• Kamis, 15 November 2018
  • LOGIN
Konflik Watu Kodok: Dengan Investor Mereda, Sesama Penggarap Bertikai

Konflik Watu Kodok: Dengan Investor Mereda, Sesama Penggarap Bertikai

Foto: Lahan sengketa Watu Kodok

 

Infogunungkidul,  

WONOSARI,SABTU KLIWON–Cerita Surahman ihwal persengketaan Patai Watu Kodok, mengutip penjelasan Camat Tanjungsari telah berakhir. Warga diminta tenang, karena Eni Supriyani selaku investor berkonsentrasi menggarap tanah kas milik Pemerintah Desa Kemadang.

Tetapi, ujar Surahman, ini adalah penjelasan Camat. Sejak 2018 Pantai Watu Kodok diserahkan ke warga pengarap untuk dikelola demi kemakmuran bersama.

Kepada Slamet, S.Pd. MM, anggota Komisi A DPRD DIY yang membidangi pemerintahan, Surahman bertutur, belakangan muncul perselisihan baru, antar sesama penggarap tanah SG Pantai Watu Kodok.

Surahman menyebut nama, Sis Sutejo mengklaim bahwa bukit bagian barat jalan ke Watu Kodok adalah tanah garapan kakek nenek dan orang tuanya.

 

Baca Juga:

 

Sementara menurut Surahman dan kawan-kawan, bukit tersebut merupakan satu kesatuan Pantai Watu Kodok. Surahman keberatan ketika Watu Kodok dipecah menjadi dua bagian.

Akibat perbedaan pandangan, konflik pun berubah bukan lagi dengan investor tetapi antar sesama penggarap tanah SG Pantai Watu Kodok.

Fakta perselisihan Pantai Watu Kodok di bawa ke meja DPRD DIY. Saat ini, menurut Slamet, S.Pd. MM, telah dibentuk Panitia Khusus (Pansus) pelacakan dan penertiban tanah SG.

“Salah satu dasar hukum yang menjadi pegangan adalah Peraturan Gubernur No. 33 Tahun 2017,” ujar Slamet. (Agung)

Video 6: Cerita Surahman ihwal persengketaan Patai Watu Kodok


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE