• Kamis, 15 November 2018
  • LOGIN
Penggarap Tanah SG Pantai Watu Kodok Hanya Akan Dijadikan Kuli oleh Investor

Penggarap Tanah SG Pantai Watu Kodok Hanya Akan Dijadikan Kuli oleh Investor

Foto: Kios Watu Kodok yang ada saat ini, harus dirobohkan.

 

Infogunungkidul, 

WONOSARI, SENIN KLIWON-Rugiyati, Bendahara Pengelola Pantai Watu Kodok didampingi Sumarno Ketua Kelompok mengatakan, bahwa warga penggarap tanah SG dipaksa keluar dari area Watu Kodok oleh Kuasa Hukum Investor Eni Supriyani. Surat sosialisasi penataaan tanah SG yang dilayangkan Pemda Gunungkidul berubah menjadi alat pengusiran.

Pengalaman pahit, dalam bentuk ancaman investor melalui kuasa hukum itu diceritakan di hadapan Slamet, S.Pd. MM,  anggota Komisi A DPRD DIY, (22/03).

Rugiyati mengaku, Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul mengundang kelompok untuk keperluan sosialisasi penataan tanah SG memang benar. Tetapi, menurut Rugiyati inti pertemuan berubah, berbalik menjadi pengusiran.

Warga tidak diperbolehkan beraktivitas. Eni Supriyani melalui Kuasa Hukum menunjukkan Surat Kekancingan dari Kraton Yogyakarta, bahwa pengelolaan kawasan Pantai Watu Kodok, berada di bawah kewenangannya.

Lengkap dibeberkan, seluruh bangunan yang ada, harus dibersihkan. Warga bisa lebur bergabung ke Eni Supriyani manakala memiliki ketrampilan terntentu.  

Pengrajin bisa menitipkan karyanya ke Eni. Warga yang ahli di bidang bersih-bersih boleh menduduki job sebagai tukang sapu. Ahli masak, boleh menjadi koki. Singkat kata, menurut Rugiyati, masyarakat hanya diberi kesempatan menjadi kuli atau buruh.

Dalam hal ini, Sumarno, Rugiyati Surahman, juga yang lain menolak keras. Persengketaan antara warga dengan calon investor melalui kuasa hukum tambah panas.

Pertemuan pertama di tempat Karto, salah satu penggarap tanah SG, menurut Rugiyati tanpa hasil. (bersambung) (Agung).

Video: Rugiyati, Bendahara Pengelola Pantai Watu Kodok Bertutur

(Agung) 

 


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE