• Kamis, 19 Juli 2018
  • LOGIN
Kepala Terus Membesar, Reyhan Harus Segera Operasi

Kepala Terus Membesar, Reyhan Harus Segera Operasi

Foto: Rayhan Dwi Saputra

 

Infogunungkidul, 

SEMANU, Rabu Pon-Dari hari ke hari kepala Rayhan Dwi Saputra 7,5 kian membesar akibat penyakit hydrochepallus dan gizi buruk yang diidapnya. Orang tuanya, Budi Santoso 31, dan Suginem 32, sudah tak mampu lagi membiayai ongkos operasi di RS Sardjito Yogyakarta. Praktis Reyhan hanya tergolek lemas menunggu datangnya pertolongan dermawan dirumahnya, Padukuhan Cuwelo Lor RT/RW, 03/15, Desa Candirejo, Kecamatan Semanu.

Benjolan di kepalanya semakin membesar, dan ini mengkhawatirkan.

"Saat dirawat di RS Sardjito bulan Juni 2017, kondisinya belum sebesar ini,” kata Suginem, Rabu (14/03).

Lebih lanjut diceritakan, Rayhan divonis mengidap hydrochepallus (red-kelebihan cairan di kepala) sejak masih berumur 5 bulan setelah lahir 16 Agustus 2010 silam. Akibat penyakit tersebut berimbas pada tumbuh kembangnya sebagai seorang anak. Dia juga mengidap gizi buruk dan tulang punggungnya bengkok akibat sering kejang.

Asupan gizi harusnya susu Pregestimil yang harganya Rp 275 ribu. Adanya hanya di apotek besar yang ada di Yogyakarta.

"Satu kalengnya hanya cukup untuk 4 hari, jelas ini memberatkan saya,” keluh Budi Santoso.

Karena sulit mendapatkan susu yang dimaksud, maka untuk sementara diganti dengan susu yang harganya jauh lebih murah dan banyak tersedia di pasaran. Akibatnya kondisi Rayhan berangsur memburuk tanpa penanganan dokter yang memadai.

Selama rawat inap Rayhan biayanya di coever oleh BPJS Mandiri. Namun sejak 5 bulan terakhir, Budi mengaku sudah tak sanggup membayar iuran BPJS Mandiri senilai Rp 28.000,-/bulan.

“Boro-boro untuk mengangsur BPJS, sedangkan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja kesulitan,” kata driver Go Jek yang sering mangkal di seputaran Jombor, Sleman ini.

Menurut Budi, BPJS Mandiri memang banyak membantu biaya rawat inap di RS Sardjito, namun disisi lain banyak obat-obatan yang tidak tercover BPJS dan harus merogoh kocek pribadi.

“Rawat inap Juni 2017, yang di cover BPJS habis Rp 68 juta, sementara obat yang tidak tercover habis Rp 28 juta,” tambahnya.

Akibat mahalnya biaya pengobatan anaknya, pasutri ini bahkan tak mampu membayar kontrakan rumah di Godean, Sleman. Nunggak 3 bulan kontrakan, maka Budi kemudian memboyong keluarganya ke Padukuhan Cuwelo Lor.

“Terpaksa untuk mencari nafkah saya harus bolak balik Sleman-Semanu. Terus terang kami butuh uluran tangan dermawan untuk mengatasi permasalahan ini,” lanjutnya.

Sementara itu Huntoro Purbo Wargono, Camat Semanu yang menjenguk kondisi Rayhan mengungkapkan keprihatinannya atas nasib bocah tersebut.

“Baru kemarin sore mendengar informasi ini, maka saya sempatkan menjenguk. Segera kita upayakan bantuan agar Rayhan mendapatkan pengobatan selayaknya,” katanya.

Rencananya, Selasa pekan depan Rayhan Dwi Saputra akan segera dilarikan ke RS Sardjito Yogyakarta setelah dilunasi tunggakan Kartu BPJS yang menjadi tanggungan Budi Santoso.

Gaib Wisnu Prasetya -ig


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE