• Minggu, 18 November 2018
  • LOGIN
Pindul Bergolak Lagi, Ratusan Pemandu Geruduk BUMDes

Pindul Bergolak Lagi, Ratusan Pemandu Geruduk BUMDes

Infogunungkidul, 

KARANGMOJO, Kamis Pahing,-Ratusan massa pemandu wisata minat khusus, dan berlisensi mendatangi kantor BUMDes Maju Mandiri Bejiharjo, Kamis (01/02). mereka menyampaikan aspirasi terkait kepemanduan Goa Pindul. Meminta pengakuan bahwa Dewabejo adalah operator wisata yang telah merintis objek tersebut.

Menurut Subagyo, Ketua Pokdarwis Dewa Bejo, Goa Pindul saat ini berseliweran pemandu wisata yang tidak memiliki sertifikasi kepemanduan. Padahal dalam Permenpar No 13 tahun 2015 tentang standar jasa pramuwisata telah mengatur hal tersebut.

“Untuk mendapatkan sertifikasi pun harus melalui berbagai tahap agar bisa lolos dan mendapat sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi,” katanya.

Tahap pertama, sambung Bagyo, peserta harus mengetahui teknik kepemanduan yang baik dan benar. Pemandu wajib mengetahui lingkungan sekitar wahana wisata minat khusus. Masalah tata cara etika berbicara dan kepemanduan pun digembleng dalam pelatihan tersebut. Tahap kedua penilaian oleh Assesor yang ditunjuk oleh Kementerian Pariwisata. Proses penggemblengan pun cukup panjang, hampir 3 bulan peserta dilatih untuk menjadi seorang pemandu wisata yang profesional dan akhirnya bisa lolos memperoleh sertifikat kompetensi pemandu wisata.

“Dan hari ini kami menuntut BUMDes Bejiharjo untuk berlaku adil dan memberi suatu kebijakan kepada kami yang sudah mempunyai sertifikat kompetensi,” lanjutnya.

Bagyo menilai BUMDes Bejiharjo seakan menutup mata dengan pemandu wisata yang belum bersertifikat kompetensi tersebut. Mereka bebas keluar masuk Goa Pindul dengan membawa wisatawan, seolah sertifikat kompetensi tidak diakui dan hanya disamakan dengan pemandu wisata yang minim pengetahuan.

Sementara itu Saryanto, Direktur BUMDes Maju Mandiri Desa Bejiharjo mengaku sudah memiliki SOP (Standar Operasional Prosedur) dalam tata kelola wisata minat khusus Goa Pindul. Namun dalam aplikasi di lapangan tidak semudah seperti SOP yang telah disepakati.

“Sebenarnya pemanduan itu ranahnya pramuwisata, jika semua mematuhi aturan sesuai SOP yang disepakati maka unjuk rasa seperti ini tidak akan terjadi,” katanya.

Lebih lanjut Saryanto menjelaskan, operator wisata di Goa Pindul itu ada 11. Dan sebagian besar memiliki pemandu yang bersertifikasi seperti yang dipersyaratkan dalam SOP. Jika sampai ada pemandu belum bersertifikasi yang membawa masuk wisatawan, maka wajib membawa pemandu lain yang telah bersertifikat. Maka Saryanto mensinyalir aksi unjuk rasa hari ini lantaran ketatnya persaingan antar operator wisata di Goa Pindul.

“Sebelum datang, mereka telah melayangkan 1 surat yang intinya minta waktu audiensi. Nah kalau audiensi, mestinya bukan unjukrasa seperti ini kan ?” tambahnya.

 

Situasi Demo Pindul: Ratusan Pemandu Geruduk BUMDes

 

Untuk mengatasi permasalahan ini BUMDes Maju Mandiri mengaku akan mengumpulkan 11 pimpinan operator wisata Goa Pindul untuk diajak duduk bersama guna menyelesaikan permasalahan ini dengan kepala dingin.

 

Gaib Wisnu Prasetya-ig


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE