• Rabu, 18 Juli 2018
  • LOGIN
Suami Kedanan Janda, Istri Kedanan Duda

Suami Kedanan Janda, Istri Kedanan Duda

 

Infogunungkidul, 

Ono-Ono Wae (OOW) adalah rubrik khas, disajikan dengan gaya berbeda, unik, nyleneh dan kocak. Dikutip dari berbagai sumber. Tokoh dalam cerita bukan nama sebenarnya.

Jika ada suami punya WIL lalu dibalas istri dengan punya PIL juga, mungkin hanya dilakoni oleh keluarga Ismail-Nuraini warga Gunungkidul. Yang kasihan justru anak-anak mereka. Karena situasi di rumah tidak lagi kondusif, dua anak Ismail-Nuraini ini pilih mengungsi ke rumah buliknya di lain desa.

Kata bijak selalu mengatakan: berlomba-lombalah dalam kebajikan. Tapi jika sudah menyangkut urusan “poros tengah” (baca: wanita), justru anak manusia tega berlomba dalan kebaji…..ngan. Suami bisa melupakan anak istri, gara-gara itu.Sebaliknya, istri juga bisa melupakan suami berikut anak-anaknya. Yang jadi korban siapa, ya anak-anak mereka juga.

Awalnya rumahtangga Ismail, 38, ini sangat bahagia. Meski hanya pedagang kelilingan dari kampung ke kampung, kehidupan mereka tercukupi. Tapi sejak banting stir sebagai pedagang tetap di pasar dan tidak kelilingan lagi, Ismail tergoda oleh lenggang lenggok sesama bakul, Ida, 30, yang kebetulan seorang janda. Dia memang janda cantik, sehingga banyak lelaki yang terpikat, termasuk Ismail ini.

Sebetulnya Ismail tahu, mengawini janda biasanya akan mendapat banyak kelonggaran. Tapi dia nekat juga, karena si janda Ida ini penampilannya memang enak dikeloni dan perlu. Diam-diam dia terus berekspansi mendekati si janda. Apapun resikonya akan dihadapai, kan paling-paling harus poligami. Padahal poligami itu jusrtru akan membuat badan bersih selalu, karena sering mandi junub.

Tapi kenapa janda Ida mau saja dipacari pedagang pasar yang tampangnya hanya cekak dan pas-pasan ? Karena secara ekonomi Ismail sudah tergolong mapan.

“Memang iya secara tampang jauh dari standart, tapi kan duitnya banyak. Dia bisa banyak membantu,” kata batin Ida didominasi setan.

Karena motif ekonomi tersebut, meski tampang Ismail jauh dari kata gagah dan ganteng, mau saja Ida dipacari dan sekaligus di keloni suami Nuraini ini. Setiap Ismail mampir ke rumahnya, pastilah diservis luar dalam. Ibarat mobil begitu, itu namanya service “tune up” tambah sporing balansing, biar jalan Ismail jadi semlintir.

Jika Ismail ini suami Ida sendiri, warga tentu tak mencurigai, karena dia berkunjung ke rumah istrinya. Tapi kehadiran Ismail yang terlalu kerap ini memang mencurigakan. Dia bisa berjam-jam di sana, bahkan nginep segala, Nantinya pulang pagi-pagi dengan wajah ceria, namanya juga habis “ganti olie” dan amplas platina sekalian.

Celakanya, aksi asyik masuk Ismail-Ida tak berjalan mulus, eh…..Ny. Nuraini, 32, istrinya di rumah mendengar kabar buruk itu. Bayangkan, dengar suami punya WIL, tentu saja dadanya mengkap-mengkap kayak kap mobil saat mesinnya dipanasi.

Tapi Nuraini memang bukan wanita cengeng. Dia tak merengek-rengek minta perlindungan, tapi justru membalas dengan berselingkuh pula. Memangnya hanya lelaki yang bisa? Pokoknya bersama Nuraini semuanya bisa.

Kebetulan dia juga punya PIL, seorang duda tanpa anak namanya Yusanto, 40. Biar lebih tua dari suami, tapi tongkrongan dan tangkringannya jaminan mutu. Pokoknya rosa-rosa macam Mbah Marijan. Dan ketika suami semakin gila gila janda Ida, hubungan Nuraini dengan Yusanto itu mulai dirilis ke publik. Dengan berani Nuraini memamerkan adegan-adegan mesranya bersama sang PIL. Diharapkan Ismail suaminya jadi cemburu karennya.

Ternyata baik Ismail maupun Yusanto tak ada masalah, mereka sibuk dengan urusan masing-masing. Yang khawatir justru kubu sebelah, yakni keluarga Nuraini. Mereka takut gara-gara kelakuan bapak ibu mereka, anak-anak jiwanya jadi terkontaminasi. Segera saja dua bocah itu diambil buliknya, diungsikan ke rumahnya yang jauh dari bapak ibunya.

“Ben padha edan, anak-anak ojok melu-melu. Kowe pindah sekolah lan saiki nderek bulik wae,” kata adik Nuraini.

Itu semua gara-gara Ismail ingin memanjakan “adik” miliknya juga.

Gaib Wisnu Prasetya


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE