• Rabu, 19 September 2018
  • LOGIN
Pak Kades Digrebek Saat Blusukan Malam Hari Di Rumah Janda

Pak Kades Digrebek Saat Blusukan Malam Hari Di Rumah Janda

Infogunungkidul, 

Ono-Ono Wae (OOW) adalah rubrik khas, disajikan dengan gaya berbeda, unik, nyleneh dan kocak. Dikutip dari berbagai sumber. Tokoh dalam cerita bukan nama sebenarnya.

JOKOWI modal blusukan, berangkat dari walikota bisa naik pangkat jadi presiden. Kades Paryono, 50, dari Kecamatan Playen mau tiru-tiru juga, tapi dia malah blusukan ke rumah janda di lain desa. Kebetulan Parinten 40, si janda tersebut selain cantik merangkap jabatan sebagai Bendahara Parpol sekaligus aktivis pertanian. Sukar, 45, mantan suami  yang jengkel atas ulah Pak Kades, segera menggerebeknya. Tapi Paryono bersikeras, selama ini tidak berbuat macam-macam, hanya sekedar konsultasi lantaran hendak menghadapi lomba desa.

Blusukan ala Jokowi memang bagus, tapi jika Pak Kades blusukannya sampai ke rumah mantan bini orang di lain desa, layak dicurigai. Inilah yang dialami Kades Paryono. Andaikan tak dicegah oleh Kades setempat yang kenalan baik Paryono, niscaya akan terjadi tindakan anarkis.

Jokowi Efek memang banyak mempengaruhi gaya memerintah seorang pejabat, termasuk kalangan Kades. Untuk menggali informasi pada rakyatnya, dia meniru banyak blusukan ke kampung-kampung. Kadang dapat masalah yang layak ditindak lanjuti secepatnya, kadang dapat pula wanita bermasalah yang pantas juga ”diselesaikan” secepat mungkin. Bisa masalahnya itu berupa kekurangan ekonomi, bisa pula karena kurang…..kasih sayang lelaki lantaran menjanda.

Hal yang terakhir itulah yang menyebabkan Kades Paryono jadi urusan. Ny. Parinten, 40, sama sekali bukan warganya, karena memang berlainan desa bahkan sangat jauh. Tapi mengapa dia perhatian banget, sampai-sampai malam haripun dibela-belain blusukan ke rumah wanita itu. Lalu ngapain saja di sana? Niru politik Parpol ? Jika partai politik ada yang demen ”main dua kaki”, Paryono – Parinten kemungkinan besar justru main empat kaki tuh.

Paryono selama ini menjadi salah satu Kades di Kecamatan Playen. Belakangan dia senang blusukan di malam hari. Tapi anehnya, dia blusukan bukan di wilayah desanya sendiri, melainkan ke Desa Mulo, Kecamatan Wonosari yang berjarak puluhan kilometer dari desanya. Ternyata dia di sana punya pemandangan bagus, karena ada perempuan yang lumayan cantik dan seksi menggiurkan. Apalagi si Parinten ternyata menyandang status janda dalam usia sedang matang-matangnya.

Bayangkan, wanita cantik tapi jarang disentuh lelaki lantaran menjanda, ini kan sama saja: wastra lungsed ing sampiran (kain kusut di kapstok). Paryono melihat nasib Ny. Parinten yang demikian menjadi iba dibuatnya. Kedinginan semalam saja sudah menyiksa diri, ini kok bisa berbulan-bulan. Kalau sampai mimisen siapa yang tanggungjawab coba ? Apalagi Ny Parinten ini bukan wanita sembarangan lho. Sebab selain aktivis pertanian, Dia juga menjabat posisi strategis sebagai bendahara parpol peserta Pemilu 2019 tingkat Kabupaten Gunungkidul.  

Sejak tahu kondisi itu Kades Paryono ini menjadi semakin intensif mendekati rumah Ny Parinten, tanpa memberitahukan kepada Kades setempat. Waktunya selalu dipilih malam hari, agar tak diperhatikan banyak orang. Karena Parinten sepertinya sangat welcome, kehadiran Pak Kades selalu disambut dengan gegap gempita. Tadinya hanya diterima di ruang tamu, belakangan mulai diterima dalam kamar.

Apa pula suguhannya jika lelaki perempuan glenak glenik dalam kamar ? Bisa dibayangkan sendirilah, pokoknya lebih lezat daripada tahu bulat Sumedang yang renyah nan kenyal itu. Dan rupanya Kades Paryono ini menjadi ketagihan, sehingga tambah sering jedal-jedul (datang melulu) ke rumah Ny. Parinten. Tentu saja lama-lama penduduk jadi curiga, apa dia kampanye terselubung ? Padahal Kades kan tidak boleh kampanye untuk parpol. Apalagi penentuan Daftar Caleg Tetap juga belum dimunculkan KPU ? Ngapain saja mereka ?

Yakin bahwa Kades Paryono ini mau berbuat hil-hil yang mustahal, beberapa malam lalu dia digerebek di rumah Ny. Parinten. Siapa pelaku penggerebekan ? Tak lain dan tak bukan Sukar, mantan suami Parinten yang curiga lantaran rumah si mantan gelap gulita sejak pukul 19.00 WIB. Sukar mengendap-endap masuk ke dalam rumah untuk membuktikan dugaannya bahwa sang mantan istri menyembunyikan pria yang bukan muhrimnya dalam rumah.

Benar saja, Sukar tak sengaja menyentuh badan pria tanpa pakaian dalam salah satu kamar. Sontak Sukar berteriak “maling !!” dan kaburlah pria tersebut hanya dengan sarung dan celana pendek. Tak butuh waktu lama untuk meringkus pria asing yang ternyata Kades Paryono tersebut. Hampir saja terjadi anarkis. Untung saja Kades setempat bisa meredamnya dan mengamankan Kades Paryono yang sebetulnya teman sesama Kades.

”Makanya sampeyan kalau ke sini jangan slonongboy, permisi dulu sama saya.” saran Pak Kades.

Mau nyamperin janda semok kok harus izin penguasa wilayah, mana ada aturannya ?

Gaib Wisnu Prasetya


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE