• Rabu, 18 Juli 2018
  • LOGIN
KONSEP RASULAN PERLU DITARIK KE RANAH SEDEKAH

KONSEP RASULAN PERLU DITARIK KE RANAH SEDEKAH

Rasul Desa Kepek (infogunungkidul.com/Bw)

 

WONOSARI, infogunungkidul.com MINGGU PON -Pekan terakhir Maret 2018, upacara Rasulan di Gunungkidul mulai dilaksanakan. Kegiatan yang erat dengan dunia pertanian itu dilakukan rutin tiap tahun, namun nyaris tanpa roh. Pemberian makna Rasulan berhenti pada rasa syukur, tanpa ijtihad lebih dalam ke implimentasi nyata atas rasa yang dimaksud.

Tendensi utama Rasulan, mengucap syukur disertai harapan panen tahun depan bisa lebih melimpah. Dalam hal ini Rasulan dipisahkan dengan konsep Jawa Weweh (memberi/ berbagi) yang dalam terminologi lain disebut sedekah.

Ucapan Syukur itu hanya kulit karena meluncur spontan dari bibir, sementara Weweh adalah gerakan menolong orang lain, karena lahir dari lubuk hati paling dalam.

Rangkaian Rasulan dengan berbagai pertunjukan tidak akan menolong siapapun. Berbeda dengan Weweh yang dilandasi ijtihad. Sedekah di luar kenduri akan lebih bermanfaat bagi kemanusiaan.

Kenduri tidak perlu dilaksanakan secara mewah dan besar-besaran dengan cara membawa seluruh makanan ke Balai Desa. Kenduri ala kadarnya dicoba dilakukan di Desa Kepek, Kecamatan Wonosari.

Kades Desa Kepek, Bambang Setyawan memilih miniatur kenduri. Dana Rasulan yang ada di tangan masyarakat didorong ke arah sedekah dalam bentuk memugar rumah reot, memugar WC cemplung, memperbaharui fasilitas umum yang menyangkut keperluan masyarakat.

Di sinilah gagasan Bambang Setiyawan ketemu dengan konsep Bersih Desa yang semakna dengan Rasulan.

Pemerintah Desa punya peran besar untuk mengarahkan agar Rasulan tidak menyimpang jauh dari sedekah dan bersih desa. Konsep sedekah sebagai roh rasa syukur berpotensi untuk mengentaskan warga miskin secara swadaya. Hal seperti ini harus segera dimulai dari momentum Rasulan. (Bambang Wahyu Widayadi)

 

 


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE