• Rabu, 19 September 2018
  • LOGIN
Ratusan Surat Masuk BPD Bleberan, 90% Tuntut Mundur

Ratusan Surat Masuk BPD Bleberan, 90% Tuntut Mundur

Foto: Kartono S. Pd, Ketua BPD Bleberan

 

Infogunungkidul, 

PLAYEN, SELASA LEGI-155 surat yang masuk ke Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bleberan, semenjak kasus penggerebekan Supraptono, Kepala Desa Bleberan, Kecamatan Playen di rumah janda warga Desa Mulo, 96% menuntut kepala desa harus mundur dari jabatannya.

Selain itu, Ketua BPD Bleberan menuding ada upaya pengelabuan oleh Bripka Paryanto, Bhabinkamtibmas Desa Bleberan yang dinilai tidak obyektif terhadap kronologis peristiwa penggerebekan kepala desa. Hal ini diungkapkan Kartono, S.Pd, Ketua BPD Desa Bleberan seusai mendengarkan aspirasi warga di balai desa, Senin (26/03).

Aparat dinilai tidak netral lantaran pada tanggal 3 Maret 2018, BPD Desa Bleberan diundang pemerintah desa untuk mendengarkan paparan terkait peristiwa penggerebekan Kades Supraptono di rumah janda warga Padukuhan Kepil, Desa, Mulo Kecamatan Wonosari.

Paparan disampaikan oleh Bhabinkamtibmas Desa Bleberan, Bripka Paryanto yang menyampaikan bahwa dalam mediasi di Mulo tidak menemukan titik temu, maka diamankan ke Polsek Wonosari.

“Pak Paryanto dalam paparannya menyampaikan bahwa dalam BAP yang dilakukan aparat Polsek Wonosari tidak ditemukan unsur pidana dan kasus dikembalikan kepada keluarga masing-masing tanpa ada tuntutan kedua belah pihak,” katanya.

Namun dari hasil kajian dan penelusuran BPD Desa Bleberan ternyata tidak ada sama sekali proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dilakukan aparat Polsek Wonosari terkait permasalahan Kades Supraptono.

“Sehingga itu semacam pengelabuan oleh aparat kepada masyarakat. Yang ada di Polsek Wonosari hanya semacam interogasi dan dipersilahkan untuk kedua belah pihak berembuk sendiri,” lanjut Kartono.

Untuk itu BPD Desa Bleberan kemudian melayangkan surat kepada Kepala Desa Bleberan yang intinya disarankan agar mengundurkan diri lantaran perbuatan Kades dinilai telah melanggar moral etika. Surat tersebut kemudian dijawab Supraptono pada tanggal 8 Maret 2018 yang menyerahkan mekanisme kepada atasan (red-Bupati Gunungkidul).

Akibatnya BPD mendapatkan kiriman 155 surat dari warga yang 96% atau 147 surat menghendaki Supraptono mundur dari jabatannya.

“Maka kami layangkan surat resmi kepada Bupati Gunungkidul dilampiri 155 surat dari warga ,” sambungnya

Hingga saat ini BPD Bleberan masih menunggu jawaban Bupati Gunungkidul terkait masalah Kades Bleberan.

Sementara itu Supraptono, Kades Bleberan di hadapan demonstran mengungkapkan permohonan maaf kepada seluruh warga Desa Bleberan.

“Pada saat ini BPD telah melakukan proses sesuai aturan yang berlaku. Maka saya hormati proses yang tengah berlangsung dan juga menunggu jawaban Bupati Gunungkidul. Apapun hasilnya akan saya hormati,” katanya.

Setelah mendengarkan jawaban Kades Bleberan, berangsur-angsur demonstran meninggalkan halaman Balai Desa Bleberan. (Gaib)

Supraptono Kades Bleberan: Mengungkapkan Permohonan Maaf Kepada Seluruh Warga.  

 


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE