• Rabu, 18 Juli 2018
  • LOGIN
Suami Jadi Bang Toyib, Ternyata Ngendon Dirumah WIL

Suami Jadi Bang Toyib, Ternyata Ngendon Dirumah WIL

Infogunungkidul, 

Ono-Ono Wae (OOW) adalah rubrik khas, disajikan dengan gaya berbeda, unik, nyleneh dan kocak. Dikutip dari berbagai sumber. Tokoh dalam cerita bukan nama sebenarnya.

Sudah berminggu-minggu suami jadi “Bang Toyib”, ternyata si Tayib, 32, memang punya WIL. Ironisnya, ketika Wahyuni, 31, menyusul dan memergoki suaminya kencan, Tayib bukan minta maaf, tapi malah main usir. Sontak sang istri pulang kampung khusus untuk gugat cerai suami cluthak tersebut.

Nama kadang kebawa sampai pekerjaan, bahkan sering juga kelakuan. Air mineral Aqua, pendirinya Tirto Utomo, yang namanya bisa diartikan: air utama (bagus). Nama Nitisastro, ternyata pekerjaannya korektor di percetakan. Ada juga lelaki bernama Jaya Endha alias Jayeng Bundet, ternyata jika punya utang susah ditagih, karena endo (berkelit) melulu. Ujung-ujungnya urusan hutang piutang jadi ruwet tak karuan.

Di Gunungkidul, ada lelaki bernama Tayib, ternyata kelakuannya juga persis Bang Toyib lagu dangdut yang dibawakan oleh Ade Irma itu. Katanya merantau ke Pulau Dewata, Bali untuk mengubah nasib, tapi sudah 3 kali Lebaran, tiga kali puasa tak kunjung pulang. Tentu saja sang istri, Wahyuni di kampung, kurus kering dimakan rindu.

Istri cap apapun pasti tak mau suaminya jadi “Bang Toyib”, yang tiga kali Lebaran tidak pulang-pulang. Sebab lelaki seperti ini nihil rasa tanggungjawabnya pada keluarga. Jika 3 kali Lebaran tak pulang karena jadi TKI manca negara, itu masih mending. Yang sangat menyakitkan, jika suami pergi lama karena dalam rangka menyalurkan hobi “tenaga kuda” pada wanita lain.

Peruntungan Wahyuni yang asli dari Gunungkidul seperti itu. Setelah 3 tahun suaminya tak kunjung pulang kampung, jauh-jauh dia menyusul suami yang kerja di Badung, Bali. Eeeh ternyata kelakuan di Pulau Dewata kelakuan suami jadi badung banget. Mestinya disusul istri itu kan kerja menjadi lebih fokus, eh malah Tayib justru merasa selalu dikontrol.

Tayib – Wahyuni menikah 5 tahun lalu. Awalnya istri bertahan di kampung halamannya diatas pesisir Parang Tritis yang masuk wilayah Kecamatan Purwosari, Gunungkidul. Enam bulan sekali suami pulang dalam rangka setor benggol dan bonggol. Tahun pertama dan kedua si Tayib konsisten selalu memenuhi kewajibannya sebagai seorang suami. Namun 3 tahun terakhir si Tayib tak kunjung pulang. Lantas keluarga besarnya mendorong Wahyuni menyusul ke Badung.

“Mesakake bojomu. Timbang mengko kesamber setan liwat.” Begitu saran orangtuanya.

Ternyata disusul istri ke Badung, bukannya bikin Tayib tambah senang, malah jadi tersiksa. Soalnya kini dia merasa segala sepak terjangnya diawasi. Begini salah, begitu salah, padahal maunya begituan sama WIL-nya, Indah, 24, yang selama ini menggantikan posisi Wahyuni secara tidak resmi. Kasarnya, perempuan itu memang selingkuhannya.

Gara-gara istri sudah menyusul ke Badung, Tayib memang tidak lagi bebas berekspresi dalam tata niaga asmara. Padahal sepertinya Tayib lebih cinta pada Indah yang jauh lebih muda dan penampilannya pun lebih menjanjikan. Saking kangennya pada sang WIL, Tayib jadi nekad. Sudah beberapa minggu ini tak pulang ke rumah kontrakan, karena lebih banyak ngendon di rumah gebedannya. Biar saja orang menyebut dirinya jadi Bang Toyib. Toh yang penting bisa happy bersama si Indah.

Tentu saja Wahyuni kecewa, sudah disusul malah ditinggal jadi Bang Toyib. Diam-diam dia mengadakan penyeledikan, hasilnya ketemu alamat pangkalan suami. Sungguh menyakitkan memang, begitu Wahyuni masuk ke rumah itu, ditemukan suami sedang duduk berrdua-dua dengan WIL-nya.

“Ayo pulang Mas, mau latihan jadi Bang Toyib, apa?” ujar Wahyuni mencoba bersabar.

Tapi Bang Tayib asal Kota Gaplek ini bukannya malu dan minta maaf, justru marah-marah dan mengusir istrinya dengan semena-mena. Dengan berurai airmata Wahyuni segera mengemasi pakaian di kontrakan dan langsung pulang kampung. Di hadapan orangtuanya dia wadul segala perilaku Tayib. Dia bertekad hendak bercerai dengan suami.

“Saya nyusul mencari suami apa salah? Kalau gini caranya mending saya cerai, mumpung belum ada momongan,” keluh Wahyuni.

Salah sih tidak, cuma bikin suami seperti diawasi KPK, tahu.

Gaib Wisnu Prasetya


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE