• Sabtu, 22 September 2018
  • LOGIN
Babu Kok Diterjang, Giliran Istri Ngamuk Kelabakan

Babu Kok Diterjang, Giliran Istri Ngamuk Kelabakan

Infogunungkidul, 

Ono-Ono Wae (OOW) adalah rubrik khas, disajikan dengan gaya berbeda, unik, nyleneh dan kocak. Dikutip dari berbagai sumber. Tokoh dalam cerita bukan nama sebenarnya.

Sebagai seorang makelar tanah, Rosid, 40, suka ngiler melihat lahan terbuka nan luas. Tapi di rumah, melihat rok pembantunya terbuka, Rosid ngiler juga. Walhasil, Sakinem, 18, pun ternoda gara-gara diiming-imingi nak gaji 100%. Istri Rosid yang memergoki suami ngengkuk-engkuk pembantu langsung histeris hingga membuat warga nusung werto.

Makelaran tanah itu modalnya hanya mulut tapi bisa untung gede, dari ratusan juta hingga miliaran. Bayangkan tanah di kawasan pesisir paling-paling semeter Rp 50.000,- di tangan makelar ditawarkan Rp 1000.000,- gara-gara berpotensi menjadi obyek wisata baru. Makanya, makelar tanah asalkan melihat tanah lahan terbuka nan luas, langsung ngiler saja. Di otaknya menghitung, bila permeter bisa ambil Rp 100.000,- saja, bila satu hektar sudah untung berapa tuh?

Sebagai kepala rumah tangga, Rosid pekerjaannya juga seperti itu. Sesuai dengan profesinya, dia ke mana-mana selalu nenteng meteran bulat 50 meteran. Bila ada orang cari lokasi, senengnya bukan main, sebab dia sudah bayangkan untung  gede. Dan karena obyekan tersebut, ekononominya cukup mapan, sehingga di rumah pun Rosid mampu piara pembantu segala.

Tapi pada akhirnya justru pembantu itu yang jadi masalah. Mencuri di rumah? Bukan! Pembantu di rumah justru mencuri hati Rosid selaku juragan. TKW domestik yang dipilih dari kampung rata-rata memang lumayan cantik. Asal melihat rok babunya sedikit terbuka di kala mencuci, mata Rosid jadi nanar. Mulus nian itu paha. Lalu pikirannya pun membayangkan yang mboten-mboten. Padahal di rumah sudah ada istri yang siap diajak ”iya-iya” kapan saja.

Sebetulnya Rosid ini harus bersyukur bisa punya istri Santi yang lumayan cantik, putih dan seksi lagi. Sebab dia sendiri orangnya item, rambut agak keriting, mirip negro Afrika atau Kreol Suriname. Jadi jika melihat suami istri ini jalan berdua, nyaris mirip burung gagak menggondol telur ayam. Sangat njomplang memang. Tapi itulah kekuasaan lelaki. Meski tampang jelek, asal banyak duit bisa saja membuat perempuan cantik bertekuk lutut dan berbuka paha!

Sayangnya Rosid ini tak pandai bersyukur di muka bumi. Sudah punya istri cantik dan penurut, melihat perempuan lain yang sedikit mulus masih ijo matanya. Paling celaka, sama pembantu sendiri kok ya “kolu” (baca: tega). Jadi ketika istri sibuk kerja sebagai guru SD, dia di rumah malah demenan dengan Siti, pembantu rumah tangganya. Ini berlangsung berkali-kali. Baru ketahuan 3 bulan lalu. Tengah malam kok Rosid raib dari tempat tidurnya. Begitu dicari istri, eh ketemu di dapur sedang menggauli Siti.

Untung Santi waktu itu bisa meredam emosi. Meski hati panas, pikiran tetap dingin. Penyelesaiannya cukup memecat Siti dan dipulangkan kembali ke keluarganya. Dan karena Rosid sudah berjanji di atas meterai Rp 6.000,- bahwa tidak lagi-lagi jadi “bujang” alias babu-babu diterjang; Ny. Santi memaafkannya. Pegawai puskesmas itu juga tak mau mengorbankan anak-anak gara-gara perceraian orangtuanya.

Rosid yang makelar luwes ini memang punya penyakit “kapok lombok” atau cenderung melanggar kesepakatan. Buktinya, meski sudah bikin perjanjian di atas meterai, begitu melihat perempuan cantik, kembali ukuran celananya berubah. Pikirnya, jika Siti sudah dipecat, toh bisa mengajukan usulan mencari babu baru. Maka didatangkanlah Sakinem yang masih umur 18 tahun. Meski asalnya dari pesisir selatan Gunungkidul yang gersang, namun penampilan Sakinem juga betul-betul gersang alias seger merangsang. Diusianya yang baru 18 tahun, perawan ini masih mekar-mekarnya dan memancing nafsu lelaki.

Sebagai lelaki muda nan enerjik, Rosid sebenarnya masih rutin minta jatah pada istrinya. Tapi seminggu lalu, pas dia butuh eh…..bini sedang dalam kondisi berhalangan, alias sedang lampu merah. Waduh, kepala Rosid jadi cekot-cekot bin kemut-kemut. Bayangkan, ibarat Vespa sebulan olie nggak ditap, kan asapnya jadi ngebul tuh.

Rupanya gairah Rosid sudah tak tertahankan, dia pun lalu kumat penyakitnya dan belok ke kamar pembantunya. Sakinem yang sudah tidur dibrengkal dan diajak melayani hubungan intim. Awalnya gadis itu tak mau melayani, tapi setelah diiming-iming gaji bakal dinaikkan dari Rp 900.000,- menjadi Rp 1,8 juta langsung asrah bongkokan (pasrah). Malam itu Rosid sukses dengan nafsunya.

Malam berikutnya kembali minta nambah sama Sakinem, masih sukses. Tapi pada malam ketiga, karena terlalu hot gedebak-gedebuk di kamar pembantu sampai terdengar oleh istri Rosid yang sedang tidur. Begitu dia mengecek apa yang terjadi, Ny. Santi seakan tak percaya melihat pemandangan di depannya. Suami yang ngakunya sangat sayang pada dirinya, malam itu tengah sibuk menggauli Sakinem sang TKW domestik yang sexy.

Rosid yang tertangkap basah berulangkali minta ampun pada istrinya. Tapi sang nyonya sudah tak peduli. Kelakuan tak terpuji suaminya itu membuatnya histeris dan berteriak-teriak tak terkendali. Tak pelak hal itu memancing kedatangan Pak RT, karang taruna dan Dukuh yang dengan sigap menyidangkan perkara perdemenan itu. Tanpa ampun Ny Santi mengancam pilih cerai saja. Ketika diteter perangkat dusun, dengan polos dia mengakui tak tahan melihat paha mulus Sakinem.

”Pas istri lampu merah, langsung saya labrak itu Sakinem,” aku Rosid polos.

Paha sapi juga mulus, tak tahan juga Sid?

Gaib Wisnu Prasetya


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE