• Jumat, 20 Juli 2018
  • LOGIN
HANACARAKA, PESAN SINDIRAN YANG TAK TERPAHAMI

HANACARAKA, PESAN SINDIRAN YANG TAK TERPAHAMI

 

Infogunungkidul,

WONOSARI, RABU WAGE-Disamping mengenal huruf Latin, orang Jawa mengenal huruf Arab. Istimewa, orang Jawa memiliki aksara (huruf) Jawa. Di dalam aksara Jawa tersimpan pesan sindiran, yang selama ini tidak pernah terpahami. Dalam kaitan ini diperingatkan dengan pernyataan pendek: Wong Jowo ilang Jawane, (Orag Jawa tercerabut dari kebudayaannya).

Dicermati lebih jauh, orang Jawa juga mengenal tahun Masehi, Hijriyah dan tahun Saka. Hanacaraka, terkait erat dengan tahun Saka, yang di berbagai literatur disebutkan, tahun Saka diinisiasi oleh raja Aji Saka.

Merunut substansi ajaran Islam, manusia diciptakan sebagai kalifatullah fil ardhi (sebagai utusan Alloh di bumi). Tugas utama adalah menyelamatkan bumi, dan bukan merusak bumi.

Ada kesamaan dengan substansi utusan, yang dalam Hanacaraka digambarkan dua orang (Doro dan Sembodo). Mereka melakukan tugas yang sama menjaga pusaka berupa keris ligan tanpa rangka.

Datasawala dikandung maksud tidak bisa mengelak, mau tak mau tugas sebagai utusan itu harus dijalankan.

Dora dan Sembodo digambarkan Padhajayanya. Maknanya, sebagai utusan, sama-sama mengklaim bahwa tugas yang dipikulkan ke pundaknya adalah benar. Mereka, kemudian berebut benar. Sementara kebenaran yang mereka perebutkan tidak sama benar dengan apa yang mereka pikirkan..

Perkelahian pun tak terhindarkan, ujung-ujungnya Magabathongo. Keduanya menjadi mayat, dan klaim tugas sebagai wakil tidak terwujud.

Ini sebuah metafora yang teramat halus untuk seluruh umat manusia yang selalu saling merasa benar. Tugas utama menyelamatkan bumi tidak pernah teraktualisasi. Yang terjadi justru eksploitasi bumi, air beserta isinya. Inilah protipe maling teriak maling.

Bambang Wahyu Widayadi


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE