• Kamis, 15 November 2018
  • LOGIN
CLBK Pasca Reuni SMA, Rumah Tangga Porak Poranda

CLBK Pasca Reuni SMA, Rumah Tangga Porak Poranda

 

Info-Ono-Ono Wae (OOW) adalah rubrik khas, disajikan dengan gaya berbeda, unik, nyleneh, dan kocak. Dikutip dari berbagai sumber. Tokoh dalam cerita bukan nama sebenarnya.

Kisah reuni SMA sering berdampak pada munculnya CLBK. Ny. Intan, 40, dari Ponjong adalah salah satu korbannya. Saat reuni SMA tempat sekolahnya dulu, lha kok ketemu Suwarto, 42, kekasihnya dulu. Suwarto yang jago merayu, Intan pun terlena. CLBK dilanjutkan dengan pertempuran di hotel, Sampai di rumah keramas, nah jadi terbongkar semuanya!

Diakui atau tidak, banyak istri atau suami yang tak merelakan pasangannya menghadiri acara reuni tingkat SMA, dan Perguruan Tinggi. Jika sekedar reuni SMP atau SD bahkan TK silakan saja, itu masih aman. Tapi tingkat SMA dan mahasiswa, banyak yang berdampak negatif. Soalnya jika ketemu pacar lama, cinta lama bisa bersemi kembali (CLBK). Jika tak punya iman, akhirnya pelayanan “si imin” menjadi agenda utama dan ujung-ujungnya terjadi perzinahan.

Awal tahun 2018 yang lalu Intan warga Kecamatan Ponjong, menghadiri reuni SMA swasta tempat sekolahnya dulu. Suami yang “kurang pengalaman”, mengizinkan saja istrinya ketemu teman-teman lama. Bukankah agama mengajarkan, banyak silaturahmi akan memperpanjang rejeki dan umur? Maklumlah, ketemu teman lama rasanya kembali ke masa-masa sekolah dulu. Biasanya, jika nampak awat muda, itu pertanda kariernya bagus. Sebaliknya yang cepat tua, dari dines sampai pensiun masih tinggal di rumah BTN tipe 36.

Intan punya suami yang sukses, sehingga dalam usia 40 tahun masih nampak STNK (Setengah Tua Namun Kenyaaal). Karenanya ketika ketemu teman-teman lamanya, banyak yang komentar,

“Kamu dari dulu kok gini-gini saja, nggak berobah. Pakai jamu apa?” Jawab Intan sambil tertawa lepas, “Pakai pil perkutut mbak, ha ha ha….!” Semua juga ikut tertawa.

Di arena reuni ini pula, Intan ketemu Suwarto, yang dulu pernah ngudak-udak dirinya. Saat itu dia kelas II dan Suwarto kelas III. Sebetulnya Intan waktu itu juga memberi lampu hijau, tapi karena kesibukan studi masing-masing, keduanya jadi putus. Eh, setelah 22 tahun berpisah, ketemu lagi. Rasanya gimana…., gitu!

Kekasih lama memang susah dilupakan, seperti utang yang belum terbayar-bayar. Karena orang bijak mengingatkan, bila sudah punya keluarga seyogyanya hindari kontak-kontakan dengan mantan. Sebab meski awalnya sekedar silaturahmi, lama-lama bisa silakan masuk kamar kami. Ini banyak terjadi, dan banyak pula rumahtangga bubar sebelum tahun 2030 ketimbang prediksi Capres Prabowo.

Sejak pertemuan itu Wulan – Suwarto nyambung lagi, yang istilah kini disebut CLBK. Mereka saling kontak lewat WA, kemudian janjian bertemu secara khusus. Semuanya juga bermula dari kesibukan Novel, 40, suaminya. Sebagai pekerja sibuk, dia berada di rumah hanya malam hari saja. Sedangkan Intan, karena ibu rumahtangga murni, kerjanya ya hanya di rumah. Selesai urusan dapur ngerumpi sama tetangga. Itupun tak mungkin bisa berlama-lama, karena mereka juga punya urusan masing-masing.

Seperti ibu rumahtangga lainnya, Intan juga punya HP canggih, sehingga untuk mengisi kesepian dia mulai coba kontak teman-teman lama. Disitulah dia kemudian masuk Group WA teman-teman alumni sekolah dulu. Dalam group tersebut termasuk nama Suwarto si mantan. Iseng-iseng Suwarto kemudian japri (jalur pribadi) si Intan. Awalnya hanya sekedar ngobrol ngalor ngidul, mengenang masa-masa lalu. Tanpa sadar Intan juga buka rahasia rumahtangganya, misalnya suami yang pulang selalu malam, sehingga kurang kasih sayang.

 

Baca Juga:

 

Bagi Suwarto yang kini menduda semenjak cerai dengan istri, itu sebuah pertanda bahwa ada peluang untuk bisa masuk. Sejak itu dia mulai gencar menghubungi Intan, dan ternyata istri Novel itu juga terus menanggapi. Apalagi semenjak reuni SMA beberapabulan silam.

Walhasil, CLBK benar-benar telah terjadi. Buktinya ketika diajak keluar rumah, Intan mau saja meski tanpa sepengetahuan suami. Dari sini lalu dilanjutkan ketemu di hotel. Nah, cinta yang dulu putus, kini nyambung kembali sampai yang nyempil-nyempil. Bila saat reuni Intan bilang suka minum pil perkutut, kini malah dapat “perkutut” Majapahit milik Suwarto.

Makin ke sini semakin seru, sehingga kehangatan malam yang mustinya hak mutlak Novel, kini dengan suka rela diberikan pada Suwarto, dan dia pun menikmati dengan lahap.

“Ketimbang di rumah nggak disentuh, kan jadi basi.” Kata Intan. Kalau sayur lodeh, makin lama makin enak. Lha kalau yang satu ini?

Berlama-lama “nebeng” istri orang memang tidak tenang, ditambah dosa lagi. Maka Suwarto membujuk Intan bercerai saja dengan Novel, habis itu baru menikah resmi. Terntyata Intan menelan mentah-mentah, meski itu resikonya rumahtangga akan bubar sebelum tahun 2030 sebagaimana prediksi Ketum Gerindra.

Nah beberapa minggu yang lalu sepulang kencan dengan kekasih lama, Intan langsung mandi. Biasanya tanpa sampai ke rambut-rambut, kini mandi komplit alias keramas. Hal ini membuat suaminya curiga. Pulang bepergian kok mandi keramas segala. Gerangan apa yang terjadi?

Novel pun menginterogasi Intan. Awalnya bilang, rambut kotor. Ketika didesak suami, alasan lagi banyak kutu. Tapi karena makin terdesak, akhirnya ngaku saja habis hubungan intim. Dengan siapa, wong Novel di rumah sudah lama tidak ngapa-ngapain.

“Kamu punya PIL ya sekarang?” sergah suami. Dengan berat Intan mengangguk dan menyebut nama kekasih saat di SMA dulu.

Ya sudah, karena sudah ditemukan dua alat bukti cukup, Novel pun ingin menyelesaikan skandal ini lewat Pengadilan Agama. Dia tak mau aset miliknya diacak-acak pihak lain. Memangnya perempuan hanya Intan ? Esok harinya Novel ke Pengadilan Agama, mendaftarkan gugatan perceraiannya.

“Ya sudah kalau itu maunya dia. Ketimbang mereka berzina berkepanjangan, saya terpaksa mengizinkan.” Kata Novel.

Bagi Intan, rumahtangga nya benar-benar seperti novel saja. Atau jangan-jangan “perkutut” Novel hanya lokal, ngkali? Hingga bisa dikibat oleh Suwarto. (Gaib)

 


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE