• Kamis, 15 November 2018
  • LOGIN
CCTV Bongkar Perselingkuhan Sang Istri

CCTV Bongkar Perselingkuhan Sang Istri

Infogunungkidul, 

Ono-Ono Wae (OOW) adalah rubrik khas, disajikan dengan gaya berbeda, unik, nyleneh dan kocak. Dikutip dari berbagai sumber. Tokoh dalam cerita bukan nama sebenarnya.

Awalnya Marsanto 35, tak percaya bahwa istrinya punya PIL yang suka dibawa ke rumah. Tapi setelah pasang kamera CCTV, semuanya menjadi jelas. Ervi 30, memang terekam bawa gendakannya masuk kamar.  Berdasar itulah Marsanto lantas bertekad menceraikan istri.

Orangtua selalu mengingatkan, cari istri harus teliti. Jangan seperti orang beli mangga di kota besar, kelihatannya kuning menawan, ternyata rasanya asem karena hanya mateng dipaksa (karbitan). Kalau mangga biasa, takkan terlalu rugi. Tapi jika mangga yang pakai rok atau jilbab seperti itu kelakuannya, rumahtangga pun jadi hancur karenanya.

Sepuluh tahun lalu saat mau pacari Ervi, sudah ada teman yang mengingatkan, meski Ervi itu cantik, tapi tak sampai ke dalam-dalam. Hanya luarnya saja. Kala itu Marsanto mendebat, kok sampeyan tahu, apa pernah mbiyak? Ya enggaklah; sebab maksudnya, karakter Ervi kurang baik untuk menjadi ibu rumahtangga, yang akan melahirkan anak-anak.

Tapi Marsanto ngeyel, karena sudah kadung cinta setengah mati. Jadilah kemudian mereka sebagai suami istri. Ternyata kata-kata teman dulu betul. Ervi ini pemborosnya minta ampun, tampilannya mau niru para wanita sosialita macam Syahrini. Sudah punya banyak sepatu, tas dan baju, asal mau kondangan pasti minta baju baru.

Dan Ervi ini hobinya mengunjungi supermarket di Yogyakarta, shooping sebagai rekreasi sekaligus untuk penyerapan “anggaran” dari suami. Sepanjang gaji suami gede atau honornya banyak, itu tak menjadikan kebangkrutan ekonomi.

Sisi buruk yang lain Ervi termasuk perempuan yang tak bisa masak, atau memang tak mau masak. Jadi meski punya keluarga banyak mulut, selalu beli rantangan. Jarang masak sendiri. Walhasil penghasilan suami cepat habis sebelum tanggal muda datang. Asal diingatkan jangan boros, jawabnya selalu: “Beli saja kalender, setahun baru habis.”

Soal makan enak dan tampil glamour, Marsanto masih bisa memaklumi dan mengimbangi. Tapi sebagai wanita yang mengidap hyper…..seks, Ervi selalu meminta lebih. Dalam semalam minta dikencani suami sampai 3 kali. Kecuali suami yang rosa-rosa macam Mbah Marijan, pasti menyerah menghadapi istri model begini, yang doyan begituan.

Dan setelah rumahtangga jalan 10 tahun, mulailah kelihatan aslinya yang paling buruk. Awalnya Ervi ikut kegiatan senam pagi setiap hari Minggu di halaman kantor Balai Dusun. Terus juga ikut terapi ini dan itu. Hasilnya, wowww…..! Bukan saja stamina tubuhnya meningkat, tapi gairah atau libidonya juga naik berlipat-lipat. Biasanya berbagi cinta sama suami cukup dilakukan tiga kali seminggu sesendok makan, sekarang maunya tiap malam dan nambah sampai 2 kali.

Marsanto benar-benar kuwalahan, kodok kalung kupat awak boyok sing gak kuwat. Sebagai pegawai lembaga keuangan swasta yang kerja dari jam 07.00 hingga 18.00 setiap hari, benar-benar kehabisan energi setiap sampai di rumah. Tapi malamnya Ervi mengajak “banting-bantingan”, menuntut pelayanan purna ranjang secara sempurna. Ketika sekali saja sudah KO, Ervi justru menyindir,

“Ganti saja namamu Mas, jangan Marsanto, tapi Zul Keple….”

Keple atau kepleh, dalam bahasa Jawa artinya lemah. Sedikit kata-kata itu, tapi sengak didengar bagi Marsanto. Bagaimana mungkin ganti nama orang tanpa pakai slametan jenang abang-putih ? Tapi karena yang menjuluki istri sendiri, Marsanto mencoba memaklumi sekaligus memaafkan. Gusti Allah ora sare, begitu dia mencoba mupus (berserah diri).

Belakangan tingkah polah Ervi mulai mencurigakan. Dia mulai gemar dandan, mematut diri. Alis yang sudah tepat pada tempatnya, dikerok dan ganti jalur agak ke atas, mentang-mentang tak perlu menggusur dan membayar ganti rugi. Gigi yang sebenarnya rapi dan miji timun malah dikawat hingga jika makan bayam akan kelihatan sisa hijaunya. Baju-bajunya juga dikemas lebih seksi dan kekinian.

Usut punya usut ternyata diam-diam diluar rumah Ervi punya PIL, para tetangga suka memergoki Ervi jalan dengan lelaki lain. Saksi mata hanya melihat dari jauh, mau mendekat takut Ervi jadi malu.

“Tapi bener Mas. Kalau omongan saya bohong, saya siap dijejeli apem.” Kata tetangga untuk menggaransi testimoninya.

Makin ke sini, kabar buruk itu semakin nggilani (menakutkan). Saat sang suami tak di rumah, Ervi konon berani masukkan PIL-nya ke dalam kamar. Nah, Marsanto baru merasakan kaget yang luar biasa. Bila ada lelaki sampai berani masuk daerah teritorialnya, ini sudah melanggar kedaulatan rumahtangga. Harus dilawan.

Diam-diam Marsanto lantas beli CCTV dan dipasang secara tersembunyi. Beberapa hari berikutnya ternyata masuk data yang mengagetkan. Di situ terekam ada lelaki tak dikenal masuk ke dalam kamar bersama istrinya. Adegan selanjutnya memang tak luput dari pandangan mata Marsanto. Hal itu membuat pandangan matanya semrepet serta ingin mengamuk, namun semua itu tak dilakukan lantaran takut khilaf dan terjadi KDRT. Bukti rekaman CCTV itu sudah menjadi saksi kuat perselingkuhan istrinya.

Tanpa ba bi bu hari selanjutnya Marsanto mengajak istrinya ke Pengadilan Agama. Ervi yang belum ngeh dengan maksud suami bertanya dengan heran

“Untuk apa Mas ke PA ?” tanya istri.

“Ya mau gugat cerai kamu, masak ke Pengadilan Agama mau beli Sate Ayam.” Jawab Maranto kesal.

Tapi Ervi masih juga tak mau mengakui dosa-dosanya. Baru setelah ditunjukkan rekaman CCTV-nya, dia tak berkutik.

Kemarin-kemarin malah tak ber….baju bersama PIL-nya di kamar, iya to ? Ngaku saja.  

Gaib Wisnu Prasetya


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE