• Rabu, 12 Desember 2018
  • LOGIN
KONFLIK WATU KODOK, NAMA TOMY HARAHAP SEMPAT DISEBUT-SEBUT, KUASA HUKUM MENGANCAM WARGA

KONFLIK WATU KODOK, NAMA TOMY HARAHAP SEMPAT DISEBUT-SEBUT, KUASA HUKUM MENGANCAM WARGA

Foto: Kelompok Pengelola Pantai Watu kodok

 

Infogunungkidul, 

WONOSARI, SELASA LEGI-Perdebatan warga dengan investor makin seru. Nama Tomy Harahap, yang kala itu masih menjabat Asek I Bidang Pemerintahan disebut-sebut ikut menekan warga. Sementara Kuasa Hukum Eni Supriyani menggertak, warga Watu Kodok akan diseret ke meja hukum.

Rugiyati dan kawan-kawan di depan Slamet, S.Pd. MM, dari Fraksi Golkar, anggota DPRD DIY, (22/03) menyatakan terang-terangan, bahwa warga tidak takut menghadapi gertakan pengacara.

Menurut pengakuan Rugiyati, warga termasuk tidak gentar berdebat dengan Tomy Harahap. Rugiyati menilai, Tomy cenderung berihak pada investor.

Tanpa menyebut tanggal, pertemuan kedua yang dilaksanakan di Balai Desa, Desa Kemadang ini pun menurut penjelasan Rugiyati, tidak menghasilkan kesepakatan apa pun.

Di sela-sela pengumpulan data dan aspirasi, Slamet menilai, yang hadir di Balai Desa, Desa Kemadang adalah elemen negara,

Kepada Slamet, Rugiyanti menuturkan, bahwa ancaman Kuasa Hukum terus dilancarkan dalam bentuk surat yang ditembuskan ke berbagai pihak.

Sumarno, Ketua Kelompok yang mendampingi Rugiyati mengaku, menerima somasi dari Pengacara Eni Supriyani sebanyak 8 (delapan). Semua berisi intimidasi. (bersambung)

 

Video 3: Konflik Watu Kodok 

Dikonvirmasi, Tomy Harahap menyatakan, tanah Watu Kodok telah dikuasai masyarakat.

“Yang membagikan pada masyarakat bukan saya, tapi masyarakat sendiri,” tepisnya. (Agung).

 


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE