• Jumat, 20 Juli 2018
  • LOGIN
Cupang Dileher Suami, Sang Istri Gugat Cerai

Cupang Dileher Suami, Sang Istri Gugat Cerai

Infogunungkidul, 

Ono-Ono Wae (OOW) adalah rubrik khas, disajikan dengan gaya berbeda, unik, nyleneh dan kocak. Dikutip dari berbagai sumber. Tokoh dalam cerita bukan nama sebenarnya.

Ikan cupang memang enak dilihat. Tapi jika ada cupang di leher suami, bagaimana istri tak mengkap-mengkap jadinya. Itulah yang dialami Ny. Astuti, 35, dari Gunungkidul. Yakin bahwa suaminya, Sutrisno, 40, selama ini jadi praktisi pergendakan, mendingan bercerai saja.

“Anak biar saya yang ngurus.” Katanya.

Ikan cupang memang ikan hias yang sangat menarik. Dengan pakai jumbai-jumbai pada siripnya, berseliweran dalam bebatuan akuarium, sungguh indah dipandang mata. Tapi bagaimana pula dengan cupang yang menghias di leher pasangan, istri atau suami cap apapun pasti marah, karena itu tanda awal sebuah perselingkuhan. Leher saja disosor, bagaimana wilayah lain tak dibikin porak poranda ?

Biarpun namanya kelihatan ndeso, tapi Sutrisno adalah sosok lelaki yang sangat banyak menarik lawan jenis. Sesuai dengan namanya, Sutrisno termasuk ganteng di kelasnya. Hingga banyak perempuan yang menatap wajah Mas Sutrisno jatuh cinta dan suka membatin,

“Tongkrongannya saja begitu, apa lagi “tangkringan”-nya ya?”

Boleh saja kaum hawa berkhayal tentang Sutrisno, tapi Sutrisno sendiri sudah menjadi milik mutlak Ny. Astuti, warga Kecamatan Patuk. Mereka juga sudah punya seorang anak. Keduanya terlihat suka jalan bersama, bapak, ibu dan anak. Nampak serasi benar mereka, sehingga layak jadi proyek percontohan keluarga sakinah dengan pembantunya bernama Sukinah.

Tapi itu nampak luarnya saja. Bagaimana dalamnya, yang tahu persis ya Astuti seorang. Dia suka kesal pada suami. Mentang-mentang jadi lelaki ganteng, lalu suka memanfaatkan kegantengan itu untuk memikat lawan jenisnya. Maka yang terjadi kemudian, meski di rumah ada anak istri, Sutrisno masih suka akrab dengan wanita-wanita berusia di bawahnya, termasuk janda dan ibu-ibu tetangga.

Ketika HP semakin canggih seperti sekarang ini, Sutrisno semakin dimudahkan berburu cewek yang akan dijadikan selingan indah tapi keluarga tetap utuh (selingkuh) alias demenan bin gendakan. Hanya main WA dia langsung tambah banyak channel. Bila sudah main WA, woo…..di rumah Sutrisno jadi lupa anak istri. Layar HP itu selalu ditarik ke atas, kebawah kemudian dijembeng (dilebarkan), dijereng atau di kuncupkan. Nampaknya asyik sekali.

Pernah Astuti sampai melabrak seorang perempuan yang dekat sekali pada suaminya. Tapi semua kemudian diklarifikasi, itu hanya teman biasa, tidak ada tendensi apa-apa. Katanya sekedar berbagi cerita, bukan cinta seperti yang diduga Astuti.

“Percayalah Mbak, kami takkan mengganggu suamimu. Peken kabeh ya wuk yo…..” kata perempuan itu malah menirukan lagu Entit yang dikumandangkan sinden.

Tapi faktanya, Sutrisno sama sekali tak menghargai perasaan istri. Dia terus saja berburu cewek lewat HP canggihnya itu. Astuti makin curiga, suami punya WIL. Terbukti dia sekarang tak boleh menyentuh HP milik Sutrisno. Mencuri-curi buka HP pun takkan bisa karena dipasword. Itu terjadi setelah Astuti melabrak janda yang diduga menjadi demenan suaminya.

Dari situlah hati Astuti semakin dongkol. Jika tak ketemu suami, rasanya ingin menghajar habis. Tapi begitu ketemu Sutrisno, dongkolnya pun sirna seketika. Sebab si suami ganteng itu langsung ngungsel-ungsel (meraba-raba) dan akhirnya selesai dengan adegan ranjang.

Begitu selalu yang terjadi, kemarahan Astuti akan hilang jika langsung dirayu dan diajak hubungan intim. Tongkrongan dan “tangkringan” Sutrisno memang luar biasa, sehingga hilanglah segala dendam kesumat Astuti, meski hanya sesaat. Sebab lain hari pasti marah lagi, tapi dengan kelonan selesai lagi.

Sampai kemudian belum lama ini Astuti menemukan cupang bekas cipokan bibir di leher suami. Makin curiga saja ketika Sutrisno berkelit bahwa tidak tahu ada cupang di lehernya. Padahal bagi Astuti, cupang itu sekedar bukti awal belaka. Selebihnya pasti lebih seru. Jika cupang sebagai gendang pembuka, pasti ada gong sebagai penutupnya.

Tak tahan lagi makan hati bersama Sutrisno, akhirnya Astuti menentukan sikap, harus pecah kongsi sekarang juga. Karenanya dia mendatangi Pengadilan Agama Wonosari, minta diproses gugatan perceraiannya. Tapi hasilnya malah dinasihati oleh Majelis Hakim, cupang kan belum tentu bukti perselingkuhan.

“Jangan-jangan itu bekas kerokan.” Kata Hakim Pengadilan Agama.

Sutrisno tak pernah masuk angin kok walaupun tak pakai baju, dia cuma angin-anginan.

Gaib Wisnu Prasetya


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE