• Jumat, 16 November 2018
  • LOGIN
Kelompok Plamboyan Olah Kulit Pisang Jadi Kerupuk

Kelompok Plamboyan Olah Kulit Pisang Jadi Kerupuk

Foto: Ibu-ibu kelompok Plamboyan sedang berlatih membuat makanan olahan

 

Infogunungkidul, 

NGLIPAR, Rabu Kliwon-Kelompok Plamboyan terdiri dari ibu-ibu di Padukuhan Gagan, Desa Pengkol, Kecamatan Nglipar, mengikuti pelatihan membuat kerupuk dari kulit pisang. Rabu (21/03) bertempat di rumah salah satu anggota kelompok.

 
 
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gunungkidul, mengandeng pelatih dari luar Gunungkidul memberikan pelatihan membuat kerupuk berbahan baku kulit pisang.
 
Pelatihan ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok Plamboyan ini, tidak hanya membuat kerupuk saja, tetapi berbagai macam produk makanan olahan yang juga berbahan baku dari pisang.
 
Dikatakan pelatih produk makanan olahan, Sri Purwanti dari Bantul, dirinya bekerjasama dengan Disperindag Kabupaten Gunungkidul memberikan pelatihan berbagai macam makanan olahan yang berbahan dasar pisang.
 

Cara Membuat Krupuk Dari Kulit Pisang

 
Dari akar pisang, kulit pisang, jantung pisang, pisangnya yang sudah matang, bahkan daun pisang bisa dibuat sirup daun pisang.
 
Ia berharap, dengan bahan baku pisang uter yang melimpah di Gunungkidul, bisa dimanfaatkan untuk membuat produk makanan olahan yang nilai jualnya cukup tinggi. 
 

Pelatih Sri Purwanti: Harapanya meningkatkan pendapatan keluargan dan dapat menjadi wirausaha yang sukses.

 
Ditempat yang sama, Kepala Dusun Gagan berterimakasih kepada Disperindag yang sudah membantu memberikan ketrampilan membuat produk makanan olahan dari pisang.
 
Yang mana selama ini nilai jual pisang uter atau pisang raja bandung hanya Rp. 10.000,- sampai Rp. 15.000,- begitu disentuh dengan ketrampilan keuntungannya luar biasa.
" Saya berharap warga saya mau menekuni pembuatan makanan olahan, sehingga bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat," pungkasnya.
Jok
 


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE