• Sabtu, 17 November 2018
  • LOGIN
MUSTAHIL PRABOWO SUBIANTO BISA MENGENDALIKAN WAKTU

MUSTAHIL PRABOWO SUBIANTO BISA MENGENDALIKAN WAKTU

Infogunungkidul, 

Prabowo Subianto dengan pidatonya yang menggeledek dan menggebu dimaknai sebagai bentuk kemarahan. Angapan begitu tidak keliru. sementara tafsir lain bahwa Prabowo sedang menangis karena tidak tahu apa-apa  juga sah-sah saja. Alasannya,  antara marah dan menangis hanya berbeda tipis.

Debat marah dan menangis sangat panjang, dipertontonkan dalam ILC bertajuk Politik Memanas, Prabowo Menyerang.

Ketika ucapan Prabowo Subianto diletakkan dalam posisi tugas manusia, dia telah melakukan kesalahan besar. Secara terang-terangan Ketua Umum Partai Gerindra mengklaim, mampu menguasai dan mengendalikan waktu, adalah perbuatan melampaui batas.

Lancang besar ketika Prabowo mengatakan bahwa tahun 2030 Indonesia akan menjadi begini dan begitu. Prabowo menyebut Indonesia akan bubar, tidak salah. Tetapi ketika menunjuk waktu, di sinilah Prabowo melakukan kesalahan besar.

Menyatakan tahun 2030 Indonesia bubar semakna dengan tahun 2030 Prabowo akan mati. Pernyataan tersebut menjadi benar-benar melampaui batas. Karena ucapan Prabowo bersamaan dengan tahun politik, lalu para elit Nasional ribut, padahal sesugguhnya ucapan Prabowo bisa dilerai secara arif. Mana ada manusia tahu soal jodoh, rejeki dan mati.

Baca: TAK ADA CERITA NEGARA BUBAR, HANYA BERGANTI RUPA

Francois Railon, seorang sarjana berkebangsaan Perancis, dengan fakta dan data, menulis buku berjudul Indonesia Tahun 2000.

Buku setebal 217 halaman tersebut mendeskripsikan, bahwa di tahun 2000 Indonesia akan tinggal landas. Dalam hal teknologi dan industri, menurut Francois Railon, Indonesia, di bawah Presiden Soeharto akan melejit melampaui Negara tetangga di Asia Tenggara.

Buku Francois Railon dicetak pertama kali tahun 1090 dalam bahasa Perancis. Diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Nasir Tamara, Wakil Pimpinan Redaksi, Warta  Ekonomi.

Prediksi yang dipaparkan Francois Railon tidak terjadi karena pergolakan sejarah di tahun 1998.

Kembali ke Prabowo Subianto, tidak ada yang berani menjamin, bahwa kemarahan atau tangisan itu akan benar-benar terjadi di tahun 2030.

Prabowo bisa mengedalikan ruang (sebut saja bisa menentukan jumlah kuda yang akan dipiara), tetapi dia tidak kuasa mengendalikan waku (kapan kuda betina kesayangannya akan melahirkan).

Menyikapi kemarahan dan atau tangisan Prabowo tidak perlu buang-buang energi.

(Bamang Wahyu Widayadi)


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE