• Kamis, 19 Juli 2018
  • LOGIN
JOKOWI PANGKAS BERAS UNTUK LIBAS KETIDAKADILAN

JOKOWI PANGKAS BERAS UNTUK LIBAS KETIDAKADILAN

Info-

WONOSARI, KAMIS PON–Sedikit yang mau menyimak, bahwa pembagian beras sejahtera, yang pada era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinamai Raskin (beras jatah untuk keluarga miskin adalah diskriminasi lidah. Di dalam program Raskin, sekarang Rastra, terjadi ketidakadilan tetapi cenderung dibiarkan. Mulai April 2018, Presiden Joko Widodo mengubah kebijakan, kemudian memangkas ketidakadilan tersebut.

Para pejabat setingkat Kades atau Camat ke atas, jarang memiliki keberanian turun ke dapur orang-orang miskin, yang oleh penguasa dicatu 10 kg beras per bulan.

Meja makan keluarga miskin sangat sederhana. Menu tiap hari berupa nasi putih, sambel bawang, semur telor, atau sayur lodeh. Bagi Si Miskin itu merupakan menu hebat.

Nasi yang dikonsumsi adalah jatah Raskin atau Rastra dari Pemerintah. Tidak pernah terbayang, bahwa nasi putih yang dimakan si Miskin berbeda dengan yang ada di meja makan para pejabat.

Ada perbedaan tetapi tidak pernah dibahas dalam kesempatan sidang kabinet ataupun sidang di gedung parlemen. Nasi yang berasal dari Raskin atau Rastra, dimakan saat anget berbau apek, dimakan setelah dingin rasanya kenyal dan keras.

 

Baca juga:

 

Meski demikian, sepanjang Raskin atau Rastra tidak berkutu, si Miskin tidak pernah protes. Mereka tetap memasaknya dengan cara mencampur beras kualitas premium, supaya lebih enak.

Secara kualitas, nasi yang dikonsumsi si Miskin berbeda dengan yang dimakan para pejabat. Inilah fenomena ketidakadilan yang dimaksud.

Presiden Joko Widodo, mulai April 2018 mengubah jatah Rastra menjadi Bantuan Non Tunai (BNT) berupa kartu senilai R110.000,00. Si Miskin bebas berbelanja beras berkualitas dan lauk di warung yang telah ditunjuk Pemerintah.

Itu artinya, keluarga miskin tidak lagi mengkonsumsi nasi berbau apek dan kenyal. Lidah orang miskin dan lidah pejabat, sekurang-kurangnya menikmati beras yang kualitasnya tidak jauh-jauh amat. (Bambang Wahyu Widayadi)


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE