• Rabu, 18 Juli 2018
  • LOGIN
Suami Kelewatan, Sepupu Hendak Disikat Juga

Suami Kelewatan, Sepupu Hendak Disikat Juga

Infogunungkidul, 

Ono-Ono Wae (OOW) adalah rubrik khas, disajikan dengan gaya berbeda, unik, nyleneh dan kocak. Dikutip dari berbagai sumber. Tokoh dalam cerita bukan nama sebenarnya.

Ada yang bilang, lelaki itu aslinya seperti ayam jago. Setiap melihat babon bagus, maunya dikawini juga. Wardono, 45, dari Wonosari ini rupanya juga ayam jago berkepala hitam. Bagaimana Ny. Dwi, 40, istrinya bisa tahan, jika sepupu sendiri juga digoda suaminya. Ketimbang makan hati, akhirnya dia memilih bercerai saja.

Ayam jago itu memang terkenal sebagai tukang kawin. Asal ada babon (induk ayam) ataupun dere (ayam betina muda) lewat, pasti dikejar untuk dikawini. Bila menolak, sampai ngumpet ditempat sampah pun pasti diburu. Kaum lelaki sebetulnya nyaris semuanya seperti itu. Hanya karena ada ajaran agama, sanksi hukum dan norma adat, banyak lelaki masih bisa meredam dan memelihara kelaminnya. Jika tak ada itu semua, rusaklah dunia ini.

Wardono warga Kecamatan Wonosari ini sebetulnya sejak bujangan sudah nampak bakat don juan alias mata keranjangnya. Pacar gonti-ganti melulu, tak pernah ada yang definitip. Ibarat kata barisan ceweknya disurh berbaris ke Balai Desa yang berjarak 500 meter dari rumahnya masih bisa lebih panjang lagi meskipun tanpa disuruh lencang depan.

Bisa tersandera sampai jadi suami Dwi, tetangga desa, juga karena ditodong oleh keluarga si cewek. Soalnya sudah main 3-0 seperti Persija lawan Bali United, kok mau kabur. Jika sampai penonton ngamuk dan merusak stadion, siapa yang mau tanggungjawab ? Panpel ?

Setelah menjadi suami Indri, rupanya Wardono berubah 180 derajat, jadi lelaki alim 100%. Pada lawan jenis sekarang hanya bicara seperlunya, karena memang bukan penyiar RRI. Tapi setelah satu dekade pernikahan, ketika anak-anak beranjak dewasa, ee……penyakit lama kambuh kembali. Saat ada warung angkringan dibuka tak jauh dari rumah, dia punya hobi kesitu. Nongkrong, ngopi berlama-lama sembari baca koran atau main catur seperti seniman sedang mencari inspirasi.

Usut punya usut ternyata, Wardono suka menggoda pemilik warung yang memang hitam manis seperti Dewi Roro Ireng. Lalu ada tetangga yang usil kemudian melapor, Dwi pun kemudian mendamprat suami habis-habisan. Tapi hanya sebentar Wardono menghentikan aksi jelalatannya, lain minggu sudah kembali lagi.

“Minum kopi secangkir, lupakan nasib sial di dunia,” kata Wardono menirukan Titik Sandhora – Muhsin Alatas dalam lagunya tahun 1968-an.

Tak hanya di warung kopi, tiap Sabtu pagi halaman Balai Padukuhan Wardono juga demen ikut senam pagi bersama para Mahmud Abas atau mamah-mamah muda anak baru satu. Tujuannya memang bisa menggoda mereka. Selalu ambil posisi paling belakang, agar bebas melihat pantat dan garis celdam para ibu-ibu muda tersebut. Kata Wardono, ini memang salah satu resep bikin tetap awet muda.

Gara-gara itu, Ny. Dwi banyak sekali menerima laporan dan komplain tentang kelakuan suami di depan publik. Tetapi meski diomeli dan disindir-sindir istri, Wardono tak juga menghentikan hobi buruknya itu. Setiap ada peluang, dia selalu berusaha menggoda cewek-cewek cantik bahkan para nyonyah muda yang dikenalnya.

“Percayalah Bu, saya hanya ingin menambah wawasan pergaulan saja, tak sampai menggauli….,” kata Wardono meredam kecemburuan istri.

Memang sih, selama ini belum ada kasus yang membelit Wardono, maksudnya sampai diberitakan dia ngamar bersama wanita lain di hotel atau tertangkap tangan ndekemi janda tetangga. Entah karena mainnya kelewat rapi, ataukah memang Wardono hanya sekedar menggoda, tidak ada yang tahu.

Namun kabar sifat crongoh Wardono ini selaku bikin malu istri berikut jajaran keluarganya. Bahkan ada yang menyindir, apa di rumah kurang jatah? Oo, soal jatah sih tak pernah kehabisan stok. Boleh dikata Dwi masih mampu melayani tiga kali seminggu sesendok makan setiap berlaga.

Tapi berita terakhir ini sungguh bikin malu luar biasa. Wardono berani-beraninya menggoda adik sepupu istrinya yang baru kuliah. Wardono berani colak colek si keponakan yang gersang (seger merangsang) itu. Kali ini tak ada ampun bagi si lelaki mata keranjang itu. Ketimbang nantinya adik sepupu diajak pula adu pupu (paha), harus ada tindakan tegas dan bermartabat. Langsung saja Wardono digugat cerai di Pengadilan Agama Wonosari.

“Horak dadi bojone Wardono ya gak patheken,” kata Dwi begitu jumawa.

Jika patheken juga Mbak, kasih saja penisilin!

Gaib Wisnu Prasetya


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE