berkenan. Soalnya, dia selalu hanya akan dijadikan bini kedua.

Kalaupun dijadikan wanita first lady, usianya jauh di atasnya. Bayangkan, dia usia kepala empat saja belum, calon suami sudah pensiun bahkan kepala tujuh. Itu kan tinggal nunggu matinya doang!

Belakangan muncul calon alternatif yang masih sangat disukai pasar: muda, sederhana, merakyat, macam Jokowi saat nyalon Presiden RI dulu. Namanya Imron, sesuai dalam KTP umurnya kala itu baru 24 tahun, asli kelahiran Wonosari, Gunungkidul.

Terpaut terlalu jauuuuh memang. Namun dalam kacamata Aminah, meski anak muda itu miskin, tongkrongan tidak menjanjikan, tapi “tangkringan” kayaknya  oke punya. Kurang-kurang sedikit tak apa, toh nanti ada penataran kilat.

Jadilah 5 tahun lalu Imron menikah dengan Aminah yang lebih layak jadi emaknya. Biar pengangguran, jadi suami wanita PNS benar-benar terjamin. Rumah tinggal menempati, Imron diboyong dari Wonosari dan tinggal bersama istri di pusat Kota Yogyakarta.

Makan tidur ada yang melayani. Kalau boleh disebut pekerjaan, tugas Imron hanyalah antar jemput istri ke kantor, itupun dengan mobil Honda gres keluaran terbaru yang transmisinya matic lagi. Pokoknya nasib Imron seperti pantun lah: dagang peyek di dalam kotak, siang ngojek  malam nyemplak!

Sebagai kepala rumahtangga, mestinya Imron jadi tempat bergantung istri. Tapi yang terjadi terbalik, Imron justru sangat bergantung pada istri. Jadi apa fungsinya seorang suami, jika hanya sekedar punya sesuatu yang menggantung? Gara-gara kelakuan suami yang demikian, tak sedikit kaum istri memilih hidup menjanda ketimbang bersuamikan lelaki tak tahu diuntung.

Setahun dua tahun jadi penganggur bermartabat, Imron sih asyik-asyik saja. Tapi rupanya lama-lama Imron seolah tak menyadari bahwa hidupnya disponsori istri. Pakai mobil bagus, pakai jam tangan cakep, pakai sepatu mahal, semua dari pemberian bini. Paling tak tahu diri, lelaki modal tit ….eh burung itu diam-diam malah mencari pacar lagi.

Apalagi ketika dalam usia menjelang kepala tiga tak juga punya momongan, Imron mulai sadar akan posisinya. Ternyata, dirinya selama ini hanya dijadikan pejantan doang. Padahal target kehidupan jauh lebih dari itu. Untuk mengubah nasib, diam-diam dia pacaran dengan wanita muda, yang nantinya bisa dijadikan pelanjut generasi penerus.

“Resikonya paling cerai, toh sudah alot ini….,” begitu tekad Imron.

Gacoan atau cem-cemannya adalah mahasiswi muda bahenol nan montok, namanya Tatik, 21. Gara-gara terkiwir-kiwir pada cewek lain, uang pemberian istri mengalirnya justru ke perempuan itu. Di tempat kos-kosan Tatik yang dekat kampus salah satu universitas swasta, keduanya sering kencan dan kelonan.

Di tengah kemesraan itu, lama-lama Aminah mencium gelagat buruk tersebut. Awalnya Imron tak mau ngaku punya skandal. Tapi setelah istri tunjukkan bukti foto suami pergi berdua-dua dengan Tatik, baik ketika belanja ke pertokoan, makan bareng di restoran, baru Imron ngaku dan minta maaf atas segala kekhilafan.

Namun demikian Aminah masih mencoba sabar dan memaafkan, karena dia lebih mementingkan keutuhan rumahtangga. Tapi Imron semakin tak tahu diri. Belakangan malah jadi lelaki jarum super, alias jarang di rumah suka pergi. Bagaimana Aminah tak makan hati, katanya punya suami tapi kok jarang tidur di rumah?

Habis sudah kesabaran Aminah. Ketika Imron pulang dengan alasan kangen, langsung saja diusirnya. Karena rumah ini bukan harta gono-gini, melainkan warisan dari orangtua Aminah, mulai hari itu juga Imron harus go to hell dalam waktu 3 x 24 jam. Rupanya Imron mau bertahan, tapi Aminah langsung teriak kenvang : “pergiiiiiii, giiii, giii, “ suaranya seperti pakai echo. Dan Imron pun dengan berurai air mata pulang ke rumah orang tuanya di Wonosari dengan naik bus, bukan mobil pribadi seperti biasanya.

 “Tiap hari saya kasih duit, ternyata buat pacaran dengan wanita lain,” kata wanita itu kesal.

Cari brondong lagi, jagung atau yang ketan, Mbak?

Gaib Wisnu Prasetya


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE