• Senin, 10 Desember 2018
  • LOGIN
Lahan Pertanian Beralih Fungsi: Ketahanan Pangan Makin Buruk

Lahan Pertanian Beralih Fungsi: Ketahanan Pangan Makin Buruk

Infogunungkidul, 

PLAYEN, Minggu Wage-Perda Gunungkidul no.23 tahun 2012 tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan harus ditegakkan. Jika tidak, ketahanan pangan akan semakin berkurang dengan beralihnya fungsi menjadi lahan tanaman keras.

 
Hal ini diungkapkan Suharno, SE, Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul, ketika hadir sebagai pembicara sarehan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), di Balai Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Minggu, (18/02).
 
Kalau perda ditegakan, sambungnya, akan mendorong ketersediaan pangan akan tercukupi. Oleh karena itu, supaya ketahanan pangan tetap terjaga, para investor atau orang kaya yang mau membeli tanah di Gunungkidul harus dibatasi maksimal 3 hektar. 
 
Karena orang berinvestasi tanah di Gunungkidul selain untuk usaha perhotelan juga biasanya ditanami tanaman keras. Akhirnya semakin lama lahan pertanian akan berkurang yang berimbas pada ketahanan pangan.
 
 

Investor Membeli Tanah di Gunungkidul dibatasi Maksimal 3 Hektar.

 
 
 
Terkait dengan para pemuda di Gunungkidul supaya mau terjun dalam dunia pertanian. Dikatakan Suharno bahwa pemerintah harus mendorong kepada pemuda supaya ikut menjadi petani yang mandiri dan secara ekonomi mampu untuk menghidupi keluarganya. 
 
Ditambahkannya, bahwa pemuda Gunungkidul sudah banyak yang berallih dari pekerja perusahaan beralih menjadi petani yang handal dan berhasil.
 
Kehadiran pemerintah dalam hal ini sangatlah dibutuhkan, sehingga kedepan pemuda bisa menggantikan sebagai pahlawan pangan.
 
Seperti kita ketahui bahwa petani saat ini sebagai penyumbang 25% PDRB Gunungkidul dan penyumbang terhadap kebutuhan pangan DIY 32%.
 
Reporter : W. Joko Narendro_ig
 


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE