• Rabu, 18 Juli 2018
  • LOGIN
Setiap Tahun Penderita Penyakit HIV di Gunungkidul Bertambah

Setiap Tahun Penderita Penyakit HIV di Gunungkidul Bertambah

drg. Dewi Anggraini
 

Infogunungkidul, 

WONOSARI, Kamis Kliwon-Jumlah penderita HIV di Gunungkidul setiap tahun selalu bertambah. Data sejak tahun pertama 2006 ditemukan, penderita HIV di Gunungkidul sampai Desember 2017 berjumlah 301 pengidap.

 
Hal ini diungkapkan, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, drg Dewi Anggraini, bahwa jumlah pasien yang terinfeksi penyakit HIV tahun 2015 ada 44 pasien, tahun 2016 terdapat 39, dan sampai akhir tahun 2017 ada 48 pasien.
 

"Kalau ditotal sejak ditemukan penyakit HIV di Gunungkidul tahun 2006 sampai akhir Desember 2017 ada 301 pasien penderita HIV," ungkapnya.

 
Ia menyarankan bagi yang sudah terinfeksi HIV untuk mencegah supaya tidak menularkan keoada yang lain, selain itu harus selalu kontrol dan minum obat.
 
Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, sambungnya, mempunyai kebijakan setiap penderita HIV harus dichek penyakit TBC nya.
 
Selain itu, ada beberapa orang yang diwajibkan untuk memeriksakan terkait masalah penyakit HIV ini.
 

"Diantaranya, Ibu hamil, pengguna nafza suntik (Penasun), penyakit infeksi menular seksual, waria, trangender, dan warga binaan," ujarnya.

 

drg. Dewi Anggraini: Untuk pemeriksaan, menurutnya, bisa dilakukan di seluruh Puskesmas, RSUD Wonosari, dan 3 rumah sakit swasta di Gunungkidul.

 
 

"Seperti RS PKU Muhammadiyah, RS Panti Rahayu, Kelor, Karangmojo, dan RS Nur Rohmah, Gading, Playen," pungkasnya.

 
Sementara itu Direktur RSUD Wonosari, dr. Heru Sulistyowati, Sp.A, mengatakan berdasarkan data  klinik Voluntary Counselling and Testing (VCT) Klinik Empaty  RSUD Wonosari tahun 2012 sampai 2017, jumlah pasien ter-diagnose HIV/AIDS sebanyak 194 orang.
 

"Jumlah tersebut terdiri dari yang rutin pengobatan 137 orang, gagal follow up 33 orang, pasien meninggal 27 orang, dan pasien rujuk keluar ada 9 orang," ujarnya, Kamis, (01/03).

 
 
Dikatakannya, bahwa pasien yang gagal follow up, artinya yang tadinya sudah berobat terus menghilang tanpa keterangan, biasanya pasien ini akan infokan ke LSM pendamping untuk dilacak keberadaannya.
 
Ditambahkanya, bagi pasien yang infeksi penyerta menular biasanya dirawat diruang isolasi yaitu ruang Mawar.
 

"Tapi kalau yang tidak ada infeksi penyerta menular bisa diruang lain seperti diruangan Anggrek 1," pungkasnya.

 
Reporter: W. Joko Narendro_ig
 


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE